Mohon tunggu...
Khusbatul lilla
Khusbatul lilla Mohon Tunggu... Mahasiswa

Tetap semangat walaupun setiap hari banyak hal yang membuat semangatmu patah.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Eits, Jangan Emosi Dulu!

12 Mei 2021   14:18 Diperbarui: 12 Mei 2021   14:23 22 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Eits, Jangan Emosi Dulu!
Sumber gambar: Halodoc


Marah atau emosi, adalah salah satu ekspresi yang mudah terlihat oleh orang lain, bahkan ekspresi tersebut mampu membuat orang lain di sekitarnya menjadi tidak nyaman. Marah adalah perasaan yang mewakili hati mereka, apakah lagi frustasi, kecewa, sakit hati atau bahkan terancam. Marah juga mendatangkan keuntungan dan kerugian, keuntungannya yaitu dapat menyambut rasa takut yang datang dari kondisi berbahaya serta dapat membangun kepercayaan diri dalam merespons bahasa maupun ancaman yang mendorong seseorang merespons "lawan atau lari".  Sementara tantangannya ialah dapat mematikan rasa dan kognisi. Ia mengatakan bahwa kita gagal dalam memahami tingkat kemarahan kita maka akan dapat banyak masalah seperti sakit jantung, asma kambuh, darah tinggi dan masih banyak lagi.


Hubungan antara marah dan otak
Otak memiliki peran untuk mengendalikan pikiran, perilaku serta perasaan seseorang. Rasa takut seseorang diproses di area emosi kita pada otak yaitu pada sistem limbik, dan salah satu bangunannya disebut dengan amigdala. Amigdala bekerja untuk menghadapi diri kita dari ancaman dan bahaya serta untuk mendorong seseorang merespons apakah ia harus lari atau melawan.
Ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, maka hipotalamus serta hipofisis di otak akan mengancam ginjal untuk melepaskan zat kimia yaitu adrenalin dan non adrenalin. Zat kimia tersebut yang membuat jantung seseorang bekerja lebih keras serta tekanan darahnya semakin tinggi, kecepatan pernapasannya juga meningkat serta dapat mendorong pankreas untuk dapat menjaga keseimbangan kadar gula didalam darah, suhu tubuh yang naik serta kulit yang berkeringat.


Tanda seseorang marah atau emosi.
Bila seseorang sedang dalam keadaan marah maka ia akan sangat mudah dikenali, karena biasanya ketika seseorang sedang marah maka ia akan mengekspresikannya dengan tubuh mereka, misalnya tangannya mengepal, memukul benda yang ada di sekitarnya, nafas semakin cepat, detak jantung meningkat dan juga geraham mengatup. Akan tetapi semua orang pasti berbeda dalam mengekspresikan kemarahan mereka, dan ada juga seseorang yang pandai dalam mengendalikan kemarahannya misalnya ia lebih memilih untuk diam dari pada membentak-bentak orang, melempar barang dan lain sebagainya.
Lalu dari mana asal kemarahan tersebut?


Marah bisa disebabkan karena banyak hal, ada yang disebabkan karena faktor dari dalam maupun dari luar diri seseorang, nah apa sajakah sumber-sumber kemarahan dari dalam diri seseorang?
*Alasan emosional : seseorang yang emosinya mudah sekali muncul, salah memahami situasi dan kondisi dan seseorang tersebut meresponsnya sebagai ancaman dan hambatan bagi mereka, dan jika seseorang tersebut emosional dan sangat mudah tersinggung dengan perkataan atau kejadian tertentu maka dirinya menganggap itu adalah bentuk penyerangan.
*Toleransi frustasi rendah : suatu ketika kita juga pernah atau akan mengalami masa dimana tingkat frustasi kita rendah, misalnya pada saat kita sakit, capek, kurang istirahat, stres dan lain sebagainya maka dalam kondisi tersebut emosi kita tidak terkontrol dengan baik, kita akan cepat marah terhadap hal-hal kecil.
*Harapan yang tidak masuk akal : jika kita dituntut untuk melakukan sesuatu diluar kemampuan kita, maka bagi orang yang toleransinya rendah akan cepat merasa frustasi dan marah.
*Disepelekan atau menyepelekan orang : disaat orang tidak lagi menganggap kita atau menganggap kita tidak sepadan dengan mereka maka kita akan disepelekan oleh orang tersebut dan jika itu terjadi maka kita akan lebih mudah marah.
Sumber kemarahan dari luar :
*Mengalami kekerasan atau bullying.
*Tidak memiliki ide dan opini.
*Ancaman terhadap kehidupan dasar.

Dampak kemarahan atau emosi bagi otak.
Ketika diri kita mendapatkan ancaman, maka sel saraf yang jumlahnya berjuta" akan teraktivasi dengan meminta maaf hipotalamus akan memberi isyarat kepada hipofisis untuk mendorong pasien ginjal mengeluarkan adrenalin dan non adrenalin. Zat tersebut akan dialirkan oleh jantung dengan berdetak dengan keras, paru-paru meningkatkan nafas, pankreas menyemburkan banyak sekali glukosa, otot rangka juga bekerja dengan keras, otot polos sistem cerna menurunkan suplai darah, otot pembuluh darah menaikkan tekanan darah. Amigdalalah yang mendorong terjadinya proses kemerahan tersebut.
Amigdala sangat peka terhadap suatu ancaman serta tanggapan, itulah sebabnya manusia dapat bertahan dalam kondisi yang sewaktu-waktu dapat berubah. Saat amigdala mendapat ancaman, maka ia akan segera mengirim sinyal menuju hipotalamus, dan kemudian dilanjutkan neurokimia ke hipofisis, dan hipofisis mengirim zat kimia menuju supra renalis yang berada diatas ginjal.
Masalah bisa timbul apabila ancaman kecil di sambut dengan emosi, maka akan terjadi kemarahan yang pasif ataupun aktif. Jika kemarahan tersebut tidak terkendali maka bisa menimbulkan penyesalan, memalukan dan tidak termaafkan. Otak juga memiliki peran untuk mempertimbangkan reaksi sesuatu yang akan kita presentasikan.
Sinyal kemudian diteruskan menuju talamus  untuk meningkatkan sinyal yang kemudian diteruskan menuju otak bagian depan yang di sebut korteks prefrontal. Bagian otak tersebut berhubungan dengan pusta informasi , informasi yang datang dari berbagai memori. Yang melalui pertimbangan dan diputuskan oleh tampilan kemarahan. Tampilannya berupa perkataan yang bijak, sabar serta tenang, serta dapat mencari solusi dengan tenang.
Dalam hal yang demikian, zat neuro kimiawi otak serotonin yang ditempatkan di sistem limbik yang digunakan untuk menenangkan serta menurunkan sikap agresif. Seorang ahli mengatakan bahwa orang yang gampang emosi adalah yang kadar serotoninnya sedikit atau rendah.


Senyum adalah obat terbaik
.

VIDEO PILIHAN