Mohon tunggu...
Muhammad Saleh
Muhammad Saleh Mohon Tunggu... Freelancer - ASNeurship

Share Your Knowledge For Better Life

Selanjutnya

Tutup

Money

FKM Unhas Gelar Seminar Kewirausahaan

9 Desember 2019   08:02 Diperbarui: 9 Desember 2019   08:07 66
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
dokumentasi Universitas Hasanuddin

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin melaksanakan Seminar bertempat di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Unhas Makassar, Minggu (8/12).

Seminar dengan tema "Set Up Your Mind to be an Entrepreneur" untuk memberikan paradigma  pengusaha bagi mahasiswa.

Seminar menghadirkan mantan Menteri Pertanian Indonesia kerja 2014-2019, Amran Sulaiman yang memaparkan tentang pengalamannya sebagai pengusaha.

"Dalam era sekarang mahasiswa harus bermental baja untuk mencapai kesuksesan. Untuk berbisnis, mulailah saat engkau belum siap untuk melakukannya" imbau lelaki yang CEO Tiran Grup.

Kegiatan seminar yang diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari mahasiswa lintas fakultas di Unhas. Narasumber lain yang hadir  sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu Founder of Paccoo.com, M. Zulfikri, Founder Truzt.id, Ahmad Rafif, Unit Pengembangan dan Kewirausahaan dan Bisnis, Asdar Fajrin Multazam.

Zul menceritakan sejarah pengembangan usaha paccoo yang awalnya di mulai dari pengembangan talas menjadi sebuah produk agriculture di kampung Malakaji puncak gunung Lampobattang.

Ketakutan, doktrin tradisional dan gengsi menjadi tantangan anak muda untuk maju saat ini. Menjadi pengusaha perlu mindset dan challenges yang memiliki efek dan value kepada masyarakat.

"Kalian perlu ikuti ajang-ajang bisnis untuk mendapatkan peluang modal dalam mengembangkan usaha. Selain itu cari partner dengan skill yang berbeda untuk memulai sebuah usaha" ujar pengusaha muda sukses ini

Ahmad Rafif, Founder Truzt.id menjelaskan seputar financial planning dan in UIvestment for millenials. Mahasiswa harus merencanakan keuangan dan investasi sejak awal dengan melakukan finacial check up dan membagi pos-pos pengeluaran.

"Investasi sejak awal untuk melawan inflasi. Investasi bukan hal yang asing dan menyeramkan. Yang menyeramkan adalah investasi bodong" ujar pemuda yang juga mahasiswa ekonomi Unhas ini.

Asdar menjelaskan selama ini mahasiswa tidak memulai usaha karena terhambat modal. Untuk itu pemerintah menelurkan dana yang sangat besar untuk dukungan infrastruktur, layanan bisnis, pembiayaan dan koneksi melalui inkubator yang di kembangkan di Universitas di Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun