Mohon tunggu...
Khoiril Anwar
Khoiril Anwar Mohon Tunggu... Lainnya - Profesi sebagai pedagang

Hobi membaca dan konten favorit mengenai sepak bola dan berita politik

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

Internet Membantu Mempersiapkan Diri Menjadi Seorang Ayah

15 Juli 2022   22:43 Diperbarui: 15 Juli 2022   22:50 62 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

ayah dan anak  

sumber : koleksi pribadi

Cinta anak kepada ibunya itu hal yang biasa.

Anak yang menautkan hati kepada ayahnya itu baru luar biasa.

Dambaan menjadi orang tua pasti diinginkan oleh setiap pasangan yang telah menikah. Termasuk saya ke dalamnya. Ada perasaan excited yang menyelimuti saya ketika persalinan istri semakin dekat. Campur aduk antara senang, bingung, susah dan ah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sebentar lagi saya akan naik kelas menjadi seorang ayah. Ayah, suatu panggilan cinta yang kuat dan istimewa. Hitung mundur proses kelahiran terasa semakin membuat deg-degan karena terjadi pada saat pandemi Covid 19.

Hal yang wajar jika saya bercita-cita ingin menjadi sosok ayah yang dirindukan oleh anaknya. Dimana kesibukan saya mencari nafkah menjadi inspirasi baginya. Ketika pulang kerja saya disambut dengan teriakan hore ayah pulang. Oleh karena itulah segala persiapan saya lakukan dengan sebaik-baiknya. Sayangnya, Covid 19 benar-benar membatasi segala urusan. Bersilaturahmi kepada orang tua, saudara dan teman bagi saya adalah langkah awal belajar mengambil pengalaman. Sudah pasti pengalaman adalah guru terbaik. Saya menyakini pengalaman akan memberikan pelajaran berharga yang dapat diambil hikmahnya.

Manfaat Internet benar-benar saya rasakan saat pandemi. Internet mampu mengikis segala keterbatasan yang disebabkan Covid 19. Jarak sudah bukan lagi menjadi sebuah halangan. Tidak mampu bertatap muka langsung, dapat diatasi secara online. Kumpul-kumpul keluarga tidak perlu dilakukan di satu tempat. Cukup duduk manis di rumah sambil buka laptop atau handphone, saya dapat bersilaturahmi dengan siapa pun. Pelajaran beharga mengenai fungsi dan peran ayah, saya dapatkan langsung dari sumber yang berpengalaman. Internet menjadi solusi mendapatkan ilmu mahal dengan mudah.

Di lain waktu, istri saya tumben-tumbenan mengajak nonton. Dikira mau nonton film tak taunya diajak nonton webinar parenting. Memang akhir-akhir mendekati persalinan webinar menjadi hal rutin yang dilakukannya. Biasanya nonton sendirian, entah kenapa saat itu memaksa saya untuk ikut bergabung. Saya bersyukur telah memasang IndiHome milik Telkom Indonesia. Bukan tanpa alasan, jika cuma bersilaturahmi mungkin porsi waktunya tidak terlalu lama. Masalahnya ini webinar, membutuhkan kuota data yang besar dan harus aman di kantong. IndiHome sebagai Internetnya Indonesia menyediakan berbagai pilihan paket yang dapat disesuaikan bujet.

IndiHome mampu menghadirkan layanan internet yang cepat, stabil, handal dan canggih. Oleh karenanya, ketika saya dan istri menonton webinar terasa nyaman banget. Telkom Indonesia memang tidak main-main dalam mengeluarkan layanan produknya. Selain itu, IndiHome sebagai Internetnya Indonesia benar-benar menjangkau seluruh Indonesia.

Webinar yang saya tonton dan informasi dari internet sedikit banyak menjawab apa itu ayah. Tugas mendidik anak adalah tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Ayah harus menjadi cinta pertama bagi anak perempuannya agar tidak salah pergaulan di kemudian hari. Sosok sahabat terbaik untuk anak laki-laki harus dihadirkan oleh ayah, biar kelak jagoannya menjadi sosok yang penuh tanggung jawab dan kasih sayang. Ayah tetaplah seorang ayah, kesibukan mencari nafkah bukan menjadi alasan lantas lupa memberi perhatian pada anak.

Sebagai sosok pemimpin keluarga, Ayah memegang tanggung jawab yang besar. Masa depan anak-anaknya tertancap erat pada pundaknya. Pemimpin bukan berarti dapat memaksakan kehendak mendidik anak sesuai keinginan. Anak bukanlah robot yang dapat dikendalikan sesuka hati. Kasih sayang unsur utama dalam mendidik anak. Bimbingan ayah sangat diperlukan dalam melakukan pendidikan. Tanpa adanya bimbingan besar kemungkinan anak akan bimbang dan kehilangan arah hidupnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan