Mohon tunggu...
Khansa Tania Aqila Syahputri
Khansa Tania Aqila Syahputri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi Hubungan Imternasional Unida Gontor

Student of International Relations

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Konflik Semenanjung Korea: Ancaman Nuklir Korea Utara terhadap Korea Selatan

29 September 2022   17:34 Diperbarui: 29 September 2022   18:13 153 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salah satu penyebab umum yang menimbulkan adanya perang korea adalah karena perbedaan dan persaingan ideologi di antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Penyebab spesifik dari adanya perang konflik antara Korea Selatan dan Korea Utara yaitu pada bulan Desember 1948 diadakan sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang memberi pernyataan bahwa Korea Selatan-lah yang telah resmi disahkan dan diakui kepemerintahannya.

Mendengar hal itu, Korea Utara memanas dan marah terhadap Korea Selatan maupun Amerika Serikat, hingga pada tahun 1950 muncul lah perang diantara kedua wilayah tersebut. Dengan banyaknya pasukan tentara dan persenjataan yang dibawa oleh Korea Utara membuat Amerika Serikat khawatir terhadap pertahanan Korea Selatan. Amerika Serikat menyadari sengketa perbatasan dan perang tersebut tidak hanya sebuah konflik antara dua wilayah melainkan sebuah langkah awal para komunisme berkampanye guna mengambil alih dunia. Satu tahun kemudian, Amerika Serikat beserta pasukan militernya memasuki wilayah perang dan mengatas namakan Korea Selatan dengan alasan memiliki misi dalam memerangi Komunisme.

Perang tersebut berakhir pada tahun 1953, tetapi belum ada perjanjian perdamaian yang di tandatagani sehingga perang antara keduanya belum dikatakan berakhir seutuhnya.Selain itu, beberapa konflik skala kecil masih sering terjadi hingga saat ini.Keduanya kerap kali mengadakan percobaan perundingan damai namun belum membuahkan hasil.Hal itu disebabkan karena Korea Utara kerap kali meluncurkan percobaan nuklir pada oktober 2006 dan mei 2009.

Konsep:

Untuk menganalisa konflik tersebut, penulis mengambil konsep segitiga Johan Galtung yang dapat disimpulkan sebagai berikut:

Contradiction: Perbedaan ideologi

Adanya proxy war terjadi karena perbedaan ideologi antara Korea Utara dan Selatan.Yang mana Korea Utara didukung oleh Komunis Uni Soviet dan Republihk rakyat China, sementara Korea Selatan didukung oleh Amerika Beserta sekutu PBB nya.

Attitude: Legitimasi Penyerangan korea Utara terhadap Korea Selatan

Karena bentuk dari sikap itu berupa penyerangan, Korea Utara meluncurkan penyerangan terhadap Korea Selatan atas persetujuan Uni Soviet.Legitimasi penyerangan tersebut dilakukan dengan mengatakan bahwa pihak selatan telah lebih dulu melanggar perbatasan.

Behavior: Invasi Darat dan udara oleh Korea Utara

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan