Mohon tunggu...
Khalizha Virginia
Khalizha Virginia Mohon Tunggu... Mahasiswi Universitas Singaperbangsa Karawang

-

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Pembentukan Personal Branding Influencer Non-Selebriti Melalui Media Sosial

9 April 2021   03:13 Diperbarui: 9 April 2021   03:20 99 0 0 Mohon Tunggu...

Oleh: Khalizha Virginia Servia Zahra

Internet merupakan "dunia baru" yang penuh pesona. Sejak diciptakan, internet memikat untuk terus dieksplorasi, digali dan dikembangkan oleh para ahli dan pemerhati teknologi, serta semakin memikat digunakan oleh pengguna. 

Kehadiran media sosial merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi internet di tengah kehidupan manusia. Fenomena media sosial (dunia maya) tidak hanya menjawab kebutuhan akan medium komunikasi-interaksi sekaligus sosial bagi pengguna, namun telah berdampak kepada masyarakat digital berupa konstruksi realitas melalui pertukaran simbol sehingga terjadi pergeseran nilai dan makna baru di masyarakat saat ini. Hal ini mengubah banyak hal, termasuk mendisrupsi bagaimana informasi dan konten dipertukarkan.  

Mendadak, influencer menjadi profesi yang dengan cepat popularitasnya naik. Melalui kreativitasnya, para content maker, youtuber, selebtwit, selebgram, atau apapun istilah yang dipakai, berlomba-lomba menuangkan kreatifitasnya lewat media sosial, Media sosial dan influencer saling melekat dan tak terpisahkan. Influencer menjadikan media sosialnya sebagai wadah atau media untuk berekspresi bahkan mencari nafkah. 

Sebaliknya media sosial tidak akan tumbuh besar dan memiliki banyak akun tanpa ada influencer dan juga pengikutnyanya. Setiap influencer di media sosial tentunya mempunyai personal branding tersendiri yang membedakan mereka dengan yang lainnya. Personal Branding adalah proses membentuk persepsi masyarakat terhadap aspek-aspek yang dimiliki oleh seseorang, diantaranya adalah kepribadian, kemampuan atau nilai-nilai, dan bagaimana semua itu menimbulkan persepsi positif dari masyarakat yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai alat pemasaran (Haroen,2014:13).

Personal Branding merupakan merek pribadi dibenak semua orang yang anda kenal pada saat berpikir tentang diri orang tersebut, dan membuat seseorang unik dan berbeda dengan orang lain. Dengan personal branding, kita dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk "membeli" maupun mengontrol perilaku seseorang. 

Di era persaingan seperti sekarang ini, banyak sekali individu yang memiliki keahlian yang sama. Maka dari itu sudah semestinya membangun personal branding untuk mempertunjukkan keahlian seseorang agar lebih khas dibanding keahlian individu lainnya. Personal  branding yang dapat meningkatkan nilai jual seseorang atas keahlian yang dimiliki.

Salah satu youtuber yang juga turut membangun personal brandingnya lewat media sosial, terutama youtube  adalah Rachel Goddard, Rachel Goddard adalah salah satu Youtuber yang memiliki konten dibidang beauty yang banyak disukai oleh banyak kalangan di Indonesia. Dengan segala keunikan yang dimilikinya, Rachel Goddard kini telah menjadi youtuber ternama di Indonesia dengan total subscribers sebanyak 3,04 juta subscribers, dengan jumlah total video sebanyak 617 video dan video views sebanyak 371.484.974 kali. Kesuksesan Rachel Goddard dibuktikan dengan berbagai kerjasama yang telah dilakukannya dengan bermacam-macam brand.

Delapan konsep personal branding dari Peter Montaya (2002) digunakan penulis untuk melihat proses penbentukan personal branding Rachel  yaitu

(1)Spesialisasi (The Law of Specialization): Bahwa personal branding dapat terbentuk dengan spesialisasi tertentu yang dimiliki oleh seseorang. Personal branding memerlukan kekuatan, kelebihan dan pencapaian tertentu

(2)Kepemimpinan (The Law of Leadership): Kepemimpinan dapat dibentuk melalui keunggulan, yakni dipandang sebagai seorang ahli dalam bidang tertentu. Memiliki kekuatan untuk mengarahkan mengenai hal tertentu melalui spesialiasi yang dimiliki.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x