Mohon tunggu...
Khairunnisa MR
Khairunnisa MR Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia Jurusan Ilmu Komunikasi

life

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Efek Pandemi: Fotografer Banting Setir Jadi Content Creator

22 April 2021   00:55 Diperbarui: 22 April 2021   01:12 44 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Efek Pandemi: Fotografer Banting Setir Jadi Content Creator
Foto Raka pratama (33) sedang membuat sebuah content / dokpri

Sabtu, 10 April 2021

CIMAHI – Pandemi Covid-19 sudah satu tahun lebih melanda Indonesia, yang mana terus menjadi kekhawatiran banyak orang di berbagai belahan dunia. Banyak hal yang berubah semenjak adanya pandemi mulai dari kebiasaan hidup, pola makan, cara bergaul, sistem pendidikan, ekonomi, bahkan dari segi pekerjaan pun berubah.

Raka Pratama (33) seorang fotografer yang sudah berkecimpung selama 11 tahun ini beralih profesi menjadi content creator. “Sebenarnya semenjak pandemi tahun 2020 studio foto tempat dimana saya kerja ditutup tidak lama setelah itu teman saya memberitahu lowongan kerja menjadi content creator, karena kebutuhan jadi saya ambil pekerjaan ini,” ujarnya, Sabtu (10/4/2021).

Sebelum menjadi content creator Raka juga sempat bekerja sebagai editor di salah satu toko penjualan tas di Bandung. Karena merasa tidak cocok akhirnya ia resign dan memutuskan untuk beralih menjadi content creator. Selama menjadi content creator banyak hal yang harus dipikiran matang-matang mulai dari konsep, isi content dan makna apa yang ingin disampaikan agar dapat menyajikan berbagai macam content yang menarik khususnya bagi kaum milenial.

Lebih lanjut Raka menuturkan menjadi content creator tentunya tidak mudah harus mampu menciptakan konsep baru terlebih selama pandemi. “Membuat content itu jangan cuma content kacangan yang hanya memikirkan banyaknya jumlah penonton tetapi membuat content harus memiliki makna yang bisa diambil oleh orang lain,” Ujarnya.

Raka biasa membuat content seperti  tips and trik, lagu, dan membahas isu yang sedang ramai diperbincangkan. Ia juga sedang membangun sebuah karya podcast bersama temannya dengan tujuan memperkenalkan budaya sunda kepada kalangan milenial khususnya di Jawa Barat. Hal ini tentunya membuat content yang ia ciptakan mempunyai ciri khas tersendiri dari segi karakter, visual dan copy writing.

Maka dari itu Raka menjelaskan membuat content yang menarik dibutuhkan beberapa skill copy writing, editing, software, filming, fotografi agar bisa menarik minat masyarakat. Ada kalanya seorang content creator kehabisan ide untuk membuat karya, berbagai platform dijadikan acuan dalam mencari referensi, dan terkadang setiap karya pasti ada yang diterima maupun tidak oleh masyarakat.

“Dalam hal visual saya biasanya cari referensi melalui pinterest, instagram, atau postingan yang sedang dibicarakan untuk melakukan ATM ( Amati - Tiru - Modifikasi), hal ini merupakan cara memodifikasi sebuah karya yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru dan orang yang melihat bisa menilai bahwa karya yang dihasilkan itu bukan hasil tiruan karya sebelumnya. Disatu sisi sebagai content creator harus memikirkan headline yang tepat, unik agar menjadi daya tarik masyarakat khusunya kaum milenial,” Ujar Raka.

Pandemi covid-19 membuat dampak yang signifikan bagi content creator. “Saat pandemi ada beberapa perbedaan yang signifikan, seperti dari segi biaya yang memiliki dampak besar, selebihnya sama saja mau pandemi atau tidak yang penting customer paham dan mengerti tujuan dari content yang kita buat,” Lanjut Raka.

Raka menambahkan meski tidak mudah menjadi content creator, namun dalam bidang ini ia mendapat ilmu dan teman baru. Harapan ia saat pandemi ini untuk para content creator agar bisa bekerja sama dalam membangun sebuah karya yang lebih menarik serta mengandung isi dan makna yang dapat diambil oleh khalayak.

“Masa pandemi seperti ini harus menjadi ajang bagi kita untuk tetap berkarya dan memberikan yang terbaik bagi industri content creator khususnya di Indonesia,’’ Ujarnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x