Mohon tunggu...
Kayla Azzahra
Kayla Azzahra Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis lepas

WNI

Selanjutnya

Tutup

Gadget

Mantab! UK Siap Danai Satelit Satria 2 Meski Satelit Pertama Belum Launching

27 Februari 2022   22:35 Diperbarui: 27 Februari 2022   22:49 421
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Komitmen pemerintah Indonesia lewat kementrian Johnny Plate untuk menghadirkan internet cepat bagi bangsa ini ternyata juga disambut positif oleh negara lain. Salah satunya adalah dari Inggris atau United Kingdom. Salah satu negara maju d benua Eropa tersebut sudah siap berinvestasi di proyek satelit satria 2 meski proyek satelit satria 1 belum rampung. Artinya negara kita sudah mendapat kepercayaan tinggi di dunia global.

Tak bisa dipungkiri bahwa periode kepemimpinan Jokowi ada banyak perubahan ke arah positif. Bahkan di tengah kabar buruk pandemi, ekonomi bangsa ini bisa segera bangkit dan tumbuh. Meski ada isu negatif seputar kelangkaan minyak tanah atau program JHT yang mengikis kepercayaan publik, tapi tak menutup kesuksesan pemerintah dalam memajukan Indonesia.

Tahun ini Indonesia didapuk sebagai tuan rumah presidensi G 20 yang beranggotakan negara-negara yang menjadi pusat ekonomi dunia. Indonesia juga menjadi tuan rumah bagi ajang balap MotoGP di Mandalika yang sukses menghadirkan pembalap level internasional. Dengan segala kesuksesan tersebut, pantas jika Indonesia harus memantaskan diri sebagai salah satu calon negara maju. Salah satu syaratnya adalah tersedianya jaringan internet yang merata dan berkualitas.

Untuk itulah kementrian komunikasi dan informatika di bawah Johnny Plate tengah mengusahakan satelit satria 1 yang disusul satria 2 dan 3 untuk mendukung infrastruktur internet tanah air. Kabarnya proyek satelit satria 1 telah 50 persen rampung. Satelit 1 ini nantinya diperkirakan memiliki kapasitas 150 Gbps. Padahal kebutuhan dalam negeri ditotal mencapai 1 Tbps. Artinya diperlukan satelit lanjutan untuk melengkapi kekurangan tersebut.

Kita harus berterima kasih banyak pada negara Inggris yang bersedia mengulurkan tangan untuk mendanai satelit lanjutan. Karena ini juga berarti bahwa Inggris mendukung penuh upaya pemerintah Indonesia dalam memajukan Indonesia. Duta besar Owen Jekins menyebutkan bahwa pemeirntahannya dan perusahaan Airbus yang didukung pembiayaan UK Export Financing akan membantu pemerintah Indonesia dalam menyuapkan kebutuhan akses internet. Lewat keuangan ekspor Inggris, pihaknya akan mendukung pekerjaan luar biasa yang dilakukan Johnny Plate selaku Menkominfo dalam menyediakan akses internet di seluruh nusantara.

Johnny Plate menjelaskan jika satelit satria 2 sama dengan satelit satria 1 yang juga berjenis High Throughput Satellite (HTS). Hal yang membedakan adalah rancangan generasi kedua akan dilakukan oleh Airbus dan berkapasitas 300 Gbps, sedang generasi pertama oleh Thales Alenia Space. Untuk satelit satria 1 sendiri kabarnya akan diluncurkan lewat roket Falcon 9 kepunyaan SpaceX pada pertengahan tahun 2023 dan beroperasi pada November 2023.
Tujuan peluncuran satelit diantaranya agar kecepatan internet di Indonesia semakin cepat dari sebelumnya, selain untuk menyelimuti area yang belum tersedia akses ke dunia maya. Satelit ini nantinya juga akan melengkapi pembangunan jaringan tulang punggung fiber optik, yakni Palapa Ring atau yang dikenal dengan 'tol langit' yang sudah dibangun. Bakti Kominfo juga akan menghubungkan jaringan tersebut dengan Palapa Ring Integrasi yang akan dibangun nantinya.

Sebagai informasi, Satelit Satria-1 sendiri memiliki fungsi mengkoneksikan 150 ribu titik di seluruh Indonesia, terdiri dari 93.900 titik pendidikan, 47.900 titik pemerintah daerah, 3.900 titik pertahanan dan keamanan, dan 3.700 titik kesehatan. Untuk memberi dukungan pengoperasian satelit Satria-1, sebanyak 11 stasiun Bumi yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dibangun. Stasiun tersebut akan dijadikan penghubung komunikasi antara satelit Satria-1 dan teknisi yang ada di Bumi. Lokasi stasiun Bumi antara lain di Batam, Cikarang, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, dan Jayapura.

Sedang stasiun bumi yang di Cikarang memiliki perasn sebagai stasiun pusat pengendali satelit primer, network operation control, dan gateway Satria yang merupakan satu kesatuan dari proyek nasional ini. Stasiun bumi ini akan berfungsi untuk mengendalikan dan mengawasi pergerakan satelit Satria-1, melakukan manajemen jaringan agar sesuai dengan standar kestabilan layanan, serta sarana komunikasi data antara satelit Satria-1 dengan Bumi.

Semoga saja kerja sama antara pemerintah Indonesia yang diwakili kominfo dan pemerintah UK bisa memperkuat jaringan internet di nusantara. Dengan semakin banyaknya wilayah yang terhubung koneksi internet dan tingginya kecepatan akses, bisa dipastikan perekonomian bangsa diharapkan juga ikut terdongkrak. Apalagi di era sekarang yang semua transaksi mengandalkan internet.

Salam Indonesia Maju!

Referensi:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun