Mohon tunggu...
SpotiCay (Kautsar L. Ramadhan)
SpotiCay (Kautsar L. Ramadhan) Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Teknik Kimia, Nikmati juga konten menarik SpotiCay di platform lainnya (Instagram, Youtube, Spotify, Tiktok)

Teknik Kimia | Pengetahuan | Mitologi | Kisah Pribadi | Opini |

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Maeslantkering, Penghalang Badai yang Membuat Belanda Tidak Tenggelam Menghadapi Climate Change

6 Desember 2022   16:00 Diperbarui: 6 Desember 2022   16:02 166
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cover Maeslantkering (Dokumentasi Pribadi via chron.com)

Pada bulan Januari 1953, gelombang pasang mengguncang Laut Utara. Gelombang raksasa membanjiri garis pantai Belanda, menewaskan hampir 2.000 orang. 54 tahun kemudian, badai serupa mengancam wilayah itu. Tapi kali ini, Belanda sudah siap. 

Saat air mulai naik, sensor komputer canggih mengaktifkan protokol darurat. Selama 30 menit kemudian, sepasang lengan baja 240 meter menutup, melindungi saluran air di depannya. Menggunakan sambungan bola seberat 680-ton, penghalang bergerak seirama dengan angin dan deru ombak. Pagi harinya, badai telah berlalu dengan hanya sedikit banjir.

Aktivasi lapangan pertama oleh Maeslantkering telah sukses besar. Sebagai salah satu struktur bergerak terbesar di bumi, penghalang gelombang badai ini merupakan kehebatan teknologi manusia. Tapi Maeslantkering hanyalah salah satu bagian dari sistem pengaturan air yang terintegrasi yang dikenal sebagai Delta Works--- proyek pencegahan banjir tercanggih di dunia.

Belanda memiliki sejarah panjang dengan pengelolaan air. Negara ini terletak di sepanjang tiga sungai besar Eropa, dan hampir seperempat wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Geografi ini membuat wilayah ini sangat rawan banjir.

Sedemikian rupa, sehingga beberapa badan pemerintahan Belanda yang pertama adalah "dewan / kementrian air" informal yang mengatur proyek perlindungan banjir. Namun setelah badai 1953, pemerintah Belanda mengambil langkah formal.

Mereka membentuk Komisi Delta, dan menugaskan mereka untuk melindungi seluruh wilayah barat daya. Berfokus pada kota-kota padat penduduk, tujuan mereka adalah mengurangi peluang banjir tahunan di bawah 1 tiap 10.000--- sekitar 100 kali lebih aman dari rata-rata kota pesisir. Untuk mencapai tujuan mulia ini diperlukan berbagai proyek infrastruktur di sepanjang pesisir barat daya. 

Garis pertahanan pertama adalah membendung muara yang rawan banjir di wilayah itu. Jalur air ini mengalirkan banyak sungai di negara itu menuju Laut Utara, dan selama badai mereka membuat air banjir mengalir ke daratan. 

Dengan menggunakan serangkaian bendungan, Komisi Delta mengubah muara-muara ini menjadi danau luas yang berfungsi sebagai cagar alam dan taman wisata.

Namun, solusi ini tidak akan bekerja untuk Nieuwe Waterweg. Sebagai jantung industri pelayaran lokal, jalur ini harus tetap terbuka dalam kondisi aman, dan dibarikade saat terjadi badai. 

Pada tahun 1998, Maeslantkering selesai menyediakan perlindungan fleksibel yang diperlukan. Di samping pelindung tambahan, seperti tanggul rumput dan tembok laut beton, benteng-benteng ini merupakan bagian terbesar dari proyek Delta Works, yang fungsi utamanya untuk menahan badai lautan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun