Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

AHY dan Senjata Makan Tuan

3 Februari 2021   20:36 Diperbarui: 3 Februari 2021   20:57 638 47 16 Mohon Tunggu...
Lihat foto
AHY dan Senjata Makan Tuan
Gambar: postwrap/katedrarajawen

Katedrarajawen _Diari buat saya bukan sekadar untuk mencurahkan isi hati, tetapi lebih dari itu. Mencatat peristiwa kehidupan, lalu menyelami dan mereguk makna pemelajarannya.

Rabu, 16.40 WIB 

Hari-hari ini mata selalu tertuju pada berita yang tersaji, baik di media sosial maupun di televisi. Tentang anak muda pemimpin sebuah partai. Anak dari mantan presiden. 

Orang-orang menyebutnya AHY. Keren, kan? AHY ramai menjadi pembahasan karena mengumumkan tentang adanya rencana kudeta di partainya. Ia mencurigai ada peran orang dekat Presiden Jokowi maka--katanya--ia sudah berkirim surat ke Pak Jokowi mempertanyakan masalah ini. Makin keren, kan? 

Awalnya mungkin berniat mau gagah-gagahan atau mau mencari perhatian agar seluruh negeri tahu sekalian promosi. Ternyata, yang didapat malah sebaliknya. Wah, ini tidak keren dong. 

Orang terdekat Pak Jokowi dimaksud justru menuai hasil yang menyenangkan. Sepertinya salah perhitungan, salah feng sui atau salah jimat. 

Apa yang dilakukan AHY, yakni membuka masalah internal partai ke publik sampai bawa-bawa nama presiden ibarat senjata makan tuan. Istilahnya mau bacok orang yang kena tangan sendiri. Berdarah, kan? 

Jadi ingat pengalaman sendiri atas istilah senjata makan tuan ini. Pengalaman pahit dan menyakitkan. 

Sebagai manusia namanya curhat pasti pernah. Apalagi kepada teman yang sudah dianggap dekat dan baik pula sehingga tiada rahasia lagi. 

Saat lagi curhat ya apa adanya. Tidak ada yang ditutupi. Termasuk urusan pribadi. Percaya saja. Namanya teman baik. Jadi, tidak memikirkan hal macam-macam ketika curhat. Misalnya nanti akan ditusuk dari belakang. 

Namun apa yang terjadi di kemudian hari? Duh, seorang teman yang sudah dianggap baik ternyata bisa berbalik menikam. Entah apa sebabnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x