Mohon tunggu...
Pemerintahan

Kelompok Kepentingan dalam Demokrasi

2 Desember 2019   19:52 Diperbarui: 2 Desember 2019   20:00 0 0 0 Mohon Tunggu...

Menurut kamus Merriam Webster, kelompok kepentingan dapat definisikan sebagai 'sekelompok individu dengan kepentingan bersama yang sering kali memberikan dasar untuk tindakan'.

Kelompok kepentingan dalam konteks politik adalah kumpulan orang-orang dengan tujuan yang sama; untuk mempengaruhi opini publik dan kebijakan yang diambil oleh para figur otoritas. Pengelompokan dapat didasarkan dari ideologi, agama, moral, atau komersil. Tujuan mereka dapat diarahkan untuk menguntungkan satu segmen masyarakat, atau masyarakat secara umum. Mereka mencapai tujuan lewat kampanye untuk mempengaruhi opini masyarakat dan melobi para pembuat kebijakan.

Sebagai contoh historis, salah satu kelompok kepentingan yang paling sukses dalam mencapai tujuan mereka adalah Anti-Saloon League, yang mengadvokasikan pelarangan pembuatan minuman beralkohol di Amerika Serikat. Dipimpin oleh Wayne Wheeler, seorang anti-alkohol fanatik, kelompok ini mempercayai bahwa alkohol dan para peminumnya secara inheren bersifat immoral, dan pelarangan alkohol tidak hanya memperbaiki moral masyarakat, namun juga meringankan beban ekonomi kelas menengah-kebawah. 

Dengan kampanye publik, manipulasi berbagai politikus dari kedua partai, dan mendorong sentimen anti-Jerman setelah Perang Dunia I, ASL mempengaruhi mayoritas masyarakat dan politikus untuk menyetujui Amandemen ke-18 dan Volstead Act yang secara formal melarang pembuatan dan distribusi minuman beralkohol di Amerika Serikat. 

Walaupun tidak terlibat secara langsung dalam pemilu atau terorgnisasi sebagai partai politik, kelompok kepentingan sering disebut sebagai 'Anonymous Empires' karena mereka memiliki cukup kekuatan politik untuk mempengaruhi berjalannya sistem politik suatu negara. Pengaruh yang dipegang beberapa kelompok kepentingan dapat mengubah jalannya suatu pemilu, dalam mendukung satu kandidat dan/atau menentang kandidat lainnya, dan para kandidat akan memanfaatkan dukungan berbagai kelompok sesuai dengan platform yang mereka ajukan dan perjuangkan.

Kelompok kepentingan merupakan satu faktor penting dalam berjalannya demokrasi pluralistik yang sehat. Peran mereka dalam agregasi kepentingan menjadi kekuatan politik nyata menggeser peran partai politik yang terlalu 'umum' dalam representasi berbagai kepentingan yang lebih spesifik. Kelompok kepentingan juga mendorong demokrasi yang sehat dalam membuka jalan alternatif untuk partisipasi dalam politik dan memberi edukasi politik alternatif ketimbang lewat partai politik atau media.

Namun, dengan banyaknya kelompok kepentingan yang berada dalam suatu negara, kompetisi antara kelompok menjadi tidak terhindarkan, dan konflik antara berbagai kelompok dan kepentingan yang didorong masing-masing kelompok berpotensi melemahkan demokrasi, terutama dalam politik negara berkembang dimana manuver politik yang dilakukan kelompok kepentingan dapat dilakukan dengan cara-cara yang kurang mulia.

Terdapat juga kemungkinan dimana suatu kelompok minoritas dengan kekuatan politik yang terlalu besar mendominasi sistem politik dimana mayoritas masyarakat tidak mendukung mereka atau kepentingan mereka. Terdapat juga kemungkinan dimana kepentingan yang diadvokasi suatu kelompok tidak menjadi representasi akurat atas keinginan anggota-anggotanya, karena posisi kepemimpinan biasanya tidak dipilih dengan pemungutan suara. Karena itu, opini yang dimiliki pemimpin kelompok tidak selalu sama dengan opini para anggotanya.

Kelompok kepentingan, disebut juga sebagai Interest Group atau Advocacy Group merupakan salah satu entitas penting yang diperlukan demokrasi sehat sebagai dimensi partisipasi politik. Namun di sisi lain, jika tidak diawasi, kelompok kepentingan dapat membahayakan demokrasi jika kepentingan mereka bertentangan dengan kepentingan umum.

sumber:

https://www.merriam-webster.com/dictionary/interest%20group

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN