Kartika Kariono
Kartika Kariono Advokat

Mengalir mengikuti kata hati dan buah pikiran

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan

"SoTR" Itu Apa Sih?

4 Juni 2018   17:26 Diperbarui: 4 Juni 2018   17:29 862 5 2
"SoTR" Itu Apa Sih?
Sumber:DailyMoslem.com

"Soter itu apa, Nda?", tanya putraku.
"Heh? Sorter? Tukang sortir?"jawabku sekenanya.
"Tukang sortir apa Nda tawuran malem-malem?"dia ngedumel.
Ah..ternyata dia sedang nonton berita pagi ini di Kompas Tv soal tawuran Sahur on The Road.
"Oh...itu sahur on the road, maksudnya bersahur bareng-bareng di jalanan, berbagi dengan kaum dhuafa"sahutku dengan nada sok bijak.
Mulai siap-siap pertanyaan lanjutan "kok bisa baku pukul?"tanyanya.
Sudah kuduga, "bukan es ow ti ar nya Kak yang  menjadi penyebab baku pukul, pasti alasan lain. Ya sama kayak kakak shalat jumat bareng temen-temen, terus dorong-dorongan, ada yang jatuh, terus baliknya berantem. Ya bukan salah sholat jumatnya kan?"tukas saya sambil melirik.
Dia ambil ancang-ancang pura-pura gak dengar, cari aman dari omelan emaknya atau setidaknya mengambil jalan aman dari interogasi.
Menunggu sih jawaban dia "ah, tau dari mana?"sebagai cara dia menyangkal.
Tapi tuh bocah sudah tau bahwa diam adalah "pledooi" teramannya saat ini.
Ha ha... bagaimana dia bisa menyangkal berantem mulut (semoga tidak sampai baku pukul) pasca shalat jumat atau lari-larian di masjid adalah sebuah kebiasaan nya yang belum menemukan pola positifnya.
Nasib anak dibesarkan orang satu kampung. Hal begitu sih emaknya akan dikasih tahu oleh wak, paman, sampai mbah-mbahnya.
Saya sebenarnya juga susah menjelaskan apa itu SoTR, karena saya tidak pernah menjalaninya.
Meskipun salah satu agenda reuni kami tahun lalu adalah itu, juga tahun ini salah satu agenda bakti sosial sayap asosiasi profesi saya bernaung tahun ini.
Saya tidak ikutan turun ke jalan, biarlah semangat membara para pembela hukum muda saja yang turun ke jalan.
Aku? ya ampun, untuk bangun pagi saja susahnya minta ampun. Nasi dan lauk buat sahur aja yang praktis, sebagaimana cerita saya sebelumnya.
Sahur itu waktu berharga, sayang sekali jika dilewatkan. 

Kebersamaan dengan keluarga saat menikmati makan di jam-jam yang paling tidak bernafsu (kecuali makan pempek) hanya dapat dinikmati sekali setahun.
Mata ini melek hanya ingat hadits aja "bersahurlah, karena di dalam sahur terdapat keberkahan".
Dan benar sekali, saat sahur setidaknya kita menyadari nafsu makan ternyata nikmat luar biasa, meski harus dikontrol. Karena itulah ada penggemblengan melalui ibadah ramadan.
Kembali ke SoTR, sama seperti kegiatan lain. Ada yang negatif dan  positif, kembali pada niatnya masing-masing.
Apakah benar-benar berniat berbagi amal atau cuma kegiatan hura-hura untuk melampiaskan nafsu hedon semata.
Jika demikian, ada baiknya perenungan kembali deh niat kita berpuasa, juga perlu pertimbangan lebih besar manfaat atau mudhorat?.