Karya Inovasi (Karinov)
Karya Inovasi (Karinov) Freelance

Content writer. Menulis hal yang bermanfaat, menggeluti dunia bisnis serta pengembangan ukm ekspor di Karinov.co.id

Selanjutnya

Tutup

Fesyen Pilihan

Sudah Tahu Jenis-Jenis Batik Nusantara? Ini Penjelasannya

28 September 2018   04:56 Diperbarui: 28 September 2018   06:57 458 0 0
Sudah Tahu Jenis-Jenis Batik Nusantara? Ini Penjelasannya
motif batik ciptoning warisan tradisi nusantara

Ada berbagai macam motif batik yang ada di Indonesia dan inilah yang menjadikan daya tarik tersendiri dari kain batik itu. Setiap daerah di tanah air mempunyai motif batik sendiri-sendiri sesuai dengan karakter yang ada di masyarakat tersebut. Misalnya untuk kain batik daerah pesisir pantai memiliki motif yang identik dengan pesisir seperti hiasan ikan atau binatang laut lainnya. Berbeda lagi dengan motif batik daerah pedalaman yang sangat identik dengan ciri-ciri alam dan ornamen baik tumbuhan maupun hewan. Semua jenis motif batik nusantara yang ada di Indonesia semua memiliki ciri khas sendiri-sendiri, seperti contohnya adalah:

1. Batik Motif Ciptoning


Motif batik nusantara yang satu ini biasanya digunakan oleh orang yang dituakan atau dijadikan pemimpin di daerah itu. Seorang pemimpin yang menggunakan batik motif ciptoning ini filosofinya agar ia bisa menjadi seorang pemimpin yang bijak. Yang bisa memberi contoh dan suri tauladan yang baik terhadap semua rakyat yang dipimpinnya.

Namun pada kenyataannya batik motif ciptoning ini tidak hanya diperuntukkan bagi pemimpin saja. Tapi juga untuk setiap manusia agar bisa memimpin dirinya sendiri ke arah yang lebih baik lagi.

2. Batik Motif Pari Kesit

motif batik parikesit
motif batik parikesit

Batik motif ini mengandung makna (arti) bahwa dalam mencari keutamaan harus dilandasi dengan kerja keras dan kegesitan juga. Namun usaha tersebut jangan sampai bertentangan dengan aturan dan norma yang berlaku di masyarakat. Kerja keras dan gesit tapi dilandasi oleh cara yang kotor pasti akan berakibat buruk buat dirinya sendiri.

3. Motif Batik Sido Luhur

Batik nusantara dengan motif Sido Luhur ini bagi orang Jawa memiliki makna (arti) keluhuran. Makna dari keluhuran di sini adalah mencari keluruhan dari segi materi dan non materi. Arti dari keluruhan materi adalah tercukupinya semua kebutuhan ragawi dengan baik. Hal ini bisa didapatkan dengan cara kerja keras sesuai profesi, kedudukan dan pangkat dalam masyarakat dan dengan cara yang halal.

Sedangkan yang dimaksud dengan keluruhan non materi adalah keluhuran tindakan dan budi pekerti dari orang itu sendiri. Seseorang bisa dipercaya jika memiliki budi pekerti yang baik sehingga bisa dianggap dia memiliki keluruhan non materi. Sebaik-baiknya manusia hidup di dunia adalah manusia yang bisa memberi manfaat bagi orang lain.

4. Motif Batik Sido Drajad

Batik jenis Sido Drajad ini merupakan batik nusantara yang biasa dipakai oleh para besan dalam acara pernikahan. Cara pemakaian dari kain batik motif ini juga memiliki makna tersendiri. Misalnya pemakaian pada anak-anak dengan cara sabuk wolo agar anak-anak dapat bergerak dengan bebas.

Secara filosofi dapat diartikan jika sabuk wolo dipakai pada anak-anak maka mereka masih bisa bergerak dengan bebas di masyarakat. Dalam arti anak-anak belum dewasa dan belum memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat sekitar.

5. Motif Batik Sido Mukti

Bagi masyarakat Jawa motif batik Sido Mukti mempunyai arti (makna) sebagai sumber kemakmuran. Yang dimaksud dengan kemakmuran di sini adalah kemakmuran hidup di dunia maupun kemakmuran hidup di akhirat kelak. Kemakmuran hidup secara lahir batin hanya bisa tercapai jika diikuti dengan usaha keras, budi pekerti dan perilaku yang baik masyarakat.

6. Motif Batik Cuwiri

Termasuk salah satu jenis batik nusantara yang biasa digunakan pada acara mitoni. Acara Mitoni merupakan bentuk tradisi masyarakat Jawa guna memperingati 7 bulanan bayi yang masih berada dalam kandungan. Sedangkan Cuwiri sendiri menurut istilah masyarakat Jawa berarti secara kecil-kecilan. Yang dimaksud di sini mungkin mitoni ini merupakan acara tradisi masyarakat Jawa secara sederhana (kecil-kecilan).