Mohon tunggu...
Cuham Beib
Cuham Beib Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pernah Penyintas Kerjaannya Menulis (PPKM) . Silahkan berkenan mampir dimari : https://anyflip.com/homepage/icurr/

Penulis amatiran. Penikmat sepeda. Aktivasi sering di forum/komunitas dan kegiatan kerelawan/surveyor lingkungan, sosial, kesehatan, dan transportasi. Kontributor tulisan di media-media berbasis online.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Mari Menjaga Kelestarian Taman Kota

27 Juli 2021   09:50 Diperbarui: 27 Juli 2021   10:11 129 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mari Menjaga Kelestarian Taman Kota
Taman Kota. Foto : cuham

Selain sebagai Ruang  Terbuka Hijau (RTH), taman bermanfaat secara ekologis dan sosial, berfungsi sebagai tempat aktivasi masyarakat seperti untuk olah raga, berkumpul, berdiskusi, belajar, ajang kreativitas dan sebagainya.Ada pula yang hanya berfungsi sebagai penyejuk, penyegar dan menghijaukan kota saja tanpa ada aktivitas masyarakat di situ.

Namun faktanya memang banyak  taman yang keberadaannya lebih banyak dimanfaatkan oleh para pedagang atau tempat tidur para tuna wisma dan orang gila sehingga terlihat kumuh  jauh dari kesan sebuah taman yang berfungis sebagai penghilang kepenatan dan penghias kota.

Terlepas dari kondisi tersebut,  masih banyak  taman yang memang dinilai cukup baik dan terawat, apalagi saat ini beberapa para kepala daerah tengah gencar-gencarnya mempercantik kotanya dengan membangun taman-taman tematis atau memperbaiki yang sudah ada dan dikelola dengan lebih baik, tinggal tanggung jawab masyarakat untuk memanfaatkannya dengan turut berperan untuk menjaga dan memeliharanya. 

aktivasi di ruang terbuka hijau. Foto : Cuham
aktivasi di ruang terbuka hijau. Foto : Cuham


Pentingnya Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Permintaan akan pemanfaatan lahan kota yang terus tumbuh dan bersifat akseleratif untuk pembangunan berbagai fasilitas perkotaan, ter-masuk kemajuan teknologi, industri dan transportasi. Hal ini sering meng-ubah konfigurasi alami lahan/bentang alam perkotaan juga menyita lahan-lahan tersebut dan berbagai bentukan ruang terbuka lainnya.

Memelihara Hutan Kota. Foto Walhi Jabar
Memelihara Hutan Kota. Foto Walhi Jabar

Kedua hal ini umumnya merugikan keberadaan RTH yang sering dianggap sebagai lahan cadangan dan tidak ekonomis. Di lain pihak, kemajuan alat dan pertambah-an jalur transportasi dan sistem utilitas, sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan warga kota, juga telah menambah jumlah bahan pencemar dan telah menimbulkan berbagai ketidak nyamanan di lingkungan perkota-an.

Untuk mengatasi kondisi lingkungan kota seperti ini sangat diperlukan RTH sebagai suatu teknik bioengineering dan bentukan biofilter yang relatif lebih murah, aman, sehat, dan menyamankan.  Idealnya sebuah kota besar harus memilki minimal 30% Ruang Terbuka Hijaunya

Penyebab kurangnya RTH, kemungkinan besar akibat kebijakan pemerintahnya dalam pemanfaatan lahan kota cenderung lebih mengutamakan untuk pertumbuhan laju pembangunan. Kita bisa menyaksikan bagaimana tumbuh suburnya pusat-pusat pertokoan, pusat-pusat pembelajaan dan gedung-gedung bertingkat lainnya seperti tak terkendali, bahkan banyak lahan-lahan hijau yang dialihfungsikan menjadi bangunan-bangunan megah dengan alasan kemajuan tehnologi, industry dan transportasi.

Jadi jangan heran kalau suatu kota akhir-akhir ini sering dilanda cuaca ektrim, saat musim kemarau akan terasa panas sekali dan membuat sangat gerah serta kekeringan. Saat musim hujan terjadi banjir atau genangan air yang luar biasa menyesakan. Jika ini dibiarkan begitu saja maka dikhawatirkan kesejukan dan kenyamanan kota hanya tinggal kenangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x