Mohon tunggu...
Muhammad Suud
Muhammad Suud Mohon Tunggu... Guru - Foto diambil di rumah sambil membaca buku

Menyukai buku, menulis dan aktif sebagai pendidik di SMK Muhammadiyah 6 Modo, Lamongan Pengasuh kajian Islam dan keilmuan beberapa channel telegram

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Bahagia Ada di Rumah Sempit

9 April 2022   13:53 Diperbarui: 9 April 2022   14:02 518
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Perjalanan di hari ramadhan ini, Selasa (5/4/2022), sungguh sangat mengesan dalam hati. 

Hampir 1 jam hujan lebat belum reda. Dua kali saya terpaksa berteduh. Rehat pertama jelang adzan maghrib. Menikmati lezatnya makan berbuka. "Ayam goreng mas," kataku pada penjual bersama istri. 

Betul kata Rosul lewat hadist Qudsi, "Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya." 

Berkali-kali tenda ukuran 2x3 bergoyang hebat diterpa angin. Sampai saya selesai makan, hujan belum redah. Bismillah saya pasang mantel dan mengamankan 1 box kertas. Perjalanan berlanjut.

Sambil terus berdoa, semoga baik-baik. Hujan semakin deras, disertai kilat dan halilintar. Saya harus memutuskan untuk berhenti di warung kopi tepi jalan raya sisi kiri. Puluhahan anak muda nongkrong di dalamnya sambil menikmati derasnya jaringan wifi. Saya sempat kaget, 10 menit lampu padam. Suasana gelap.

Hujan sedikit  reda, saya melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. 5 menit berlalu, hujan kembali menggenangi jalan-jalan yang kami lalui. Beberapa mobil besar juga menerobos. 

Untuk ketiga kalinya, saya berhenti diwarung kopi yang cukup ramai, sisi kiri jalan. Dusun Tlanak Desa Tlanak Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Baju sudah separoh basah, walau sudah ketat memakai mantel. Alhamdulillah box kertas aman. "Teh hangat pak," pesanku pada lelaki pemilik warung. Kalau nggak salah dengar orang-orang memanggil "Man". Dia tinggi, agak hitam, tapi manis. Melayani dengan ramah. Senyuman terus ditebarkan. 

Saya amati sekelilingnya. Di dalam warung ada 2 anak lelaki yang turut membantu ayahnya menata tikar. "Njenengan rumahnya di mana, pak?", tanyaku memberanikan diri. "Ya di sini, Pak", jawab bapak itu dengan lembut. "MasyaAllah", gumamku dalam hati. 

Tidak lama, seorang wanita keluar dari bilik kamar yang hanya terhalang dengan selembar kain selambu. "Oh, ternyata, dia istrinya". Dia menebar senyum dan berbaur dengan dua anaknya yang asyik memegang HP. 2 Lelaki seusia SD kelas V nampak berbahagia dan tertawa setelah baju pesanannya datang. 

Sepasang kaos seharga 35 ribu, bisa membuat mereka riang gembira, sambil memeragakan tanda kebahagiaan. Anak-anak itu, melupakan tetesan hujan dari balik genteng rumahnya. Tidak peduli dengan sempitnya rumah, yang hanya 2 meter x 7 meter.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun