Mohon tunggu...
Jaja Zarkasyi
Jaja Zarkasyi Mohon Tunggu... Saya suka jalan-jalan, menulis dan minum teh

Traveller, penulis dan editor

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Di Tatapan Terakhir

12 Juni 2019   15:23 Diperbarui: 12 Juni 2019   15:41 0 1 0 Mohon Tunggu...

"Kenapa tidak kau tuntaskan membacanya?"

"Tidak apa-apa. Hanya lelah saja"

"Boong!! Matamu masih tajam memandangku."

"Benar, Sobat. Aku lelah dari pagi harus memandangi laptop"

Segera kumatikan laptop, memasukannya kedalam tas. Kuambil sebotol aqua sekedar melepas rasa lelah.

Kereta kami berjalan pelan, sebelum akhirnya melesat menembus kegelapan malam Kota Jogja yang masih saja ramai.

Setelah berhari-hari, akhirnya kelas juga tugas yang tak pernah aku inginkan.

Ko bisa?

Rasanya enggan saat melihat surat tugas memerintahkanku pergi ke kota ini. Bukan karena makanannya, keramahanya itu yang membuatku tersiksa.

"Berdamai sajalah, bro. Jangan pilih-pilih tugas. Ini jalan yang Tuhan berikan. Jangan ditolak" Begitu sahabatku, Syamsul, biasa menasehatiku saat rasa malas menghinggapi.

Sejak satu bulan ini mereka tak lagi sepenuhnya mempercayai apa yang kuucapkan, bahkan yang aku tulis sekalipun. Sepertinya rasa curiga itu terlalu besar. Cuekin saja, begitu saja cara berdamai yang paling nyaman.

"Kamu ngomongnya aneh, bro. Ga fokus!"

"ia, kerjaan ga kelar-kelar. Yang ada kita harus ikut beresin"

"Aneh, biasanya kamu paling cepet beresin kerjaan. Kesambet apa seh di Jogja?'

Dan masih ada sederet ungkapan para partner kerjaku yang kerap bertanya tentang aku yang aneh ini.

Perasaanku agak aneh sejak kunjungan di awal tahun ini. Ya, meski kerap bolak balik Jakarta-Jogja, namun kali ini kutemukan kekaguman yang tak biasa. Meski tak bisa keujelaskan makna kekaguman itu. Itu seperti wangi yang tak terlihat tapi begitu nyata dirasakan.

"Ati-ati, itu tandanya GPS mu rusak. Segera perbaiki, bisa keseringan kesasar kalau rusak,' kata sahabatku, Indra, seorang ahli di bidang mitologi Jogja. Entahlah!

**

"Bicara sama kamu butuh waktu untuk memahaminya"

"Ah masa seh!! Perasan biasa saja"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4