Mohon tunggu...
Kaleb Haryanto
Kaleb Haryanto Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Kemoterapi Haruskah Dilakukan?

25 September 2017   22:53 Diperbarui: 25 September 2017   23:14 4992 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Kemoterapi adalah salah satu hal yang sering diperdebatkan dalam kalangan publik soal kebolehannya menangani pasien - pasien kanker. Tak jarang kemoterapi digunakan oleh para dokter walaupun kenyataannya hal ini tidak menyembuhkan para pasian penyakit kanker. Penyakit kanker sendiri menyerang mulai dari skalar sel sampai manusia itu sendiri. Sel sendiri akan membentuk jaringan jika memiliki fungsi yang sama, dan jaringan akan membentuk organ hingga akhirnya terbentuklah manusia.

Sebelum masuk ke kemoterapi, kita harus pertama mengerti apa itu penyakit kanker. Kanker sendiri merupakan keadaan dimana sel sudah mulai tumbuh tidak terkendali, menyerang jaringan lainnya, dan berimigrasi ke jaringan tubuh lain. Dengan kata lain sel kanker merupakan sel tak terkontrol. Gejala - gejala penyakit kanker sendiri adalah turunnya performa tubuh, ditandai dengan stamina menurun, turunnya berat badan, dan biasanya akan merasakan rasa nyeri pada lokasi dimana kanker itu menyerang. Hasil dari penyakit kanker sendiri bisa berakibat fatal. Sebagai contohnya, jika sel kanker yang tumbuh di usus menyebar hingga ke seluruh dinding sel, maka sel kanker bisa masuk ke kandung kemih, dan dari kandung kemihlah sel kanker dapat masuk ke aliran darah sehingga dapat tumbuh di organ - organ yang vital seperti otak dan jantung.

Penyebab penyakit kanker sendiri ada bermacam-macam, yang pertama ada faktor usia. Biasanya penderita penyakit kanker adalah orang-orang yang berusia sekitar 45 tahun ke atas. Fator lain juga bisa dari dari kebiasaan buruk penderita itu sendiri, mungkin dari kebiasaan merokok, meminum minuman beralkohol, atau mingkin bisa dari penggunaan obat-obat terlarang. Tinggal di daerah perindustrian juga bisa mempertinggi penyebab presentase terkena penyakit kanker dibandingkan tinggal di perdesaan, sehingga fator selanjutnya adalah faktor lingkungan kita tinggal. Diet bisa menjadi penyebab kanker dikarenakan tubuh kita akan kekurangan dengan makanan-makanan berserat yang bisa memancing tumbuhnya sel kanker di saluran pencernaan. Jika ada seseorang terkena kanker, maka kemungkinan keturunannya dapat menderita kanker lebih mudah dari pada orang biasa lainnya. Virus yang menyerang tubuh kita juga bisa jadi alasan, contohnya adalah virus HIV yang dapat menyebabkan terbentuknya kanker limfosit. Radikal bebas juga merupakan penyebab dari kanker. Radikal bebas sendiri adalah merupakan molekul yang kehilangan satu elektron dari pasangan elektron bebasnya, dan terbentuk dari racun-racun kimiawi yang terdapat pada makanan dan minuman, polusi udara, dan radiasi sinar UV. Yang terakhir adalah hasil dari setres dan gangguan emosional, yang merubah sel dalam diri kita menjadi sel ganas dan akhrinya menimbulkan kanker.

Oleh sebab itu, seorang ahli biologi bernama Paul Ehrlich menciptakan kemoterapi, yang tujuannya adalah menyembuhkan penyakit kanker dengan cara menghambat atau menghentikan pertumbuhan kanker pada tubuh manusia. Cara kerja kemoterapi adalah fase mitosis pada sel - sel yang berkembang secara cepat, dan diharapkan supanya menghambat pertummbuhan tidak terkontrol dari sel kanker. Maka hasil dari kemoterapi ini akan merusak semua sel yang sedang aktif berkembang, seperti rambut, sehingga rata-rata orang yang selesai melakukan kemoterapi akan mengalami kebotakan. Bukan hanya rambut, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit pasti akan menurun karena tidak terjadi perbanyakan sel. Maka pasien akan mengalam gejala mual dan muntah, disertai dengan perontokan rambut, semua itu disebabkan oleh sel yang seharusnya terus berkembang berhenti melakukan perkembangan bahkan mati.

Jadi setelah membaca teori yang ada di atas, seharusnya kita mulai tau hubungan antara sel kanker dan kemoterapi. Jadi seperti yang kita sudah tau bahwa pasien-pasien kanker membutuhkan kemoterapi dikarenakan kemoterapi seolah-olah merupakan satu - satunya jalan bagi para pasien menuju kesembuhannya, sehingga kebanyakan pasien kanker akan setuju melakukan kemoterapi jika dianjurkan dokter. Sebab kegunaan sel ini sendiri adalah mengontrol sel -  sel yang tumbuh secara tidak normal. Kemoterapi diharapkan bisa untuk menghentikan pertumbuhan, penyebaran, bahkan membasmi sel kanker yang ada di tubuh manusia. Kemoterapi yang diberikan juga tidak asal, dokter akan terlebih dulu menganalisa kanker yang diderita pasien, mulai dari letak penyakit kanker, persebaran penyakit tersebut, dan bagaimana daya tahan si pengguna kemoterapi. Cara pemberian kemoterapi juga bermacam - macam, dimulai dari suntik, dioleskan, oral, dll. Semuanya ini disebabkan oleh 200 jenis kanker yang ada di dunia.

Tetapi, kemoterapi didisain untuk menyerang semua sel yang berkembang / membelah dalam tubuh kita, tanpa dilengkapi kemampuan untuk membedakan antara sel normal dan sel kanker. Sehingga banyak sel sel yang berguna dan sedang berkembang menjadi mati. Sehingga dalam tubuh manusia memiliki banyak sekali sel -- sel mati yang bisa berakibat munculnya efek -- efek samping. Contohnya adalah pengguna kemoterapi akan mengalami mual -- mual, dikeranekan oleh sel yang ada di lambung seharusnya terus diperbarui karena terkikis oleh HCl justru berhenti berkembang dan menyebabkan luka pada lambung. Banyak pembuluh darah yang juga ikut menipis dan menyebabkan pendarahan internal dalam tubuh, sehingga mucul bercak - bercak memar ataupun pengguna kemoterapi bisa mengalami mimisan. Selain itu, sel -- sel seperti kulit dan rambut akan tidak berkembang sehingga terjadilah penderita mengalami kulit kering dan rambut rontok yang berujung dengan kebotakan pada pasien. Hal yang lumayan parah adalah sel darah. Pada umumnya sel darah akan terus beregenerasi setiap 7 hari, tetapi akibat kemoterapi sel darah merah akan berkurang secara drastis menyebabkan penyakit anemia. Sehingga para pengguna kemoterapi pasti akan mengalami gampang kelelahan karena darah yang seharusnya mengedarkan oksigen berkurang. Bukan hanya sel darah merah, sel darah putih yang ikut menurun akibat kemoterapi bisa mengakibatkan meningkatnya resiko terjadinya infeksi. Selain itu kemoterapi sangat tidak di anjurkan bagi ibu yang sedang hamil, karena kemoterapi itu sendiri dapat menghambat pertumbuhan dari janin bahkan bisa membunuh janin.

Tetapi, walaupun pengobatan kemoterapi sudah dihentikan, kadang -- kadang kemoterapi dapat menyebabkan perubahan permanen dalam diri kita. Dampak dari kemoterapi sendiri akan sungguh terasa dilihat dari umur penderitia. Semakin tua, biasanya penderita akan mengalami degradasi kesehatan yang tak sesuai normalnya. Terlebih kalau kita telusuri, kemoterapi sendiri adalah racun bagi sel --  sel dalam sumsum tulang kita, jadi ada kemungkinan kecil bila mantan pengguna kemoterapi bisa terkena leukimia atau bisa dibilang kanker darah. Mantan pengguna kemoterapi juga bisa mengalami pembengkakan jantung apabila pemberian kemoterapi disertai dengan pemberian antibiotik seperti antraksilin.

Selanjutnya kita tau sendiri bahwa kemoterapi merupakan pemberian bahan kimia dalam tubuh kita yang semuanya tetap harus disaring melalui hati dan ginjal sehingga kemoterapi bisa saja menyebabkan terjadinya gagal ginjal dan gagal hati. Dan bila organ -- organ ini mulai rusak, maka diri kita akan sangat rentan dengan berbagai penyakit. Bahkan hal ini bisa berakibat kompilasi penyakit fatal yang berujung pada kematian. Apa lagi jika kemoterapi digunakan terus menerus sama saja seperti memperpendek umur, dikarenakan obat -- obatan ini selain menghambat kanker juga merusak tubuh kita dengan banyak efek.

Dilanjut dengan kemoterapi yang digunakan tidak selalu bisa menghentikan perkembangan sel kanker. Dapat kita lihat sendiri bahwa 75% penderita kanker tidak berhasil melakukan pengobatan menggunakan kemoterapi tersebut. Seoarang profesor di University of California berkata, "... kemungkinan untuk hidup setelah radiasi, kemoterapi atau operasi tidak lebih baik daripada mereka yang tidak menerima semua rawatan ini. Sebaliknya, ada kemungkinan bahawa pengobatan yang dilakukan mengurangkan jangka waktu hidup pasien."Dari pernyataan itu sendiri kita juga sudah dapat menyimpulkan bahwa efek samping yang ditermia para pengguna kemoterapi hampir sama seperti efek samping dari penyakit kanker itu sendiri, bahkan kemungkinan besar kemoterapi berakibat lebih memperpendek umur korban penyakit kanker. Semua itu bisa dikarenakan oleh penyakit kanker yang mulai beradaptasi dengan kemoterapi itu sendiri. Hal ini bisa terjadi apabila sel kanker yang ada tidak semua mati saat dilakukan kemoterapi dan sel kanker itu menyimpan data tentang penyerangan terhadap dirinya. Maka pada saat pengulangan kemoterapi sel kanker bisa saja kebal terhadap kemoterapi tersebut.

Semua hal inilah yang menyebabkan banyak orang memilih untuk tidak menggunakan kemoterapi. Hal ini juga dipengaruhi oleh kebanyakan penderita kanker meninggal akibat mengalami kanker. Sehingga, banyak penderita kanker yang lebih memilih untuk menggunakan alternatig lain selain keomterpi seperti obat -- obatan herbal, makan buah dan sayur, bahkan terapi kesehatan. Walaupun sebenarnya keberhasilan kemoterapi semuanya bergantung pada kanker yang diderita oleh pasien.Dr Drajat Ryanto Suardi, berkata bahwa, "Ada banyak faktor yang mempengaruhi efektivitas dan tingkat kesembuhan kemoterapi". Sehingga dapat kita ketahui terdapat 4 stadium menurut bahasa kedokteran menurut kedokter. Contohnya seperti kanker getah bening stadium satu akan memiliki kemungkinan berhasil jika menggunakan kemoterapi sebanyak 50%. Tetapi para penderita penyakit kanker payudara pada fase stadium 1 akan memiliki kemungkinan berhasil sebanyak 80% - 85%. Tetapi semua ini belum dihitung dengan efek samping yang dihasilkan oleh kemoterapi.

Maka kesimpulannya adalah,  kemoterapi memiliki dampak negatif dari pada dampak positifnya. Semua ini dihasilkan dari banyaknya efek samping dari kemoterapi yang hasilnya sangat membahayakan bagi tubuh kita. Meskipun tujuan kemoterapi adalah untuk membasmi semua sel kanker, tetapi kemoterapi juga membunuh sel --  sel yang berguna bagi tubuh. Dengan matinya sel -- sel normal, tubuh manusia akan mengalami penurunan daya tahan tubuh bahkan bisa mengalami gagal organ. Sehingga para penderita kanker bukannya semakin tertolong tetapi penderita kanker akan semakin sakit diakibatkan oleh efek samping ddari kemoterapi. Kemoterapi juga bisa mengakibatkan kanker kebal terhadap kemoterapi itu sendiri, mengakibatkan lebih susahnya sel kanker untuk dibasmi. Ditambah dengan hal biaya yang mahal, kemoterapi bukan menjadi solusi terbaik bagi penderita kanker. Maka dari itu, kita harus sadari bahwa menjaga tubuh lebih baik dari pada menyembuhkan. Kita bisa lakukan dengan tidak merokok, rajin melakukan olahraga, makan yang sehat dan teratur, tidak suka begadang, dan hal -- hal sehat lainnya. Selain itu kita diharapkan rajin mengecek tubuh kita jika terjadi masalah supaya penyakit kanker dapat diketahui lebih awal dan memiliki presentase kesembuhan yang tinggi pula

Daftar pustaka:

https://www.deherba.com/seberapa-efektifkah-kemoterapi-pada-kanker.html

http://www.alodokter.com/kemoterapi-ini-yang-harus-anda-ketahui

http://cacare.com/indonesia/component/option,com_easyfaq/task,view/id,200/Itemid,108/

https://id.wikipedia.org/wiki/Kanker

https://id.wikipedia.org/wiki/Kemoterapi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan