Mohon tunggu...
Ahmad Kafin azka
Ahmad Kafin azka Mohon Tunggu... Human Resources - Mahasiswa dan Santri

mahasiswa dan santri

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jangan Mogok Nulis! Jadilah Penulis yang Produktif

8 Agustus 2021   23:40 Diperbarui: 9 Agustus 2021   16:04 182 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
JawaPos.comSering Kehabisan Ide untuk Menulis? Coba Lakukan 7 Langkah ini

Mungkin ketika membaca judul diatas, saya bisa menebak sesuatu yang terlintas difikiran kalian adalah perkataan "jangankan mogok, nulis aja belum pernah", atau "ini nih, sama dengan apa yang aku alami" atau bahkan "nulis kok mogok. kan tinggal tulis aja" dan tentunya fikiran yang terakhir mengatakan "halahh yo bahh" yang terakhir adalah orang yang apatis terhadap menulis, ia bisa jadi tidak bisa menulis dan tidak pernah berkeinginan untuk bisa menulis (jangan dicontoh ya !).

Disini sudah tentu yang dimaksud bukan menulis yang seperti anak SD dengan cara menyalin tulisan dari buku ke buku lain ya, tapi sudah jelas yang dimaksud disini adalah menulis yang bersifat mengarang atau menulis tulisan ilmiah (dengan referensi).

Semua orang pasti punya kesibukan dan rasa malas yang tiba-tiba berkunjung ke dalam diri seseorang tersebut. Jadi wajarlah jika semua tujuan yang tiba-tiba tersendat dan tidak bisa kembali lagi berproses seperti apa yang diharapkan. Contohnya saja menulis. Atau sibuk kalau dalam istilah kita yaitu"isytigol".

Tapi, bagi sebagian orang terkadang mogok menulis sendiri tidak begitu menjadi halangan atau hambatan ketika seseorang tersebut ingin meneruskan hobi menulis ini lagi, karena itu saya mengklarifikasikan seorang penulis itu menjadi dua macam.

Pertama, yaitu penulis yang bisa menulis karena kecerdasannya. Ini merupakan orang yang baru saya sebut diparagraf sebelumnya. Bagi tipe orang seperti ini, menulis adalah hal yang mudah, dengan pengetahuan yang mini, ia tetap bisa menuangkannya menjadi tulisan yang dikemas rapi layaknya orang yang telah lama berkecimpung di dunia tulis menulis.

Namun tipe pertama ini, ia amat mudah menyepelekan kaidah-kaidah yang ada dalam dunia kepenulisan. Seperti cara penempatan huruf kapital yang benar, tanda baca yang benar dan lain sebagainya. (mungkin itu saja kelemahannya)

Kedua, yaitu penulis yang bisa menulis karena ketekunannya. Untuk tipe yang kedua ini, mungkin bisa dikatakan mereka adalah orang dengan IQ rendah (contohnya saya, tapi nggak tekun wkwkwk). Tetapi dengan ketekunannya dalam berlatih menulis, bisa dikatakan frekuensi ketekunannya diatas rata-rata.

Sehingga ketika ia mogok menulis, efeknya amat terasa disaat ia mau berjibaku pada dunia menulis lagi. Dan ia pun dituntut untuk kembali menjadi insan yang produktif dan kembali lagi menggali kiat-kiat menulis yang baik dan benar.

Dan setelah membaca dari pembagian tipe-tipe penulis di atas, cobalah intropeksi pada diri masing-masing. Termasuk kategori manakah dikau ?

Jika bukan dari salah satu keduanya, kemungkinan besar kalian belum bisa menulis ! jika dari diri kalian terdapatkan potensi menulis, pasti kalian adalah orang dalam kategori yang berkata "jangankan mogok, menulis aja nggak pernah"diparagraf pertama tadi.

Karena ungkapan tersebut mengartikan bahwa dalam diri seseorang itu terdapat rasa penasaran. Tentunya penasaran pada dunia kepenulisan, hal ini bisa dipastikan semisal dengan diadakannya sebuah seminar kepenulisan yang murah atau gratis dan ia tertarik untuk ikut itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan