Mohon tunggu...
Junaidi Khab
Junaidi Khab Mohon Tunggu... Editor -

Junaidi Khab lulusan Sastra Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Kabar Buruk WhatsApp dan Positifnya

11 November 2017   00:45 Diperbarui: 11 November 2017   16:08 10662
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: theregister.co.uk

Ada beberapa alasan pemberitahuan “terakhir dilihat atau dibaca” di WA (What’sApp / What’s Application/ Aplikasi Kabar) tak ditampilkan oleh para pengguna WA. Tapi, intinya cuma satu, yaitu: TAKUT.

1. Takut ketahuan kalau pesan yang dikirim oleh teman lalu dibaca, karena malas yang mau balas.

Biasanya, dalam model tampilan WA, pesan yang kita kirim ada empat tanda: jam, centang satu, centang dua, dan centang dua berwarna biru. Tanda jam menunjukkan, pesan yang kita kirim dalam proses atau jaringan lemah, atau ada gangguan. Tanda centang satu, menunjukkan bahwa pesan yang kita buat tidak terkirim. Tanda centang dua, menunjukkan bahwa pesan yang kita kirim telah diterima. Tanda centang dua berwarna biru, menunjukkan bahwa pesan yang kita kirim sudah diterima dan dibaca.

Kadang, para pengguna WA merasa takut kalau ketahuan pesan dari orang lain (teman, saudara, keluarga, dan lainnya) yang masuk dan dibaca, tapi tidak membalasnya. Di dalam aplikasi WA, ada pengaturan yang bisa mengendalikan hal itu. Sehingga, pengguna WA yang takut dibilang cuek atau no response, pada teman yang mengirim pesan, maka pengaturan itu diubah. Sehingga, tanda pesan masuk dan dibaca tidak akan berfungsi, hanya laporan terkirim (centang dua tanpa warna biru meskipun dibaca).

dokpri
dokpri
Dengan cara begitu, pemilik WA bisa beralibi ketika diklaim oleh temannya yang mengirim pesan tapi tak dibalas. Bisa saja, berasalan belum dibuka atau tidak sempat membacanya. Tapi, aku yakin pasti dibaca. Jangan pernah bilang alasan jaringan sulit atau tidak ada sinyal dalam persoalan WA, jika pemberitahuan itu masih diaktifkan, maka akan tetap diketahui antara pengguna WA yang masih aktif atau tidak. Aku pernah mengalaminya.

 Seorang teman ku-chat karena ada perlu. Tapi, dia tidak membalas atau tidak meresnponsku. Lama pokoknya. Lalu, dia minta maaf lambat respons karena sinyal bermasalah. Sebenarnya dia malas yang mau balas, karena urusan denganku sedikit persoalan uang. Kemudian, kus-screenshot tampilan WA-nya, dia baru menjawab yang aku perlukan. Baru setelah itu, temanku tak mengaktifkan pemberitahuan “terakhir dilihat atau terakhir dibaca” pada WA-nya. Cukup jelas kan alasan dia menonaktifkan pengaturan itu?

Perlu diketahui, bahwa jika kita menonaktifkan pemberitahuan “terakhir dilihat atau terakhir dibaca” dalam WA, kita pun tidak bisa melihat aktivitas kontak WA yang kita simpan. Begitu juga, jika kita mengunggah sebau status, tidak bisa mengetahui siapa saja yang melihat atau kepoin status WA kita. Itu salah satu kekurangannya. Meskipun tampak berguna menonaktifkan pengaturan “terakhir dilihat atau terakhir dibaca” dalam WA, pembaca bisa mengira dan memahami sendiri tentang hal itu, seperti mengundang rasa curiga pada teman yang lain. Pasti ada alasan seseorang menonaktifkan pengaturan “terakhir dilihat atau terakhir dibaca” dalam WA. Sudah tentu.

2. Takut ketahuan kalau bangun siang.

Selain alasan takut disangka cuek atau no response oleh teman yang kirim pesan kalau dibaca dan tidak membalasnya, juga kadang karena khawatir diketahui aktivitas terakhir buka WA. Misalkan kalau tidur malam, atau terlalu dini, dan khawatir bangun kesiangan, maka notifikasi “terakhir dilihat atau terakhir dibaca” bisa menjadi senjata agar orantua, teman, atau pacar tidak tahu kalau kita bangun siang. Lucu memang.

3. Serba takut.

Alasan lain selain dua alasan itu, ya karena serba takut. Aku sih sebenarnya kayak gitu, serba takut, tapi setakut apapun aku, aku tak akan mundur, tetap menampilkannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun