Ardan Sahaja
Ardan Sahaja Karyawan Swasta

Sehari-hari SEO Content Writer, akhir pekan ngeblog di jumardanm.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

7 Alasan Kenapa Danone Blogger Academy Harus Ada Lagi

8 Oktober 2018   11:03 Diperbarui: 13 Oktober 2018   00:00 438 5 4
7 Alasan Kenapa Danone Blogger Academy Harus Ada Lagi
Dokumentasi Tim DBA 2018

"Baru kali ini ngobrol makan siang lebih bermanfaat. Biasanya hanya tanya-tanya kabar dan kerjaan," Andri menyela diiringi tawa kecil.

Blogger asal Cikeas, Bogor, Jawa Barat ini mengaku bahwa ada perbedaan yang terlihat jelas antara Danone Blogger Academy (DBA) 2018 dengan kegiatan yang selama ini diikutinya. Pasalnya, di jam makan siang tersebut pembicaraan hanya berkutat pada stunting dan gizi buruk.

Sesuatu yang sangat Indonesia bukan?

Di hari pertama kelas, kolaborasi Danone dan Kompasiana ini menohok 20 peserta DBA 2018 dengan fakta-fakta miris situasi gizi Indonesia terkini yang dibawakan langsung oleh Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Doddy Izwardi.

Seperti gatal yang jika tak digaruk akan menimbulkan rasa tak nyaman, apa yang saya dapatkan di #DBA2018 ini membuat saya merasa berdosa jika tidak merunutkan 7 alasan kenapa DBA harus ada lagi tahun depan dan saya harap kamu bisa ikut. Nah, berikut di antaranya:

1. Tema yang Kekinian

Dokumentasi Tim DBA 2018
Dokumentasi Tim DBA 2018
Jika 2017 lalu DBA mengangkat tema Nutrisi Tercukupi, Lingkungan Sehat Lestari, maka di DBA 2018 kali ini adalah Nutrisi Penuh untuk Hidup Berkelanjutan. Pasalnya, hidup yang harus terus belanjut dalam kondisi yang membaik sudah semakin mengkhawatirkan.

Situasi ini bukan hanya mengenai diri kita sendiri, tapi juga terkait erat dengan negara sebagai sebuah kesatuan di mana kita tinggal dan hidup di dalamnya.

Tema ini kemudian disajikan ke dalam berbagai sudut pandang, baik dari praktisi maupun akademisi. Tak hanya itu, DBA juga memberikan langkah-langkah mengolah dan mengemas isu kesehatan ini ke berbagai platform digital.

2. Pemateri yang Kompeten

Dokumentasi Tim DBA 2018
Dokumentasi Tim DBA 2018
Kompleksnya isu gizi di Indonesia mau tidak mau harus ditengahi oleh para pengambil kebijakan negeri ini. Olehnya itu, materi pertama mendatangkan perwakilan Kemenkes RI untuk memaparkan situasi terkini, tantangan, dan solusi berdasarkan data dari permasalahan kesehatan yang ada.

Mereka yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan para pengidap gangguan kesehatan pun hadir untuk berbagi. Beberapa di antaranya dr. Klara Yuliarti, SpA (K) spesialis anak dan dr. Diana Sunardi, Sp.GK spesialis gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

 Nah, gelar-gelar spesialis ini tentu sudah tidak diragukan lagi kompetensinya, kan?

3. Makanan dan Minuman Gratis

#AKADEMIMENULISDBA2018 dilaksanakan di Cyber 2 Tower lantai 9 di mana area ini memang dikhususkan untuk kelas-kelas Danone. Di salah satu sudutnya terdapat kulkas dengan berbagai produk minuman Danone, mulai dari Aqua gelas hingga produk terbaru Danone, Caaya.

Tentu saja, ada beragam snack-snack yang bisa kamu cicipi. Tapi, oh, maaf. Alasan ini seharusnya ada di daftar lain. Saya butuh Aqua! 

4. Pemateri Berlatarbelakang Akademisi

Dokumentasi Tim DBA 2018
Dokumentasi Tim DBA 2018
Tampilnya Dr. Nana Mulyana, seorang dosen hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) serta Prof. Ali Khomsan, guru besar bidang gizi masyarakat dan sumber daya keluarga dari Institut Pertanian Bogor membawa perspektif yang berbeda.

Keduanya memaparkan beragam penelitian terkait air dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Bukti-bukti ilmiah yang mencegangkan pun disajikan. Hasilnya, peserta DBA berulangkali geleng-geleng kepala.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2