Mohon tunggu...
Juan PierreJeremy
Juan PierreJeremy Mohon Tunggu... Musisi - Mahasiswa

Mahasiswa teologi di Seminari Alkitab Asia Tenggara

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Sleeping Paralysis

27 November 2019   20:55 Diperbarui: 27 November 2019   21:06 62 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Abstrak:

            Penulis menuliskan artikel ini menurut perspektif seorang remaja laki-laki yang sering mengalami sleeping paralysis atau ketindihan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui pengertian sleeping paralysis dan penyebabnya. Ketika mendengar kata sleeping paralysis atau ketindihan, orang-orang sering menganggap bahwa hal itu merupakan suatu hal yang mistis. Tetapi, dalam artikel ini penulis akan memaparkan argumen-argumen yang menyatakan bahwa sleeping paralysis bukanlah hal yang mistis. Metode penelitian yang digunakan adalah Ex. Post Facto yang merupakan metode penelitian yang merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab kejadian tersebut. Sleeping paralysis adalah sebuah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya terbangun dari tidurnya dalam keadaan lumpuh sementara. Kejadian ini seringkali disertai dengan halusinasi dimana penderita melihat bayangan-bayangan hitam disekelilingnya atau bayangan seseorang yang memasuki ruangan tempat tidur penderita. Gangguan ini dapat terjadi karena penderita memiliki post-traumatic stress disorder (PTSD) yang adalah sebuah kondisi mental yang diakibatkan oleh kejadian-kejadian traumatis yang pernah dialami oleh penderita. Selain PTSD, stres yang berkelanjutan juga merupakan penyebab terjadinya sleeping paralysis.

Kata-kata kunci: Sleeping paralysis, ketindihan, halusinasi, PTSD, stres, trauma.

Pendahuluan

Sleeping paralysis (ketindihan) adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya menjadi lumpuh atau kehilangan kemampuan untuk menggerakan anggota tubuhnya untuk sementara. Gangguan ini dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit dan seringkali diiringi dengan halusinasi dimana penderita melihat adanya bayangan-bayangan hitam yang memasuki ruang tempat tidur penderita.

Banyak orang sering menganggap gangguan ini sebagai hal yang mistis. Bahkan ketika mendengar kata "ketindihan", banyak orang berasumsi bahwa penyebab dari gangguan ini adalah karena aktivitas setan atau roh-roh jahat yang menindih penderita. Melalui artikel ini, penulis akan memaparkan argumen-argumen yang menentang paham bahwa sleeping paralysis disebabkan oleh aktivitas roh jahat dengan mencari tahu penyebab dari gangguan ini berdasarkan pengalaman penulis yang merupakan penderita sleeping paralysis. Setelah melakukan pengkajian, penulis akan memaparkan dua alasan yang berkaitan dengan kondisi penulis sebagai objek dalam penelitian ini.

PTSD (post-traumatic stress disorder)

PTSD (post-traumatic stress disorder) adalah sebuah gangguan yang timbul pada diri seseorang setelah mengalami pengalaman yang mengejutkan, menakutkan, atau berbahaya. PTSD menimbulkan gejala-gejala yang membuat penderitanya seringkali merasa tidak aman dan terpicu untuk mengingat kejadian-kejadian traumatis yang pernah dialami, bahkan merasa terancam hingga stress dan memiliki kondisi emosi yang tidak stabil. Gejala-gejala tersebut dapat mengganggu siklus tidur penderita sehingga mengakibatkan kurangnya waktu untuk beristirahat dan akhirnya menjadi pemicu peningkatan probabilitas sleeping paralysis.

Stres yang Berkelanjutan

Ketika seseorang berada dalam tekanan atau stres yang berkelanjutan, kondisi tersebut akan mengganggu siklus REM (Rapid Eye Movement) dan NREM (Non Rapid Eye Movement) yang merupakan fase dalam tidur kita. Dalam fase REM, otot-otot kita berhenti bekerja dan apabila kita terbangun pada fase itu, kita akan mengalami kelumpuhan dan menyebabkan sleeping paralysis. Masalah-masalah psikologis seperti stres, perasaan cemas dan takut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya sleeping paralysis.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan