Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut IG: Juandi1193

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Pilihan

Boleh atau Tidak Kepala Daerah Berambut Seperti Ini?

29 Juli 2020   12:04 Diperbarui: 29 Juli 2020   12:02 163 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Boleh atau Tidak Kepala Daerah Berambut Seperti Ini?
Sumber: Instagram/@pashaungu_vm via detik.com

Seorang kepala daerah tugas utamanya adalah untuk membenahi daerahnya dari segala kekurangan, melihat kondisi rakyat dan membantunya dalam proses kesejahteraan hidup dengan membuat banyak program yang tepat sasaran.

Kepala daerah juga jadi panutan bagi masyarakatnya karena mereka dipilih oleh rakyat. Sebab itu, kepala daerah jadi bahan kritikan rakyat bila kinerjanya benar-benar tidak berbuah apa-apa.

Terkait dengan kepala daerah, sosok yang satu ini jadi perbincangan juga di media dan  bagi warganet karena gaya rambut yang nyentrik.

Sigit Purnomo Syamsudin Said atau sering disapa Pasha "Ungu" yang sekarang menjadi wakil Walikota Palu menyemir rambutnya berwarna pirang.

Waktu lalu pernah juga mengkuncir rambutnya dengan gaya anak muda milenials masa kini. Itu jadi perbincangan hangat juga di warganet karena Pasha mempostingnya di akun Instagram miliknya.

Boleh atau tidak?

Akan tetapi, meski Pasha berambut pirang seperti itu menurut Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, menyebut tidak ada aturan soal mewarnai warna rambut bagi kepala daerah.

Akmal mengatakan, buka cuma Pasha Ungu kepala daerah yang rambutnya dicat. "Banyak kok KDH yang ngecat rambutnya dengan warna hitam, kan nggak dilarang," ujarnya dilansir dari detik.com, 29/7/2020.

Itu artinya boleh-boleh saja ngecat rambut seperti Pasha karena tidak ada larangan untuk itu. 

Akan tetapi, persepsi masyarakat selama ini kepada seorang kepala daerah itu harus rapi, rambut rapi, baju rapi dan semuanya serba rapi atau perfect. 

Apalagi kinerjanya juga harus bagus agar makin dicintai oleh rakyatnya. Akan tetapi, melihat Pasha berambut seperti itu, persepsi masyarakat berbeda dan warganet. Tidak masalah memang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN