Mohon tunggu...
Juanda Azhari
Juanda Azhari Mohon Tunggu... Penulis - Penulis
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menulis, menulis, dan menulis.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

RS Unhas Ulas Kebutaan Akibat Diabetes

2 Februari 2023   04:50 Diperbarui: 2 Februari 2023   04:55 102
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Direktur Utama RS Unhas, dr Andi Muhammad Ichsan PhD SpM(K) di Ruang Tunggu Rawat Jalan RS Unhas Gedung EF  @rsunhas.official, Rabu (1/2). 

Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) mengadakan Bicara Sehat dengan topik "Kebutaan Permanen karena Diabetes Melitus". Program ini dilaksanakan di Ruang Tunggu Rawat Jalan RS Unhas Gedung EF dan live Instagram @rsunhas.official, Rabu (1/2/2023).

Pada kesempatannya, Direktur Utama RS Unhas, dr Andi Muhammad Ichsan PhD SpM(K) hadir sebagai pemateri.

Mengawali materi, Ichsan menjelaskan Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Lebih lanjut, dia menyebutkan ada tiga tanda utama seseorang mengidap DM, yaitu selalu lapar, banyak berkemih, dan sering haus.

Ichsan mengibaratkan masalah DM di Indonesia dengan fenomena gunung es yang terlihat kecil padahal sangat besar. Hal ini disebabkan banyaknya efek dari DM, seperti hipertensi, stroke, jantung koroner, gagal ginjal, cuci darah, pendampingan dari keluarga pasien, serta kerusakan retina mata.

"Yang berfungsi menangkap cahaya di mata adalah retina. Jadi kalau retina yang rusak, biarpun berapa kali ganti kacamata, tetap tidak bisa melihat," jelas Ichsan.


Dokter spesialis mata tersebut kemudian memaparkan retinopati diabetik adalah salah satu bentuk komplikasi DM dikarenakan gula darah tinggi dan rusaknya pembuluh darah di retina. Apabila tidak ditangani, hal ini akan menyebabkan kebutaan permanen.

Ichsan mengungkap masalah retinopati diabetik di Indonesia ialah terlalu banyaknya pasien yang terlambat menangani penyakit ini dan besarnya beban yang perlu ditanggung pemerintah untuk itu.

Adapun bentuk pengobatan yang bisa diberi kepada penderita retinopati diabetik yang disebutkan Ichsan adalah laser, injeksi, dan operasi.

"Sampaikan ke keluarga dan kenalan bahwa diabetes bisa menyebabkan kebutaan permanen. Jadi begitu tahu kalau kita punya DM, kita harus ke dokter mata untuk pemeriksaan retina," pesannya.

Sumber : Identitas Unhas/Nurul Fahmi Bandang

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun