Cerpen Pilihan

"Psychopath Insane" 2

7 Desember 2018   09:39 Diperbarui: 7 Desember 2018   10:00 109 1 0
"Psychopath Insane" 2
Sumber Foto : pixabay.com

"Tenang kawan pisau ini tidak tajam, pisau ini takkan bisa menyakitimu."

"Aku akan menunggumu sampai kau keluar dari situ. Aku hanya ingin bermain-main sebentar denganmu."

Aku bersiul menunggu Rendi keluar dari kamar mandi tempat ia bersembunyi.

Rendi menangis di dalam kamar mandi namun aku senang mendengar tangisannya itu.

Semakin dia takut, semakin bergairah hasrat ini untuk membunuhnya.

Tapi aku tidak mau terlalu cepat, Aku menyiksa batinnya terlebih dahulu.

Aku melihat lampu kamar mandinya masih hidup, ku matikan lampunya agar dia gelap didalam situ.

Kali ini ku biarkan gelap yang menyiksanya pertama kali.

Satu malam ini Rendy terkurung di dalam kamar mandinya sendiri.

Ku lihat kucing Rendi yang manis dan cantik tertidur pulas.

Tanpa basa basi aku langsung membunuh kucingnya dan melemparkan bangkainya ke kamar mandi lewat celah pintu kamar mandi Rendi.

Rendi muntah-muntah di dalam kamar mandi karena melihat kucing kesayangannya sudah mati dalam kondisi tercincang-cincang.

Baca juga : Pengagum Bayangan

Keesokan harinya bau bangkai sudah tercium dari kamar mandi. Pasti itu bau bangkai kucingnya.

"Bagaimana? Enak wangi parfumnya?" Tanyaku sambil mengetuk pintu kamar mandinya.

"Aku minta maaf Ryan! Jangan bunuh aku dengan cara seperti ini. Aku ingin keluar!" Jawab Rendi menangis kencang.

Aku membiarkan Rendi keluar dari kamar mandi karena dia terlalu ribut meminta maaf.

Dengan kondisi yang sangat buruk Rendi keluar dari kamar mandi dan mencoba kabur dengan cara langsung berlari ke arah pintu kamarnya.

Namun sayang sekali, gagang pintu tersebut sudah kulepas.

Jalan keluar satu-satunya adalah dari jendela tempat aku masuk.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3