Mohon tunggu...
Johan Wahyudi
Johan Wahyudi Mohon Tunggu... Guru - Guru, Pengajar, Pembelajar, Penulis, Penyunting, dan Penyuka Olahraga

Pernah meraih Juara 1 Nasional Lomba Menulis Buku 2009 Kemdiknas pernah meraih Juara 2 Nasional Lomba Esai Perpustakaan Nasional 2020, mengelola jurnal ilmiah, dan aktif menulis artikel di berbagai media. Dikenal pula sebagai penyunting naskah dan ghost writer. CP WA: 0858-6714-5612 dan Email: jwah1972@gmail.com..

Selanjutnya

Tutup

Catatan Pilihan

Melahir Tumbuh Kembangkan Bakat Anak

23 Februari 2015   18:35 Diperbarui: 17 Juni 2015   10:40 118 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
1424666017483379746

[caption id="attachment_398790" align="aligncenter" width="501" caption="Cover buku ABKK"][/caption]

Buku panduan parenting memang berjibun. Begitu mudah kita menemukan jejeran buku dengan topik yang sama di toko-toko buku. Kita mungkin kurang tertarik dengan jejeran buku itu karena seakan kita sudah mengetahui isinya. Namun, kita akan terhenyak dan tersentuh jika menemukan buku yang berjudul ABKK.

Buku ini merupakan sebuah kompilasi pemikiran sang penulis karena menyaksikan sebuah keadaan yang serba salah dan dibiarkan salah. Ketika berhadapan dengan situasi itulah, penulis berusaha menyajikan pengalamannya untuk melawan sebuah konvensionalisme pendidikan. Kita sering menempatkan anak sebagai sebuah komoditas. Lalu, seakan-akan kita memiliki kebebasan untuk memperdagangkan ide agar anak kita mengerjakan kemauan kita. Ini adalah kebuah kebiasaan yang jelas-jelas salah, tetapi terus saja dibiarkan salah. Perhatikan kutipan berikut:

Setiap makhluk berasal dari sebuah benih kehidupan yang tumbuh berkembang sesuai kodratnya. Benih tidak akan bertahan hidup jika ada kekuatan lain yang berlawanan dengan alur alami benih itu (halaman 34).

Sepenggal kutipan di atas merupakan sebuah untaian teguran kepada orang tua, guru, dan masyarakat agar kita menempatkan kelahiran, pertumbuhan, dan perkembangan anak secara alami. Setiap anak memiliki keunikan dan bakatnya pun beragam. Maka, seharusnya kita tak menjadikannya sebagai sebuah keseragaman. Penyeragaman merupakan langkah salah karena melanggar fitrah.

Buku ini sangat layak dibaca, direnungkan, dan berusaha diterapkan orang tua, guru, dan masyarakat. Kita perlu menyadari bahwa selama ini telah terjadi kesalahan masif. Kita harus bangkit dengan membangun karakter anak sesuai kodratnya. Maka, buku ini dapat dijadikan panduannya karena memang tersedia beragam kuisioner dan langkah-langkah menjadi orang tua bijak.

Bahkan, buku ABKK juga menjelaskan tantangan yang dihadapi anak pada jaman kreatif, penerjemahan ajaran ki hadjar dewantara untuk menghadapi tantangan jaman kreatif, tahapan perkembangan bakat anak mulai dari fase eksplorasi hingga berkarir, panduan 8 latihan untuk menjadi orang tua yang menumbuhkan, panduan untuk mengenali kecerdasan majemuk anak, dan panduan untuk menstimulasi anak gemar belajar. Sayangnya, buku ini belum tersebar merata sehingga harus mendapatkannya di toko buku ternama.

Judul Buku: Anak Bukan Kertas Kosong

Penulis : Bukik Setiawan

Penerbit: Panda Media

Tahun: 2015

Tebal: xxix + 250 halaman

Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan