Mohon tunggu...
Johanis Malingkas
Johanis Malingkas Mohon Tunggu... Dosen

Melukiskan pikiran dan rasa lewat kata-kata

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ibu Kota Jakarta Pindah ke Mana..do?

6 Mei 2019   13:38 Diperbarui: 6 Mei 2019   14:06 87 10 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ibu Kota Jakarta Pindah ke Mana..do?
pemindahan ibukota negara(sumber:kompasiana.com)

Usai memosting sebuah artikel menjadi kebiasaan saya menyimak berbagai tulisan terbaru di Kompasiana ini. Mataku tertegun pada judul (Topik Pilihan): Ibukota Jakarta Mau Pindah Ke Mana? Pasalnya, kata terakhir MANA itu terbayang nama kota saya MANADO. Mungkinkah ibukota Jakarta pindah ke Manado? Bolah ya boleh tidak.

Judul diatas berbentuk pertanyaan. Orang Manado umumnya dalam dialek sering menambahkan kata "do" atau "doe", misalkan kalau ia mau bertanya pada temannya  " mo pimana do ngana?" ( mau kemana kau?. Jadi kalau saya mau bertanya: Ibukota Jakarta mau pindah kemana do? itu bukan berarti Jakarta pindah ke Manado namun menekankan mau pindah kemana?

Pernyataan Presiden Jokowi memutuskan pilih opsi ke tiga : Ibukota Negara pindah ke luar pulau Jawa. Artinya, di Pulau Sumatera, Kalimantan, Maluku, Halmahera, Papua, NTB atau NTT. Titik. Presiden juga memintakan tanggapan dan saran dimana lokasi pulau yang cocok dan layak dari masyarakat se Indonesia. Permintaan Presiden ini diteruskan ke kompasianer dan memintakan pendapat dimana dan apa alasan atau argumennya.

Dalam penelusuran saya di Kompasiana tersirat usulan pulau diluar Jawa yang jadi kandidat kuat yaitu pulau Kalimantan dan Sulawesi sebagai alternatif. Ada juga kompasianer yang mengusulkan kota Palngkaraya, Balikpapan, Tarakan, Makassar dan Manado.

Dalam tulisan saya dengan topik pilihan Pemindahan Ibukota Negara di Kompasiana barusan, saya usulkan dipertimbangkan pindah ke Makassar Sulawesi Selatan. Alaasan-nya daerah ini terletak agak di tengah-tengah Indonesia. Daerah ini telah membangun infrastruktur antara lain kereta api trans Sulawesi, Wisma Negara, Makassar New Port dan Bandara Sutan Hassanuddin. Memiliki area pantai dan tidak berada di perbatasan dengan negara lain. Daerah yang memiliki SDM handal dan memiliki tokoh yang dikenal seperti B.J. Habibie dan Jusuf Kala.

Alternatif daerah yang saya anggap perlu dipertimbangkan sebagai lokasi ibukota negara yaitu Sulawesi Utara dan Gorontalo. Sulawesi Utara lebih khusus di Bolaang Mongondouw. Di sana telah hidup dan berkembang orang Bali sebagai transmigran. Masyarakat daerah ini memiliki sikap toleransi yang tinggi. Memiliki lahan yang masih luas milik pemerintah dan cocok didirikan bangunan infrastruktur sebuah ibukota negara.  Gorontalo juga bagus karena dulunya jadi bagian Sulawesi Utara. Punya lahan yang luas, masyarakatnya yang toleransinya tinggi.

Mengapa saya tidak mengusulkan ibukota pindah ke Manado? Pasti tidak lolos dengan kriteria berbatasan dengan negara lain (Filipina). Punya gunung api yang masih aktif: Lokon dan Soputan. Waaupun sebenarnya di Manado sementara dibangun infrastruktur berupa jalan Tol Manado-Bitung, pembangunan jalan lingkar Ring Road, perluasan bandara Sam Ratulangi. Belum lagi slogan masyarakat : Torang Samua Basudara" adalah semboyan masyarakat yang majemuk dan cepat beradaptasi dengan siapapun yang datang di daerah ini. Kondisi masyarakat yang seperti ini menjadi modal kuat bagi pembangunan sebuah kota baru.

Menarik tulisan Linda Ibrahim @lyndaibrahim, menulis pindah ke manado karena: ada akses darat, udara, laut; di tengah antara WIB dan WIT; juga antara SG dan HK; infrastruktur lumayan; alamnya cantik; makanannya enak-enak dan budayanya banyak..gembira-nyanyi & dansa.

Nah, apapun saran dan tanggapan kita semuanya tergantung dari kebijakan pemerintah pusat, antara badan eksekutif dan legislatif serta elit politik yang ada di negeri ini.  Saya percaya, kementerian terkait sudah menggodok semua ini kementerian PPN/BAPPENAS pasti sudah punya segudang konsep perencanaan dan pihak eksekutif tinggal menjalankannya.

Nah, ibu mau pindah keluar kota bagaimana nasib bapak, anak-anak di rumah? Pasti mereka akan teriak: Ikuuuuuttttt!!!

Salam Kompasiana.

VIDEO PILIHAN