Mohon tunggu...
Joanna Devina
Joanna Devina Mohon Tunggu... Mahasiswi STP Trisakti / Penerima Beasiswa Unggulan

Mahasiswi STP Trisakti Penerima Beasiswa Unggulan

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Korek Sisi Dalam Industri Perhotelan 2020

19 Januari 2021   15:31 Diperbarui: 19 Januari 2021   15:38 34 2 0 Mohon Tunggu...

Industri perhotelan pada awal kuartal tahun 2020 pada masa pandemi Covid-19 menurun sangat drastis dikarenakan kebijakan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga terhambatnya akomodasi transportasi, wisatawan asing dan turis untuk berwisata dan larangan berpergian lainnya. Tingkat hunian di hotelpun otomatis menurun. Dari keterbatasan tersebut, pemimpin hotel mengambil langkah agar hotel dapat beroperasi dengan lacar. Cara-cara yang dilakukan pemimpin hotel dalam beradaptasi dengan pandemi Covid-19, yaitu

1. Kesehatan

Protokol kesehatan perlu dijaga dalam sisi internal maupun eksternal. Dalam bidang internal, hotel diwajibkan untuk memiliki sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang dikeluarkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  yang berlabel Indonesia Care serta menjaga ketat protokol kesehatan karyawan hotel. Program sertifikasi CHSE ini merupakan program nasional dalam mendukung bangkitnya sektor wisata di masa pandemic Covid-19.

Dalam sisi eksternal, hotel berusaha membangun kepercayaan pengunjung dengan lebih memperhatikan kebutuhan psikologi pengunjung. Pengunjung diwajibkan untuk melakukan check-in dan pengambilan kunci secara online melalui website resmi / whatsapp untuk mengurangi kontak langsung. Pengunjung juga diwajibkan mengisi disclimer/ terms and condition hotel sebagai syarat menginap demi menjaga rasa aman antara pengunjung hotel.

2. Promosi

Staycation saat ini menjadi trend untuk berpergian jarak dekat yang berfungsi untuk melepas penat atau sebagai tempat penginapan bagi warga negara asing yang masih menunggu penerbangan untuk kembali ke negara mereka. Pay Now Stay Later adalah salah satu contoh promosi dari pihak ketiga hotel untuk menarik minat membeli pengunjung dengan memberikan harga spesial yang dapat digunakan kapanpun seuai dengan masa berlaku voucher. Beberapa hotel juga tengah mengalihfungsikan hotel mereka untuk keperluan medis. hotel dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk mengalihfungsikan hotel sebagai penginapan tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, pekerja rumah sakit, pengemudi ambulans dan pengemudi kereta jenazah atau menjadi hotel yang menampung karantina setelah penerbangan.

3. Penekanan Biaya

Pemimpin hotel juga mempertimbangkan cost efficiency dalam memperhitungkan keperluan inventory. Banyaknya biaya yang keluar minimal harus sama dengan pendapatan yang diperoleh. Menjalankan arus kas yang stabil saat ini lebih penting daripada mendapatkan keuntungan untuk keberlangsungan operasi hotel.

4. Sumber Daya Manusia

Dengan keterbatasan kapasitas pengunjung sebanyak maximal 50% maka hotel perlu juga mengimbangi dengan mengurangi jumlah karyawan. Beberapa hotel melakukan  pemberhentian kerja sehingga karyawan harus bisa bekerja multitasking atau serba bisa. Selain itu pembagian shift dikurangi dari yang awalnya memiliki 3 shift, menjadi 2 shift karena jumlah hunian kamar yang terbatas. Dengan  krisis yang terjadi sekarang membuat pemimpin hotel harus mengkaji ulang pemberian gaji dan jam kerja untuk memaksinalkan peforma hotel. 

VIDEO PILIHAN