Mohon tunggu...
Joko Martono
Joko Martono Mohon Tunggu... penulis lepas

belajar memahami hidup dan kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Tak Ada Ruginya Mengapresiasi Karya Kompasianer

30 November 2018   19:05 Diperbarui: 30 November 2018   19:17 0 125 57 Mohon Tunggu...

Memerhatikan dalam artian menaruh atensi terhadap suatu karya seni-budaya ataupun karya sastra melalui cara memberikan respons yaitu menikmati, mengamati, memberi penghargaan dan penilaian secara langsung atau secara verbal (lisan dan tulisan) merupakan langkah layak dilakukan.

Rangkaian kata itulah yang selanjutnya penulis maksudkan sebagai apresiasi. Dalam konteks ini, mengapresiasi tayangan karya tulis kompasianers baik berupa karya fiksi (cerpen, novel, dongeng, puisi, drama, dan sejenis) maupun non-fiksi (artikel ilmiah, makalah, laporan riset/penelitian, artikel popular, laporan peristiwa, tulisan opini) merupakan suatu pilihan mengasyikkan.

Merespons suatu karya juga sebagai umpan balik atau feedback dalam melengkapi sebuah proses komunikasi, memberikan apresiasi pun menunjukkan bahwa kita telah membangun relasi dan interaksi antar kompasianer sehingga dapat diharap dinamika perubahan sosial semakin tumbuh-berkembang.

Bagaimanapun, karya-karya tulis kompasianer berupa fiksi atau non-fiksi yang saban hari menghiasi ruang publik virtual Kompasiana -- merupakan sebaran produk informasi warga, terutama suara akar rumput dalam mengekspresikan aspirasi maupun opininya.

Ada kalanya tayangan info yang bersumber dari warga layak menjadikan referensi terutama berita-berita terkini dari seluruh pelosok tanah air yang tidak tersentuh/diliput media arus utama. Ini merupakan nilai tambah tersendiri dan bisa dipahami mengingat jumlah jurnalis media terbatas dan sebagian besar bertempat tinggal di perkotaan.

Di samping nilai tambah dan pengayaan pengetahuan/ berbagi pengalaman yang dapat diperoleh ketika berselancar di Kompasiana, mengapresiasi karya-karya tulis kompasianer yang ditorehkan secara virtual sama halnya kita telah mengonsumsi produk komunitas sendiri. Memberikan suatu penghargaan tak akan pernah ada ruginya sekaligus ikutan merasa memiliki sambil belajar dan berbenah/pengembangan diri dalam kebersamaan.

Ketika kita membincang apresiasi, beberapa pilihan dapat dilakukan. Dilihat dari sifatnya ada yang disebut apresiasi kinestetik (secara langsung menaruh minat pada karya seseorang) dalam hal ini biasanya dilakukan secara offline misalnya di acara Kompasiana Nangkring, Visit, Blogtrip, Drive & Ride, dan Kompasianival yang digelar setiap tahun.

Ada juga apresiasi verbal, aktif memberikan tanggapan terhadap karya dalam bentuk penafsiran, penghargaan, penilaian secara lisan maupun tulisan, seringkali hal demikian dilakukan/ditemui manakala kita berselancar di Kompasiana, disusul apresiasi melalui vote maupun komentar. Termasuk apresiasi yang mendukung/pemujian ataupun yang bernada kritik (konstruktif) sekalipun.

Hal lain yang dapat dipetik atas pemberian apresiasi sesama kompasianer, di samping terbangun relasi dan interaksi -- selanjutnya semakin memahamkan kita tentang produk-produk (karya) dalam lingkup Kompasiana. Meningkatkan kecintaan terhadap karya para kompasianer, sebagai sarana untuk saling berbagi, berempati dan berhibur tentunya.

Mengapresiasi karya kompasianer, secara langsung maupun tidak -- kita ikut mendorong, meningkatkan dan mengembangkan suatu karya supaya menjadi lebih baik di masa depan sehingga menjadi tumbuh berkembang seiring nilai estetika yang tercakup di dalamnya.

Kalau boleh dianalogikan, konon film-film India menjadi semakin popular di sana karena diapresiasi oleh rakyat di negaranya. Demikian halnya produk-produk barang dan jasa dalam negeri di Jepang selalu diapresiasi oleh bangsanya sendiri sehingga perkembangannya terus berlangsung dan berkelanjutan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x