Mohon tunggu...
Jimmy S Harianto
Jimmy S Harianto Mohon Tunggu... Mantan Redaktur Olahraga Harian Kompas

Wartawan Jadoel Tinggal di Jakarta. Pekerja Berpengalaman pada Tim Digitalisasi Foto Kompas, mantan Redaktur Olahraga Harian Kompas.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Vaya Con Dios August Parengkuan

18 Oktober 2019   10:41 Diperbarui: 18 Oktober 2019   11:42 0 10 5 Mohon Tunggu...
Vaya Con Dios August Parengkuan
August Parengkuan (KompasTV)

Pernah dengar klub sepak bola RedPalms? Pasti belum. Maklumlah itu memang hanya klub sepak bola kelas tarkam, eh, amatiran. Itupun musiman, jika pas musim lobi, musim tanding lawan para pejabat Orde Baru yang lagi rileks di sela-sela ketegangan mikirin politik. 

RedPalms adalah kependekan dari Redaksi Palmerah Selatan.

RedPalms terdiri dari para wartawan dan anggota Redaksi Kompas yang doyan main bola. Di antara adalah August Parengkuan, wartawan lobbyist Istana yang memang pernah memikul tugas khusus melobi para narsum pejabat Orba yang tak seterbuka saat ini tentunya.

Upaya ice-breaking dilakukan Kompas guna menembus narsum dengan berbagai cara melobi. Ngajak main sepak bola para pejabat, atau main tenis persahabatan adalah dua di antaranya.

August Parengkuan, 76 tahun, yang pernah jadi Duta Besar Republik Indonesia di Roma Italia 2012-2017 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, meninggal hari Kamis 17 Oktober 2019 pagi ini pukul 05.50 di RS Medistra Jakarta. Jenasah disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Dimakamkan di St Diego Hills, hari Minggu 20 Oktober 2019.

Main bola sembari ketawa-ketiwi di lapangan bola atau tenis, bisa mencairkan kekakuan hubungan akibat sistem pemerintahan yang otoriter Orde Baru.

Ada wartawan pelobi seperti Purnama Kusumaningrat, yang biasa bertugas meliput aktivitas di Departemen Pertahanan. Dia gemar main bola. Bahkan mungkin, dialah salah satu pencetus nama RedPalms--kalau bukan ya August Parengkuan.

Bahkan Wakil Pemimpin Redaksi, P Swantoro pun pemain RedPalms. Di tengah lapangan, terkadang Pak Swan menghirup asap rokoknya, tak peduli permainan masih berlangsung.

Aksi di lapangan hijau juga dilakukan wartawan pesepak-bola Ansel da Lopez yang selain beat-nya di Hankam, dia juga "dipasang khusus" untuk menempel Menseskab, dan kemudian Mensesneg Moerdiono--salah satu sumber berita terpenting pemerintahan pada zaman jaya-jayanya Orba, pada 1991.

Ansel adalah "wartawan kesayangan" Menhankam Pangab terpopuler yang dekat dengan anak buahnya, Jendral M Jusuf.

Sjafe'i Hassanbasari, wartawan senior yang juga tugas di Istana dan meliput berita politik, juga pemain andalan RedPalms. Tubuhnya yang gempal, biasa ditugaskan di lapangan sebagai breaker, mematahkan serangan lawan dengan menabrakkan badannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x