Mohon tunggu...
Jimmy Haryanto
Jimmy Haryanto Mohon Tunggu... Ingin menjadi Pembelajaryang baik

Pecinta Kompasiana. Berupaya menjadi pembelajar yang baik, karena sering sedih mengingat orang tua dulu dibohongi dan ditindas bangsa lain, bukan setahun, bukan sepuluh tahun...ah entah berapa lama...sungguh lama dan menyakitikan….namun sering merasa malu karena belum bisa berbuat yang berarti untuk bangsa dan negara. Walau negara sedang dilanda wabah korupsi, masih senang sebagai warga. Cita-cita: agar Indonesia bisa kuat dan bebas korupsi; seluruh rakyatnya sejahtera, cerdas, sehat, serta bebas dari kemiskinan dan kekerasan. Prinsip tentang kekayaan: bukan berapa banyak yang kita miliki, tapi berapa banyak yang sudah kita berikan kepada orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Peran Alumni dalam Pelestarian Alam (Danau Toba)

19 September 2017   00:48 Diperbarui: 19 September 2017   00:56 0 1 1 Mohon Tunggu...

Di provinsi Sumatera Utara yang berpenduduk sekitar empat belas juta jiwa dengan luas wilayah tujuh puluh tiga ribu kilometer persegi, terdapat sebuah danau terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara yakni danau Toba.

Danau Toba merupakan danau tekto-vulkanik seluas 1.130 kilometer persegi dengan panjang maksimum 100 km, dan lebar maksimum 30 km. Kedalaman sekitar 500 m.  Volume air mencapai 240 km3. Di atas danau Toba dulu hanya diketahui terdapat satu pulau yakni pulau Samosir. Namun ternyata ada lima pulau yakni pulau Samosir, pulau Sibandang (dekat Kota Muara), pulao Tao atau pulau Malau di kecamatan Simanindo yang panjangnya sekitar 1 kilometer, pulau Tulas, sebuah pulau kecil yang masih perawan, dan belum tersentuh sedikitpun oleh manusia dan dapat dilihat dari Pusuk Buhit, dan pulau Tolping di kabupaten Dairi, desa Silalahi.

Di atas pulau Samosir terdapat pulau dua danau kecil yakni danau Sidihoni dengan luas sekitar 1.295 meter persegi, delapan kilometer dari kota Pangururan, dan danau Aek Natonang seluas 105 hektare di desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo.

Danau Toba disebutkan berada di tujuh kabupaten yakni Kabupaten Dairi (luas 1.928km persegi dan jumlah penduduk 279 ribu) dengan Bupati Johnny Sitohang Adinegoro, Kabupaten Humbang Hasundutan (dengan luas 2.335 km persegi dan jumlah penduduk 183 ribu jiwa) dengan bupati Dosmar Banjarnahor, Kabupaten Karo (dengan luas 2.127 km persegi dan 390 ribu jiwa) dengan Bupati Terkelin Brahmana, Kabupaten Samosir (luas 2.069 km persegi dan jumlah penduduk 124 ribu jiwa) dengan Bupati Rapidin Simbolon, Kabupaten Simalungun (dengan luas 4.387 km persegi dan 849 ribu jiwa) dengan Bupati Jopinus Ramli Saragih, Kabupaten Tapanuli Utara (dengan luas 3.792 km persegi dan 293 ribu jiwa) dengan Bupati Nikson Nababan, Kabupaten Toba Samosir (dengan luas wilayah 2.329 km persegi dan jumlah penduduk 180 ribu jiwa) dengan Bupati Darwin Siagian. Jika ketujuh kabupaten ini bisa menjaga kelestarian Danau Toba, bukan saja akn menarik wisatawan, tapi juga akan memperbaiki kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Dari Danau Toba mengalir Sungai Asahan dari mulut danau melewati kota Porsea di Tobasa hingga berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Dengan menggunakan keberadaan sungai Asahan telah didirikan PT INALUM yang dulu dimulai oleh perusahaan Jepang.

Masyarakat sadar bahwa keberadaan alam danau Toba, danau Sidihoni, dan danau Aek Natonang serta sungai Asahan bisa terganggu jika tidak dijaga kelestariannya.

Untuk itu tanggal 29-30 Desember 2017 alumni SMAN 1 Siantar Narumonda, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba Samosir, yang didirikan tahun 1964, bermaksud mengadakan "Temu Alumni" dan membuat gerakan membersihkan sampah di sekitar Danau Toba dengan mengajak sekitar 300 murid SMAN 1 Siantar Narumonda dan masyarakat setempat untuk tidak membuang sampah ke dalam danau Toba atau sungai Asahan karena itu akan merusak kehidupan mereka sendiri.  

Tentu peran alumni sekolah dari sekitar Danau Toba ini tidak berarti jika tidak didukung oleh semua pihak terutama masyarakat setempat dan pemerintah dan pengusaha. Semoga alam Indonesia akan tetap lestari.