Mohon tunggu...
Jicha Syifanitami
Jicha Syifanitami Mohon Tunggu... Human Resources - Mahasiswa

Ilmu Komunikasi - Public Relations

Selanjutnya

Tutup

Politik

Pancasila, Mampukah Membantu Indonesia di Saat Pandemi?

23 Juli 2020   16:06 Diperbarui: 23 Juli 2020   16:06 385
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Garuda dan penjelasan lambang (foto: thegorbalsla.com) 

Hari lahir pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni adalah hari di mana Indonesia memperingati kelahiran Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Sila dasar negara yang berjumlah 5 sila ini adalah sebuah harapan bagi Indonesia karena seperti harapan yang diucapkan oleh Ir. Soekarno "Mudah-mudahan "Lahirnya Pancasila" ini dapat dijadikan pedoman oleh nusa dan bangsa kita seluruhnya dalam usaha memperjuangkan dan menyempurnakan Kemerdekaan Negara." Ir. Soekarno dalam pidato yang berjudul "Lahirnya Pancasila"

Ir. Soekarno di depan peserta rapat (foto: wartakota.tribunnews.com)
Ir. Soekarno di depan peserta rapat (foto: wartakota.tribunnews.com)

Pancasila di-klaim menjadi pedoman untuk perjuangan kemerdekaan negara. Muncul sebuah pertanyaan, apakah Indonesia mampu menerapkan Pancasila sebagai pedoman di masa sekarang? Masa sekarang yang berarti adalah masa perjuangan dari pandemi corona. Jawabannya adalah, ya. Pancasila dapat digunakan sebagai pedoman masyarakat Indonesia jika ingin bertahan di era pandemi ini. Mengapa? Berikut ulasannya:

1. Ketuhanan yang Maha Esa

Masyarakat Indonesia harus percaya bahwa Tuhan akan menolong hamba-Nya di dalam segala kesulitan. Apapun kepercayaan atau ketuhanannya, masyarakat Indonesia harus berpegang teguh dan senantiasa berdoa agar diberikan kemudahan dalam menghadapi pandemi ini.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Pemerintahan Indonesia harus mengaplikasikan sila kedua ini kepada masyarakat, seperti misalkan jika ada bantuan seperti uang atau sembako maka pembagian kepada rakyat harus secara merata dan adil, karena kita semua tau karena corona keadaan masyarakat Indonesia seperti di ambang kehancuran karena masalah ekonomi dan pemutusan hubungan kerja.

3. Persatuan Indonesia

Seluruh masyarakat Indonesia dalam pandemi ini wajib bersatu dan berjuang bersama demi melawan dan mengusir corona layaknya mengusir penjajah. Seperti misalnya, jika pemerintahan memberikan protokol, maka masyarakat wajib mematuhi. Sebagai masyarakat biasa, sudah sewajibnya kita membantu rekan sesama rakyat Indonesia yang bekerja sebagai petugas kesehatan dengan cara berdiam diri di rumah untuk memutus rantai perkembangan corona. Dengan bersatu, Indonesia pasti bisa mengusir corona.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Komunikasi yang dilakukan oleh rakyat Indonesia saat ini alangkah lebih baiknya jika dilakukan secara jelas dan gamblang, seperti apa itu corona, apa penyebabnya, apa akibatnya, bagaimana cara pencegahan hingga bagaimana step atau langkah yang harus dilakukan jika terkena atau terlihat ada indikasi corona di dalam tubuh.

Masyarakat juga harus diberitahukan secara jelas, tempat mana saja yang rawan, lalu arus perjalanan yang harus diperhatikan hingga rumah sakit yang mampu menangani kasus corona juga wajib diinformasikan oleh wakil rakyat agar tercapai satu kepahaman antara pemerintah dan rakyatnya.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan untuk seluruh masyarakat adalah hal yang wajib terpenuhi, pasalnya corona menyerang tanpa memandang kasta. Rumah sakit wajib melayani seluruh masyarakat dari seluruh kalangan, bahkan jika bisa seharusnya pemerintahan Indonesia membantu rakyatnya yang terkena corona dengan cara meringankan pembayaran rumah sakitnya. Selain itu, masyarakat Indonesia juga wajib menjaga kepercayaan pemerintah Indonesia dengan cara mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran corona dapat berkurang.


Drs. Moh Hatta berpidato (foto: today.line.me) 
Drs. Moh Hatta berpidato (foto: today.line.me) 

"Dan camkanlah pula, bahwa Pancasila adalah kontrak Rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa. Angkatan muda sekarang tidak boleh melupakan ini dan mengabaikannya," kata Hatta pada pidatonya di Hari Lahir Pancasila tahun 1977.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun