Media

"Digital Media Vs Analog Media"

13 Februari 2018   21:40 Diperbarui: 13 Februari 2018   21:46 394 0 0
"Digital Media Vs Analog Media"
Digital Media Vs Analog Media

Banyak persamaaan dan perbedaan yang dapat ditemui dalam membaca melalui media digital dan media tradisional (analog).  Perbedaan yang mendasar adalah menulis untuk media digital menggunakan komputer dan tulisan akan muncul di layar sedangkan menulis untuk media tradisional menggunakan bullpen dan kertas.

Akan tetapi, kualitas penulisan di digital media masih sangat kurang karena setiap orang yang memiliki komputer dan akses internet bisa langsung menulis tanpa memikirkan kualitas dari penulisan mereka. dengan adanya informasi yang dapat diakses di media digital dengan memberikan segala kemudahan, mengubah pola membaca audiens seperti kecepatan dalam memperoleh informasi. 

Karena adanya fasilitas ini ditambah lagi dengan fitur multimedia seperti foto, video, grafis, dan audio. Audiens lebih memilih media digital dibandingkan harus menunggu media tradisional seperti koran atau majalah yang harus menuggu untuk produksi setiap minggu atau bulan dan juga mengeluarkan biaya.

KREDIBILITAS

Mengingat besar dan mudahnya penerbitan informasi dalam media digital, kredibilitas sumber menjadi isu yang besar dalam media digital. Salah satu alasan kenapa krebilitas sangat diperlukan karena penurunan yang cukup besar terhadap pembaca surat kabar. 

Dimensi kredibiltas yang didentifikasi oleh Philip Meyer ada dua yaitu Believability dan Communication affiliation. Percaya didasarkan pada gagasan bahwa media berita menghadirkan akun yang akurat, tidak bisa, dan lengkap sedangkan afiliasi komunikasi mencakup organisasi berita tersebut. Dalam dua dimensi yang diungkapkan Meyer ini, menunjukkan bahwa publik dapat menolak cara media atau sumber menyajikan sebuah cerita akan tetapi mereka percaya dengan cerita tersebut.

BIAS

Beberap penelitian menunjukan bahwa kredibiltas telah menunjukkan bahwa kredibiltas media digital berkaitan dengan bias, artinya masuknya perspektif penulis di blog inilah yang membedakkan dengan di media tradisional. Seperti yang dikatakan wartawan veteran di salah satu blognya bahwa objektivitas merupakan "kebohongan terbesar" dalam profesi mereka.

IDENTIFIKASI

Identifikasi adalah konsep komunikasi kunci yang membantu kita memahami caranya media digital bisa menghasilkan kepercayaan daridari pembaca.  Burke memberikan wawasan bahwa keaslian suatu informasi sebagai faktor signifikan dalam membangun kredibilitas.

TRANSPARANSI

Sebagai penulis media digital, harus berusaha untuk menerapkan lebih banyak prinsip dan teknik termasuk transparansi karena sebagai pembaca sangat ingin membaca tulisan yang tidak mengandung objektifitas penulis dan harus menyajikan data yang aktual. Jay rosen mengatakan bahwa jurnalis harus menjadi pribadinya sendiri, ia harus memisahkan kepentingan  perusahaan dan mementingkan transparansi berita untuk mendapatkan kepercayaan dari pembaca.

AKUNTABILITAS

Akuntabilitas di sini maksudnya bertanggung jawab. Berkaitan dengan apa? Berkaitan dengan isi berita yang disajikan. Terutama tentang "suara manusia" yang professional,  mereka harus memenuhi kebutuhan khalayak tentng informasi dengan standar jurnalisme, tidak dengan menampilkan objektifitas.

MEMPERBAIKI KREDIBILTAS

Studi kredibiltas menunjukan beberapa elemen yang dapat meningkatkan kualitas konten dan situs, diantaranya:

  • Mudah digunakan
  • User yang ramah
  • Kualitas grafik yang tinggi
  • Penulisan yang baik
  • Adanya kontak secara cara untuk bisa komunikasi langsung
  • Keahlian dalam suatu subjek
  • Tersambung ke website tertentu

Menurut penilitian yang dilakukan oleh laboratorium Standfor, umunya ada kategori situs web yang kredibiltasnya rendah. Yaitu situs web yang dengan tujuan komersial atau iklan, tujuan hanya untuk beriklan dan memberi informasi dengan kredibilitas yang kurang.

KEMUDAHAN UNTUK DIBACA

Penulis web harus tepat pada sasaran atau to the point. Oleh karena itu, tidak heran apabila beberapa penulis di media digital secara spesifik menyajikan informasi tertentu. dalam membaca infromasi di media digital kebanyakan pembaca membaca scanning atau mencari kata kunci yang menjadi inti suatu informasi daripada harus membaca per kalimat. 

Maka dalam menulis di web diperlukan strategi untuk tidak menceritkakan keseluruhan informasi, tapi tidak mengurangi maknanya. Ada beberapa trik seperti Headlines: bisa berupa gambar atau tulisan yang mencolok dan menajadi objek pertama yang dilihat ketika dibaca. Selain itu, bisa berupa judul tulisan dengan hurud kapital dengan penulisan dipertebal

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2