Mohon tunggu...
Jentar Samosir
Jentar Samosir Mohon Tunggu... Propesional Literasi sekolah

Solusi pemecahan masalah jika kita rajin membaca

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Layanan Era Digital di Perpustakaan Masa Pandemi Covid-19

21 Januari 2021   19:58 Diperbarui: 21 Januari 2021   20:07 142 2 1 Mohon Tunggu...

Saat ini upaya yang paling mudah dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan cuci tangan,menggunakan masker,menjaga jarak saat interaksi dengan orang lain dan menghindari kerumunan. untuk itu Pemerintah mewajibkan masyrakat menggunkan masker saat keluar rumah.

Dengan kondisi pemustaka saat ini belum diberikan kebebasan tetap masih mematuhi protokol kesehatan selama pandemi berlangsung, bagaimna dengan taransisi literasi membaca  untuk memenuhi kebutuhan bahan bacaan sampai tingkat pendidikan SD sampai Perguruan tinggi bahkan sampai menuju desa, untuk mendukung pembangunan manusia berkwalitas, maka peran semua jenis perpustakaan sesuai UU 43 tahun 2007 sesuai pasal 20 dan pasal 21 ayat 2  (a ) menyakatakan untuk menetapkan kebijakan nasional, kebijakan umum, dan kebijakan tehniks pengelolaan dan kebijakan tehknik pengelolaan perpustakaan, dalam konten layanan pada masa pandemi covid-19  disebut dalam pasal 38 ayat (2 ) Sarana dan prasarana sebagaimana dimadsud pada ayat (1 ) dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai dengan kemajuan tehnologi informasi dan komunikasi.

Dalam paparan diatas , yang mutlak dilakukan untuk layanan  pemustaka yaitu dengan mengobtimalkan inovasi pemannfaatan koleksi digital dengan membuat konten layanan informasi on line sesuai kebutuhan warga maupun akedimisi.

Kondisi Pemerintah saat ini sedang gencar memberikan sosialisasi percepatan penanganan Covid-19 dalam pembatasan kegiatan, wabah corona masih melanda dunia termasuk Indonesia, dampak dari pandemi covid-19 kegiatan pembelajaran antara siswa dan guru terpisah oleh ruang waktu dengan pembelajaran jarak jauh yang bisa disingkat PJJ terpaksa dilaksanakan dari rumah masing-masing agar tercipta pola belajar yang yang efektif supaya guru dan siswa harus sama-sama senang.

Apapun diciptakan polanya, tetap harus fokus pada esensinya, dan intinya dirancang dengan baik desain pembelajarannya, pola belajar sebuah proses perobahan kepribadian sesorang dimana perumahan  tersebut  dalam peningkatan prilaku seperti peningkatan pengetahuan maka untuk menuju kearah yang sempurna dan menambah wawasan, bahwa peradapan bangsa  dapat dilihat di antaranya melalui tingkat literasi,termasuk tingkat literasi membaca, perpustakaan harus hadir ditengah-tengah berbagai masalah yang dihadapi pemustaka  ketika  proses pembelajaran dan untuk mengatasi itu semua bahan pustaka menjadi salah satu tolak ukur kunci keberhasilan untuk diarahkan membaca berbagai jenis bacaan, tentunya dengan mengunakan aplikasi

Hadirnya aplikasi digital

Penerapan tehnologi informasi ( TI ) yang begitu pesat di perpustakaan negara-neraga maju dewasa ini telah mampu meningatkan pengetahuan bidang tehnologi digital pada perpustakaan, tetapi juga citra profesi pustakawan.Perpustakaan sudah dikatogorikan sebagai asalah satu"social softwer" yang mampu menghubungkan masyrakat dan sumber informasi online dan slimutan.

Dengan majunya TI semakin dibutuhkan pengelola informasi yang mampu dan cepat mengikuti perkembangan dengan jalan mengikuti pendidikan baik jangka pendek maupun jangka panjang.Selain pengelola informasi maupun peneliti,pustakawan dan pegawai sudah saatnya mampu mengikuti TI, seperti menggunkan web.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat begitu pula dengan kemajuan tehnologi yang cepat maka dibutuhkan pustakawan dalam proses pencapaian, asal memiliki kompotensi agar dapat memberikan pelayanan yang prima yang bernilai tinggi, sehingga perpustakaan tidak hanya membutuhkan pencapaian produktivitas kerja tetapi lebih pada kinerja pustakawan merupakan  yang didasrkan standart pada tingkat mutu dan standart yang telah ditetapkan.

Selain itu, juga dituntut menciptakan inovasi baru dalam pelayanan pada masa pandemi covid-19, perpustakaan jadi berubah karena pembatasan protokol kesehatan.Disamping itu, perpustakaan berada didalam pelayanan masyrakat dalam proses kebutuhan koleksi buku, dimana si pengguna untuk mendapatkan tetap berada dirumah tinggal membuka aflikasinya sesuai yang di inginkan.

Memperkirakan keterbatasan repsitory perpustakaan juga menjadi kendala, karna masih terbatasnya koleksi dinas perpustakaan baik tingkat kabupaten/kota tidak semua bisa dilayani berbasis digital, maka dengan itu aktivitas layanan Perpustakaan Perguruan tinggi diseluruh tanai air harus bertisipasi dan berlomba  baik swasta dan pemerintah untuk bermitra untuk pencapaian  yang berbasis layanan digital ,untuk meraih sumber manusia yang  berkwalitas meningkatkan budaya membaca .

Saat ini kita sedang menghadapi,pembelajaran dirumah mau tidak mau,perkembangan revolusi industri 4.0 harus bisa beradaftasi serta berevolusi sehingga tidak terlindas perubahan zaman di era digital.

Penggeseran peran perpustakaan dari tempat atau sumber menjadi menjadi sistem sangat menekankan pentinnya perpustakaan untuk dapat bertindak lebih atraktif kepada pemustaka dalam diseminasi informasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN