Mohon tunggu...
Kris Budiharjo
Kris Budiharjo Mohon Tunggu... Wiraswasta - admin jemparingan.com | WA: 0882 0034 90 500

Dari 2019 sampai sekarang didhawuhi mengajar Jemparingan gaya Kraton Jogja u/ masyarakat Umum, di KDB Kamandhungan. Pegiat, pengajar, & penulis topik jemparingan modern maupun tradisional. WA: 0882 0034 90 500

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Gladhen Jemparingan Memperingati Kelahiran Sultan Kraton Jogja

11 November 2022   11:22 Diperbarui: 30 November 2022   08:00 118 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto : Kris @JemparinganCom

Wiyosan Dalem (hari kelahiran) Sri Sultan HB.X, yaitu hari Selasa Wage, selalu diperingati para abdi-dalem Kraton Jogja dengan gladhi jemparingan Mataraman, bertempat di halaman Kagungan Dalem Bangsal Kemandhungan.

Jemparingan Mataram atau di dalam kraton lebih dikenal dengan Jemparingan Mataraman gagrag (gaya) karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, adalah seni memanah tradisional khas kraton Jogja peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono ke-1

Panahan gaya Kraton Yogyakarta ini UNIK, karena dilakukan dalam posisi duduk bersila TANPA diijinkan mengincar sasaran dengan dilihat menggunakan mata. 

Yup ! Jemparingan Keraton adalah 'meditasi dengan laku memanah' untuk melatih kepekaan-hati (manah / olah roso).

Foto : Kris @JemparinganCom
Foto : Kris @JemparinganCom

Menurut catatan di Kraton Yogyakarta, jemparingan sudah menjadi salahsatu mata pelajaran wajib yang diajarkan di Sekolah TAMANAN, sekolah pertama yang didirikan Sri Sultan Hamengku Buwono ke-1 pada tahun 1757 M, untuk mendidik para sentana (bangsawan & keluarga sultan) dan keluarga para pejabat tinggi istana.

Foto : Kris @JemparinganCom
Foto : Kris @JemparinganCom

Foto di atas saya ambil tanggal 12 /07/2022 lalu. Tampak pria berkaos putih mengenakan peci hitam adalah KRT. H. Jatiningrat, SH cucu Alm. Sri Sultan HB.VIII. 

Di sampingnya yang berkaos merah adalah KRT. Hastononingrat, adik beliau yang sekarang menjadi penghageng  di makam raja-raja Mataram di Imogiri dan Kotagede.

Jemparingan Mataraman Kraton Yogyakarta memang dulunya hanya untuk para abdi-dalem kraton saja. Namun sekarang, atas ijin Kangjeng Jatiningrat, ketua Paguyuban jemparingan "GANDHEWA MATARAM'' karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, kami masyarakat Umum juga diperbolehkan nyawiji (bergabung) dan belajar memanah bersama-sama para abdi dalem.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan