Mohon tunggu...
Jazzy Eka
Jazzy Eka Mohon Tunggu... Guru - Guru

Let's write the world

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

5 Langkah Awal Menjadi Penulis

8 Januari 2024   08:22 Diperbarui: 8 Januari 2024   08:40 89
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Image by tirachardz on Freepik

Menjadi penulis? Aduh, saya nggak bisa nulis. Aduh, pasti sulit banget. Aduh, apa yang harus dituliskan? Ya, banyak sekali aduh-aduh lain, ketika kita diminta untuk menuliskan sesuatu. Dengan kata lain, membuat tulisan bagi yang tidak terbiasa menulis, merupakan tugas yang maha berat. Beberapa hal yang biasanya dirasa sulit yaitu dari mulai mencari ide, merangkai kalimat, memilih kata, sampai merapikan tulisan supaya enak dibaca dan mudah dipahami.

Kebiasaan menulis sebenarnya sama dengan kebiasaan berbicara, yaitu "setingan pabrik" semua orang yang bisa diasah dengan baik sedari kecil. Jika saat ini kita udah dewasa dan belum terbiasa menulis, bukan berarti terlambat. Masih sangat bisa di usia dewasa atau bahkan menjelang senja, untuk mengasah kemampuan menulis.

Apa saja langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membiasakan menulis bagi pemula? Berikut uraiannya:

  • Merubah mindset tentang menulis

Jika saat ini kita berpendapat bahwa kemampuan menulis hanya diperlukan oleh mereka yang berkutat dengan bidang akademik, maka persepsi ini harus segera dirubah. Kemampuan menulis bukan hanya tentang membuat laporan, menjelaskan ilmu pengetahuan, atau melaporkan sebuah penelitian. Lebih dari itu menulis merupakan terapi untuk membangun kebiasaan positif bagi jiwa.

Bagi seorang ibu rumah tangga, contohnya, mungkin menulis bukanlah hal yang penting. Toh, kesehariannya "hanya" seputar cucian, masakan dan dunia mengurus anak. Namun, ketika ia bisa menulis, setidaknya ada 3 (tiga) manfaat untuk ia sebagai penulis dan pembaca; (a) Ia bisa melepaskan stress dengan mengungkapkan kepusingannya mengurus rumah, (b) Ia bisa merefleksi dari tulisannya apa kelebihan dan kekurangan metode mengurus rumah tangga yang telah ia lakukan, (c) Pembaca bisa mendapatkan banyak banyak input tentang suka duka mengurus rumah tangga.

Jadi, apapun pekerjaan kita saat ini, akan menjadi value tambahan ketika bisa mengoptimalkan kemampuan menulis dan berdisiplin dalam menjalankannya.

  • Mencari Ide tulisan

Bagian ini merupakan hal yang sering menjadi alasan untuk sulit menuangkan tulisan. Kita terkadang bingung, dari mana harus mencari ide tulisan, apalagi jika kehidupan kita memang flat tidak ada yang istimewa. Seorang guru yang pekerjaan rutinnya "hanya" pergi pagi, mengajar, pulang sore, di rumah mempersiapkan bahan ajar, dan besoknya terulang lagi seperti itu, mungkin berpikir, apa yang bisa saya tuliskan, hanya itu-itu saja kegiatan seorang guru.

Namun, dari kesehariannya tersebut, seorang guru pasti banyak menemukan berbagai cerita menarik. Ide-ide tulisan bisa seputar bagaimana cara menyiapkan bahan ajar yang efektif dan menarik, kisah-kisah inspiratif ketika berinteraksi dengan murid, juga bagaimana tips dan triks supaya bisa bekerja dalam tim pendidik yang kompak dan solid.

Jadi intinya, mencari ide tulisan bisa dari hal-hal yang dekat disekeliling kita, yaitu hal yang kita tekuni, hal yang kita sukai dan hal yang kita setujui/tidak setujui.

  • Meluangkan waktu untuk menulis

Salah satu alasan lain yang membuat kita malas menulis adalah karena tidak adanya waktu. Guru beralibi sibuk mengajar dan membuat persiapan KBM. Mahasiswa beralibi sibuk kuliah dan membuat tugas (padahal tugas-tugas tersebut sebagian besar adalah membuat tulisan). Pengusaha sibuk mengurus perusahaannya, dan lain sebagainya. Kalaupun berniat untuk menulis, hanya mengandalkan sisa waktu yang terkadang tidak optimal, malah lebih banyak digunakan hal-hal lain seperti scrolling medsos atau  menonton kdrama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun