Mohon tunggu...
Kertaning Tyas
Kertaning Tyas Mohon Tunggu... Pendiri Lingkar Sosial Indonesia

Tinggal di Malang, Jawa Timur. Akrab disapa Ken Kerta. Penggerak inklusi dan organisasi difabel. Pendiri LIngkar Sosial Indonesia tahun 2014, pendiri Forum Malang Inklusi pada tahun 2016, inisiator desa-desa inklusi dan Posyandu Disabilitas di Kabupaten Malang tahun 2019.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Pak Menteri, Yuk Hentikan Bullying di Sekolah!

15 Februari 2020   03:23 Diperbarui: 15 Februari 2020   03:31 33 0 0 Mohon Tunggu...
Pak Menteri, Yuk Hentikan Bullying di Sekolah!
 Nadiem Anwar Makarim. Sumber: Kompas

Viral video yang memerlihatkan aksi kekerasan terhadap seorang siswi oleh beberapa siswa atau teman lelakinya di kelas. Pelajar yang belakangan diketahui adalah CA (16) siswi SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah itu terlihat pasrah dipukuli sembari duduk dan menangis tersedu.

Menurut keluarga koban, CA, anak bungsu dari dua bersaudara ini, memang memiliki pribadi yang supel saat kenal dengan orang lain. Namun, pihaknya tidak berani membalas saat disakiti karena memang ada keterbatasan. CA mengaku pada keluarganya ia sering merasa sakit karena kerap dipukuli oleh kawan-kawan sekolahnya.

Ya, terkait kasus bullying dalam lingkungan lembaga pendidikan, rasanya masih lekat pula dalam benak kasus perudungan mahasiswa difabel di Universitas Gunadarma pada Juli 2017 lalu, kini muncul lagi dan muncul lagi kasus-kasus bullying terhadap penyandang disabilitas.

Selain kasus MF di Universitas Gunadharma dan CA siswi SMP di Purworejo, kasus bullying yang masih hangat pula terjadi di SMPN 16 Kota Malang. Korban bully akhirnya harus diamputasi dan kehilangan salah satu jarinya.

Dikisahkan, korban bullying tubuh MS sempat diangkat beramai-ramai oleh temannya dan dibanting di atas lantai paving sekolah oleh teman-temannya. Tak hanya itu, MS sempat dilempar ke pohon oleh teman-temannya. Kepada polisi, pelaku melakukan hal itu karena iseng dan bercanda.

Kasus lainnya, adalah SN seorang siswi SMP yang melompat dari lantai 4 gedung sekolah. Kepergian SN, menyisakan tanda tanya. Sementara, pihak sekolah, yakni SMP Negeri 147 di Cibubur, Jakarta Timur, membantah jika SN bunuh diri akibat dibully teman sekolahnya.

Satu kasus lagi yang cukup lawas, adalah tewasnya mahasiswa IPDN Sulut tahun 2013 saat mengikuti ospek. Jujur saya tak ingin lebih panjang lagi merinci daftar kasus kekerasan di dunia pendidikan.

Kasus-kasus bullying di dunia pendidikan rasanya makin memprihatinkan,  masih namun belum ada solusi mendasar terhadap penyelesaian kasus-kasus tersebut. 

Namun setidaknya saya sendiri sebagai orangtua terus membekali anak dengan ilmu beladiri  silat, demi memupuk jiwa ksatria dan keterampilan bela diri. Juga satu dukungan penuh yang kerap kali saya tekankan pada anak, bahwa tak ada aksi lain kecuali LAWAN pada setiap tindak kekerasan yang dilakukan oleh sesama siswa, atau guru bahkan siapapun.

Satu sisi ini adalah jaminan keselamatan bagi anak, sebagai orangtua yang pasang badan untuk melindungi anaknya. Sisi lainnya adalah pudarnya kepercayaan bahwa sekolah bukan lagi tempat yang bisa dipercaya begitu saja mampu mendidik dan mencerdaskan anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN