Mohon tunggu...
Jandris Slamat Tambatua
Jandris Slamat Tambatua Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pascasarjana MSDM, Pemerhati Lingkungan, Competency Assessor

"Manusia Kerdil Yang Berusaha Mengapai Bintang"

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Hati-Hati dengan Hustle Culture: Ketika Kerja Keras Menjadi Racun

21 November 2023   11:25 Diperbarui: 21 November 2023   11:41 216
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bekerja sesuai prosedur, jangan melampaui batas ambang jam kerja (Dok. Pribadi)

Kerja keras memang layak dihargai, tetapi ketika dipaksakan melampaui batas, itu bisa menjadi bumerang. Ada pepatah yang mengingatkan bahwa "orang yang tunggangannya adalah kerja keras, maka kerja keras itu menjadi tunggangan terberat." 

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa akibat budaya kerja berlebihan ini, beberapa orang menghadapi masalah serius seperti depresi, ketidakseimbangan hidup, bahkan kematian.

Hustle culture, yang mendorong workaholism atau obsesi terhadap pekerjaan, seolah menjadi mantra kesuksesan. Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan yang dibangun di atas reruntuhan kesehatan mental dan fisik tidak akan berkelanjutan. 

Penting untuk tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas, tuntas, dan dengan ikhlas.

Budaya ini telah membuat banyak orang meyakini bahwa tidur sedikit, bekerja lebih, dan mengorbankan waktu bersama keluarga adalah kunci kesuksesan. Namun, kelelahan kronis dan stres dapat merusak kesejahteraan secara keseluruhan. 

Perlu disadari bahwa istirahat yang cukup, waktu bersantai, dan kehidupan pribadi yang seimbang memiliki peran krusial dalam mencapai keberhasilan jangka panjang.

Solusi Melawan Racun Hustle Culture

1. Atur Prioritas:

Tentukan prioritas yang jelas dalam hidupmu. Fokus pada pekerjaan yang benar-benar penting dan memberikan nilai tambah, bukan sekadar sibuk tanpa arah.

2. Tetapkan Batas Waktu:

Tentukan batas waktu untuk bekerja dan istirahat. Pisahkan waktu kerja dan waktu pribadi dengan jelas untuk menjaga keseimbangan.

3. Jaga Kesehatan Mental:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun