Membaca judul ini kita mungkin teringat tayangan sinetron di sebuah stasiun TV swasta. Tapi ceritanya adalah tentang tukang bubur naik haji.Qadarullah, karena kebaikan dan keluhuran budi pekertinya, tukang bubur ini bisa melaksanakan ibadah haji melalui perantaraan orang kaya yang dermawan.
Tulisan kali ini tidak sedang membahas tukang bubur itu. Sekilas ada kemiripan tapi pada bagian judul saja. Penasaran? Ini dia ceritanya.
Dikisahkan, suatu ketika setelah menjalankan ritual ibadah haji, Abdullah Ibn Al Mubarok sedang beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya, dia bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit dan bercakap-cakap. Abdullah Ibn Al Mubarak mendengar percakapan keduanya.
"Berapa orang yang datang menunaikan ibadah haji?" tanya malaikat yang satu kepada malaikat lainnya.
"Sekitar 600.000 jamaah," jawab malaikat yang ditanya.
"Berapa orang dari mereka yang diterima ibadah hajinya?" tanya malaikat itu lagi.
"Tidak satupun," jawab malaikat yang ditanya.
Abdullah Ibn Al Mubarak yang mendengar percakapan itu menjadi gemetar. Dia menangis dalam mimpinya. Laki-laki ini memikirkan betapa banyak persiapan yang harus dilakukan oleh orang-orang untuk menunaikan ibadah haji. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia. Sebagian besar mereka menempuh melalui udara dengan naik pesawat terbang. Tak jarang pula yang naik mobil. (Note:Bahkan beberapa waktu yang lalu viral ada pasangan suami istri dari Jawa Tengah menempuhnya dengan mengendarai sepeda motor. Ada pula yang menempuhnya dengan berjalan kaki.
Laki-laki ini juga membayangkan betapa besar pengorbanan para jamaah haji. Lamanya perjalanan, letihnya fisik mereka saat melaksanakan ibadah haji di panasnya padang pasir nan luas rasanya menjadi sia-sia. Abdullah Ibn Al Mubarak menangis pilu. Dia memikirkan itu semua sampai badannya gemetar.
Sambil menahan badannya yang gemetar, Abdullah Ibn Al Mubarak mendengarkan lanjutan percakapan kedua malaikat tersebut.