Mohon tunggu...
Izam BahtiarReza
Izam BahtiarReza Mohon Tunggu... Mahasiswa

KKN MID DR-XI UIN WALISONGO SEMARANG Kelompok 23

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Rendahnya Literasi Gizi pada Anak Sekolah Dasar

24 Februari 2021   11:46 Diperbarui: 24 Februari 2021   11:55 28 4 0 Mohon Tunggu...

15 menit membaca buku non-pelajaran sebelum waktu belajar dimulai adalah salah satu upaya dari gerakan literasi disekolah. Gerakan literasi ini adalah sebuah kegiatan yang membutuhkan partifipasi aktif dari seluruh warga sekolah untuk dapat menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas. Gerakan literasi sekolah mencakup tiga hal, yaitu mengenal, memahami, dan menerapkan informasi yang didapatkan kedalam kehidupan sehari-hari yang diupayakan sebagai kegiatan untuk mengintegrasikan progam sekolah dengan keluarga dan masyarakat (Wiedarti, dkk. 2016). 

Salah satu gerakan literasi yang penting untuk anak sekolah dasar adalah literasi gizi. Dimana minimnya pengetahuan akan literasi gizi telah menyebabkan beberapa permasalahan pada tumbuh kembang anak di sekolah dasar. 

Salah satu dampaknya adalah dapat membuat anak menjadi Stunting (Kerdil). Stunting adalah kondisi dimana seorang anak mengalami kekurangan gizi kronis dalam tumbuh kembangnya (Kemendikbud, 2020). Dampak buruknya tidak hanya membuat seorang anak memiliki tubuh yang pendek atau kerdil, namun stunting ini juga berdampak kepada:

  • Kecerdasan anak, dimana seorang anak akan sulit berprestasi didalam sekolahnya karena memiliki tingkat kecerdasan dibawah rata-rata.
  • Sistem imun tubuh yang lemah sehingga anak akan mudah sakit.
  • Dan berisiko tingi menderita penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Dari beberapa dampak tersebut, pemerintah melakukan upaya untuk menyadarkan akan pentingnya gerakan literasi sekolah untuk menyinergikan antara program pemerintah, satuan sekolah dasar, warga sekolah, dan orang tua siswa agar menjadi sadar akan pentingnya memahami informasi gizi yang baik. 

Untuk mendukung gerakan literasi gizi tersebut, pemerintah telah memberikan perhatian kepada pihak sekolah dengan cara melakukan pembinaan pengembangan usaha kesehatan sekolah (UKS). Hal tersebut dimaksudkan agar warga sekolah khususnya para peserta didik dapat mendapatkan pelayanan berupa penyuluhan, dan pengawasan kesehatan dengan baik.  

Pelayanan tersebut sangat penting kaitannya untuk diterapkan didalam kantin sekolah agar makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh para siswa tetap terpantau kesehatannya dengan cara memberitahukan akan pentingnya informasi gizi dari makanan yang dimakan (Permendikbud, 2014). 

Hal ini selaras dengan peraturan Departemen kesehatan Republik Indonesia 2005 yang menyatakan bahwa anak sekolah adalah sasaran yang paling tepat untuk memberikan pemahaman tentang masalah gizi sebagai upaya untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Cara membuat anak memahami informasi dari sebuah literasi gizi dapat dikemas dengan berbagaicara, antara lain dapat menggunakan media cetak dan media elektronik. Media cetak yang dapat digunakan seperti booklet, poster, dan flipchart. Sedangkan media elektronik dapat berupa video, tayangan televisi yang informative, dan radio. 

Pemberian informasi yang disajikan dengan menarik tersebut dapat membuat siswa menjadi lebih semangat dalam mengimplementasikan dikehidupan sehari-hari, sehingga tujuan pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa sesuai yang tercantum dalam UUD 1945 dapat diwujudkan secaranyata.  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x