Mohon tunggu...
Iskandar Zulkarnain
Iskandar Zulkarnain Mohon Tunggu... Laki-laki, ayah seorang anak, S1 Tekhnik Sipil.

Penulis Buku ‘Jabal Rahmah Rendesvous Cinta nan Abadi’, 'Catatan kecil PNPM-MPd', 'Menapak Tilas Jejak Langkah Bung Karno di Ende', 'Sekedar Pengingat', 'Mandeh Aku Pulang' (Kumpulan Cerpen) dan 'Balada Cinta di Selat Adonara' (Kumpulan Cerpen). Ayah. Suami. Petualang. Coba berbagi pada sesama, pemilik blog http://www.iskandarzulkarnain.com

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Gudang Garam Merah yang Kurang Merah

15 Juni 2013   08:24 Diperbarui: 24 Juni 2015   12:00 1616 2 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gudang Garam Merah yang Kurang Merah
137153531665248506

[caption id="attachment_268630" align="alignright" width="278" caption="Gudang Garam yang menambatkan perahunya, karena berubahnya rasa (gbr;Pribadi)"][/caption] Ada sebuah cerita yang terjadi pada 2007 lalu, seorangJoshua Bell, seorang pemusik terhebat di dunia, mengamen diStasion Metro, Washington DC, dengan biola seharga 3,5 juta Dolar. Setelah satu Jam mengamen hanya berhasil mengumpulkan 32 dollar, padahal 2 Hari sebelumnya, tiket pertunjukan Joshua Bell di sebuah teater di Boston dipenuhi terjual habis. Harga tiketnya rata-rata 100 dolar.

Apa arti dari cerita ini? Ternyata selera manusia dipengaruhi oleh waktu, tempat, kemasan dan nama. Kalau saja, para pengunjung stasiun Metro, Washington DC tahu siapa yang sedang mengamen, waktunya tidak pada saat orang sedang berangkat kerja dan tempatnya bukan di emplacement stasiun tentu kondisinya akan lain.

Cerita lain tentang nama, adalah seorang Jimmy Hendrick, Jawaranya pemain gitar terhebat di dunia, menggelar konser besar, dan di konser itupun tiket dengan harga yg sangat mahal ludes terjual, diborong penikmat musik (papan atas), tapi saat itu si Jimmy ( sengaja ) memainkan gitarnya dengan sangat buruk, namun anehnya para penonton tetap memberikan sambutan yg gegap gempita dan tepuk tangan yg sangat meriah.

Lalu apa hubungannya dengan Gudang Garam. Gudang Garam sebagai sebuah merk Rokok sudah sangat terkenal dan termasuk salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Perusahaan yang yang didirikan pada tanggal 26 Juni 1958 oleh Tjoa Ing Hwie ini memiliki penikmat-penikmat yang fanatic. Yang tidak diragukan lagi, ikut punya andil membesarkan Gudang Garam.

Beberapa syarat untuk tetap besar telah dimiliki Gudang Garam, nama besar dia punya, sejarah panjang dia punya, kemasan cantik juga dia punya, rasa yang nikmat dia punya, customer yang fanatic juga dimiliki Gudang Garam. Lalu apa masalahnya?

Beberapa waktu lalu, Gudang Garam mengganti kemasannya, mungkin hal ini dimaksudkan agar tetap update mengikuti perkembangan zaman, sehingga tetap in, sampai disini saja, semuanya masih oke. Perubahan lain, dalam pola lintingannya juga, terjadi perubahan, lebih seragam dan terlihat lebih rapi, sampai disini, semuanya masih oke, masih bisa diterima oleh para pecinta Gudang Garam Merah. Tetapi, perkembangan selanjutnya tentang rasa, ada perubahan rasa dalam kemasan baru ini. Sesuatu yang dapat dirasakan tetapi sulit untuk dituliskan. Saya sebagai pecandu fanatic Gudang Garam Merah, yang selalu ditemani Gudang Garam Merah dalam malam-malam panjang saya, merasakan sesuatu yang mengganjal, ada sesuatu yang hilang dalam rasa Gudang Garam Merah ini. Sesuatu yang itu tadi, saya dapat rasakan, tetapi sulit untuk menuliskan. Untuk itu, saya hanya memohon pada Gudang Garam Merah, silahkan rubah kemasan, silahkan rubah dalam pola ngelinting rokoknya, tetapi kembalikan rasa yang lama itu.

Sesuai dengan iklan Gudang Garam Merah…. Buktikan Merahmu. Maka sekarang saya ingin Gudang Garam Merah membuktikan Merahnya. Jangan Pudarkan warna Merah itu dalam hal rasa.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x