Mohon tunggu...
Isson Khairul
Isson Khairul Mohon Tunggu... Jurnalis - Journalist | Video Journalist | Content Creator | Corporate Communication | Content Research | Media Monitoring

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Spirit Literasi Kompasianer Pensiunan Polri Thamrin Dahlan

22 Juni 2022   10:34 Diperbarui: 22 Juni 2022   10:59 124 8 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Di Kompasiana, Palmerah Barat. Ki-ka: Thamrin Sonata (alm), Isson Khairul, Thamrin Dahlan, Ikhwanul Halim, dan Arum Sato. Foto: Dok. Isson Khairul

Selasa, 21 Juni 2022 lalu, ada kabar dari Thamrin Dahlan. Ia minta izin memasukkan tulisan saya Rahasia Thamrin Dahlan 10 Tahun Berkarya di Kompasiana ke buku Thamrin Dahlan 70 Tahun. Adakah alasan untuk tidak mengizinkannya?

Berbagi Rahasia, Berbagi Spirit

Rahasia Thamrin Dahlan 10 Tahun Berkarya di Kompasiana itu saya posting di Kompasiana, pada Jumat, 21 Agustus 2020. Dua hari sebelumnya, pada Rabu, 19 Agustus 2020, Thamrin Dahlan memang sengaja berbagi rahasia menulis kepada beberapa Kompasianer di Coffee Toffee, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Kompasianer adalah sebutan untuk para penulis di Kompasiana.

Momen berbagi rahasia menulis tersebut sekaligus untuk menandai 10 Tahun Thamrin Dahlan berkarya di Kompasiana. Tulisan pertamanya Hari Jum'at Bapak-ku, ia posting di Kompasiana, pada Jumat 20 Agustus 2010. Dalam rentang 10 tahun tersebut, ia sudah memosting 2.756 content di Kompasiana. Dalam pertemuan di Coffee Toffee itu, Thamrin Dahlan juga me-launching bukunya yang ke-30 PSBB Jakarta.

Ia memang disiplin menulis. Ia juga telaten mengumpulkan berbagai tulisannya, kemudian menerbitkannya menjadi buku. Di Coffee Toffee itu, Thamrin Dahlan bukan hanya berbagi rahasia menulis, tapi juga mengajak para penulis di Kompasiana untuk menerbitkan buku. Ia bahkan sengaja mendirikan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) untuk memfasilitasi para penulis.

Selengkapnya, silakan baca YPTD Membantu Terbitkan Buku Gratis yang diposting Thamrin Dahlan di Kompasiana, pada Kamis, 13 Agustus 2020. Sampai di sini, kita paham, ia bukan hanya seorang penulis, tapi sudah menjadi bagian dari gerakan literasi.

Kemudian, Thamrin Dahlan memperluas gerakan literasi-nya. Ia mendirikan situs terbitkanbukugratis.id, untuk menebar spirit literasi. Dengan demikian, bukan hanya para penulis di Kompasiana yang ia fasilitasi secara gratis, tapi juga para penulis di luar Kompasiana.

Dari penelusuran saya, hingga kini, sudah 345 buku yang diterbitkan dengan fasilitas YPTD. Seluruhnya, dilengkapi dengan International Standard Book Number (ISBN) dan keseluruhan buku tersebut ada bukti fisiknya di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, Jalan    Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Para penulis 345 buku yang difasilitasi YPTD tersebut, berasal dari hampir seluruh pelosok tanah air. Mereka juga berasal dari sangat beragam profesi. Lintas wilayah, juga lintas profesi. Dan, dapat dipastikan, sebagian besar dari mereka, belum pernah bertemu secara tatap muka dengan Thamrin Dahlan.

Isson Khairul dan Thamrin Dahlan, saat peluncuran Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) di Coffee Toffee, Rabu, 19 Agustus 2020. Foto: Isson Khairul
Isson Khairul dan Thamrin Dahlan, saat peluncuran Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) di Coffee Toffee, Rabu, 19 Agustus 2020. Foto: Isson Khairul

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan