Mohon tunggu...
Isson Khairul
Isson Khairul Mohon Tunggu... Jurnalis - Journalist | Video Journalist | Content Creator | Content Research | Corporate Communication | Media Monitoring

Kanal #Reportase #Feature #Opini saya: http://www.kompasiana.com/issonkhairul dan https://www.kompasiana.com/issonkhairul4358 Kanal #Fiksi #Puisi #Cerpen saya: http://www.kompasiana.com/issonkhairul-fiction Profil Profesional saya: https://id.linkedin.com/pub/isson-khairul/6b/288/3b1 Social Media saya: https://www.facebook.com/issonkhairul, https://twitter.com/issonisson, Instagram isson_khairul Silakan kontak saya di: dailyquest.data@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Pekerja Migran Arab Saudi Dominasi Wisma Atlet

4 September 2021   07:46 Diperbarui: 4 September 2021   07:53 217
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ada suasana baru di Wisma Atlet Kemayoran. Sejak dua pekan lalu, Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, kedatangan sejumlah pasien baru. Pada Jumat, 27 Agustus 2021, misalnya, ada 231 pasien baru yang dirawat di sana.

Pekerja Migran Indonesia

Itu bukan berarti ada lonjakan warga yang terpapar Covid-19 di kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Bukan. Mereka sebagian besar adalah warga dari berbagai wilayah tanah air, yang baru saja mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Selama ini, mereka bekerja di berbagai negara di luar negeri.


Menurut Mayjen DR. dr. Tugas Ratmono selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet, mereka ini dikenal sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, banyak pekerja migran yang kembali ke tanah air. Ada yang kembali karena inisiatif sendiri. Ada pula yang terpaksa kembali karena mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di luar negeri.

Selain itu, ada pula yang kembali karena ada perbaikan sistem di tempat kerja mereka di luar negeri. Itu diungkapkan oleh para pekerja di kapal ikan China, yang dipulangkan ke Indonesia melalui Singapura. "Kami pulang, karena ada perbaikan kapal," ujar Andri, salah seorang dari 35 pekerja kapal ikan tersebut di RSDC Pademangan.

Nah, sesuai aturan Satgas Covid-19, para pekerja migran tersebut harus menjalani masa karantina, sejak tiba di tanah air. Dari Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, para pekerja migran dibawa ke Wisma Atlet Pademangan yang berada di Jalan Benyamin Sueb, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Ada tiga tower di sana, yaitu Tower 8, 9, dan 10. Tiga tower tersebut digunakan untuk karantina pekerja migran. Setiba di sana, tiap pekerja migran menjalani test Antigen dan atau test PCR. Mereka yang hasil test-nya negatif, akan menjalani karantina beberapa hari di Wisma Atlet Pademangan.

Mayjen Tugas Ratmono menjabarkan, mereka yang hasil test-nya positif, akan dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk menjalani perawatan. Dari 231 pasien baru pada Jumat, 27 Agustus 2021 tersebut, 188 di antaranya adalah pekerja migran yang terdeteksi positif. Karena itulah mereka perlu menjalani perawatan di Wisma Atlet Kemayoran.

Dominan Arab Saudi dan Malaysia

Pada Jumat, 27 Agustus 2021 itu, ada 4.743 pekerja migran yang menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan. Mereka terdiri dari 2.523 pria dan 2.219 perempuan. Detailnya, 119 orang bekerja di Arab Saudi, 22 orang di Malaysia, 11 orang di Fiji, 7 orang di Papua Nugini, 3 orang di Korea, 3 orang di Jepang, dan di negara lainnya.

"Hari ini, pasien baru dari pekerja migran yang masuk ke Wisma Atlet Kemayoran, sebanyak 36 orang. 21 orang pekerja migran dari Arab Saudi dan selebihnya dari Malaysia," ujar Mayjen Tugas Ratmono, pada Selasa, 31 Agustus 2021. Pencermatan terhadap mereka, tentu saja harus lebih saksama, dalam konteks masuknya varian baru ke tanah air.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun