Mohon tunggu...
Isson Khairul
Isson Khairul Mohon Tunggu... research | media monitoring | content writing | public relation | corporate communication

Kanal #Reportase #Feature #Opini saya: http://www.kompasiana.com/issonkhairul dan https://wm.ucweb.com/dashboard/article Kanal #Fiksi #Puisi #Cerpen saya: http://www.kompasiana.com/issonkhairul-fiction Profil Profesional saya: https://id.linkedin.com/pub/isson-khairul/6b/288/3b1 Social Media saya: https://www.facebook.com/issonkhairul dan https://plus.google.com/+issonkhairul/posts serta https://twitter.com/issonisson Silakan kontak saya di: dailyquest.data@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Belajar Peduli dari Banyuwangi

17 Juli 2019   10:45 Diperbarui: 17 Juli 2019   11:08 0 0 0 Mohon Tunggu...
Belajar Peduli dari Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengantarkan makanan bergizi untuk warga lansia. Tiap hari, 3.017 warga lansia Banyuwangi, menerima kiriman makanan di rumah masing-masing. Inovasi Rantang Kasih tersebut sudah berlangsung sejak Kamis (26/10/2017). Foto: sindonews.com

Ini kabar dari Banyuwangi. Ada 4 inovasi dari kabupaten itu, yang patut kita acungkan jempol. Keempat inovasi tersebut diunggulkan, dari 3.156 inovasi se-Indonesia. Yuk, belajar peduli dari Banyuwangi.

Inovasi Peduli Lansia   

Keempat inovasi yang dimaksud: Rantang Kasih, Banyuwangi Festival, Banyuwangi Mall, dan Chips. Pada Sabtu (13/07/2019), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas telah memaparkan semuanya kepada dewan juri independen, yang diketuai JB Kristiadi, Doktor Administrasi Publik lulusan Sorbonne University, Perancis.

Dan, semuanya lolos ke dalam jajaran Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Itu hasil penilaian dewan juri independen, setelah membandingkannya dengan 3.156 inovasi se-Indonesia, yang mereka cermati.

Dari keempat inovasi tersebut, saya terkesan dengan inovasi Rantang Kasih. Ini program inovasi yang menyasar warga miskin lanjut usia. Saat ini, total ada 3.017 warga lansia, yang menjadi sasaran program tersebut. Kepada mereka, tiap hari diantarkan makanan yang bergizi. Dengan rantang, dengan penuh kasih, tentunya. Langsung ke rumah mereka dan gratis.

Ya, benar-benar tiap hari. Tak mengenal hari libur. Teknisnya, Pemkab Banyuwangi bekerjasama dengan warung makan terdekat dengan rumah warga lansia. Lalu, disepakati pagu anggaran untuk sejumlah lansia yang dekat dengan warung tersebut. Termasuk, anggaran untuk ojek, yang akan mengantarkan makanan itu.

Inovasi Rantang Kasih ini mulai dieksekusi dan diumumkan kepada publik, sejak Kamis (26/10/2017). Beberapa bulan sebelumnya, sudah dilakukan uji-coba. Artinya, program inovasi ini sudah berlangsung, hampir dua tahun. Abdullah Azwar Anas menuturkan, pada tahap awal, sekitar Rp 5,5 miliar anggaran dialokasikan untuk inovasi tersebut.

Abdullah Azwar Anas (kanan) di hadapan tim juri independen, yang diketuai JB Kristiadi. Anggota juri, antara lain: akademisi Prof Eko Prasodjo, Ketua YLKI Tulus Abadi, akademisi Wawan Sobari, praktisi Neneng Gunardi, dan praktisi komunikasi Suryopratomo. Foto: jatim.idntimes.com
Abdullah Azwar Anas (kanan) di hadapan tim juri independen, yang diketuai JB Kristiadi. Anggota juri, antara lain: akademisi Prof Eko Prasodjo, Ketua YLKI Tulus Abadi, akademisi Wawan Sobari, praktisi Neneng Gunardi, dan praktisi komunikasi Suryopratomo. Foto: jatim.idntimes.com
Inovasi Menolong Sesama 

Saya pikir, program peduli lansia miskin ini, patut diadopsi oleh banyak wilayah. Baik kabupaten, maupun kotamadya. Pertama, secara nasional, kita punya Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), yang diperingati setiap 29 Mei. Kedua, dari catatan data Susenas 2016, jumlah lansia di Indonesia, mencapai 22,4 juta jiwa. Artinya, sekitar 8,69 persen dari jumlah penduduk nasional.

Sebagai warga yang sudah tidak produktif, mereka tentu membutuhkan bantuan. Memang, ada sebagian lansia, yang mendapat topangan biaya hidup dari keluarga mereka. Sebaliknya, lansia yang tinggal hidup sebatang kara, juga tak kalah banyaknya. Mereka inilah yang membutuhkan bantuan. Setidaknya, untuk makan mereka sehari-hari.

Poin tersebut yang dicermati Pemkab Banyuwangi, yang kemudian mereka wujudkan menjadi Program Pemkab. Secara ekonomi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyuwangi, bukanlah yang terbesar di Indonesia. PAD Banyuwangi pada tahun 2017, tercatat Rp 351,1 miliar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x