Mohon tunggu...
Isnaeni
Isnaeni Mohon Tunggu... Guru - Belajar dengan menulis.

Belajar sepanjang hayat

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Menulis di Kompasiana Tidak Semudah yang Dibayangkan

4 November 2023   11:33 Diperbarui: 4 November 2023   11:58 110
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumentasi Pribadi

Saya senang menulis di buku catatan sejak di SMA berupa tulisan-tulisan yang tak berarti. Tulisan-tulisan untuk melepaskan keluh kesah yang ada di hati. Tulisan yang dibuat bertujuan agar segala keresahan yang ada bisa diungkapkan dan tidak dipendam begitu saja yang takutnya akan meledak menjadi bom waktu.

Kesenangan menulis ini terus berlanjut sampai suatu ketika Saya bertugas di daerah Cianjur Selatan dimana Saya banyak menghabiskan waktu jauh dari keluarga. Waktu senggang diisi dengan menuliskan jurnal harian dimulai dari aktifitas yang biasa dari pagi sampai malam maupun peristiwa-peristiwa yang menarik untuk dituliskan.

Beberapa buku catatan kecil tentang kehidupan sehari-hari ditempat tugas menjadi catatan kenangan dan membuat tersenyum ketika membacanya setelah beberapa tahun kemudian. Dan tempat bertugas merupakan tempat bersejarah bagi Saya pribadi dan orang-orang yang Saya temui menjadi keluarga yang tidak bisa dilupakan.

Saya kemudian mencoba menuangkan tulisan dalam media sosial namun hanya tulisan pendek. Kemudian belajar membuat blog dan akhirnya terbengkalai karena kurang inspirasi untuk menulis. Apa yang terpikir di benak tidak bisa direalisasikan dengan mudah apalagi dalam bentuk tulisan.

Saya mengenal kompasiana dari teman yang membuat tulisan di Kompasiana mengenai kegiatan yang kami lakukan sewaktu kuliah. Tulisannya sangat enak dibaca dan sesuai kaidah jurnalisme bukan seperti yang sering Saya tulis. Dan Saya membayangkan Saya pun akan bisa melakukan hal yang sama.

Saya kemudian mendaftar di Kompasiana dengan melakukan syarat-syaratnya, namun ketika akan menulis ide-ide itu hanya ada di benak tidak bisa dibuat tulisan, dan kurang lebih selama setahun kemudian Saya menulis di Kompasiana. Bekerja dari rumah karena Covid-19 dan Bulan Puasa mendukung Saya untuk menulis di Kompasiana. Kegiatan menulis di Kompasiana memberikan banyak pengalaman dalam menulis.

Kebiasaan menulis di Kompasiana ini menarik rekan kerja dan Saya membantu proses mendaftarkannya.  Kemudian mereka menulis beberapa tulisan dan mereka bersemangat untuk melakukannya. Mungkin karena kesibukan dan keterbatasan menggunakan perangkat komputer membuat mereka tidak meneruskan menulis di Kompasiana. Salah satunya ada yang tidak masuk akun kompasiana karena lupa password dan tidak bisa masuk akun.

Karena ada suatu hal, beberapa hal sempat membuat Saya malas menulis atau mempublikasi apapun baik melalui media sosial maupun platform lainnya. Dan setelah kondisi membaik Saya pun kembali mulai menulis dengan percaya diri. 

Isteri pun sempat berkeinginan untuk membuat akun karena Ia sangat menyukai menulis dan tulisannya pun lebih baik dari Saya. Ia masih mengandalkan menulis di media sosial, dan komenan pembaca sangat baik. Namun, ia masih belum sampai waktunya untuk membuat akun dan menulis. Menulis memang memerlukan pikiran yang fokus dan keinginan kuat untuk menulis. Bila tidak ada mood maka menulis satu kata pun terasa berat.

Walaupun tulisan masih sedikit dan kualitas masih kurang, minimal tulisan yang dibuat bisa membuat hati lega dan menimbulkan kepuasan diri. Dari membaca tulisan kompasianer lainnya menambah wawasan dan kedewasaan pikiran, selain itu juga bisa menambah teman dan saudara dari berbagai penjuru dunia.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun