Mohon tunggu...
Ismuziani ita
Ismuziani ita Mohon Tunggu... Mental Health Nurse

Selalu bersyukur pada Allah.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerita Pagi

9 Juli 2020   09:51 Diperbarui: 9 Juli 2020   09:59 18 1 0 Mohon Tunggu...

Cerita pagi...
By. Ismuziani Ita

Matahari pagi masih malu malu menampakkan sinarnya, kutatap sinar sang surya berwarna kuning bercampur merah, tak bisa ku deskripsikan ini warna apa. Aku masih terpaku di pematang sawah, tak tahu harus berbuat apa. Ku raih ponsel dari kantong gamis ku, seketika juga ponselnya berbunyi memecahkan kesunyian di tengah sawah, nama ummi muncul memanggilku. Ah.. Pikir hatiku baru saja aku hendak mencoba menelpon ummi, ummi sudah duluan menelpon ku.

"Assalamu'alaikum mi.. " Segera ku beri salam pada wanita yang sangat aku cintai, tak kan ku biarkan ummi menunggu lama suaraku menjawab telpon nya.

" Wa alaikum salam Laila "suara ummi di seberang sana, ummi pasti lagi di dapur sedang mempersiapkan sarapan untuk kami sekeluarga.

" Udah selesai sayang, yang ummi minta tolong tadi, kalau udah selesai segera kembali ke rumah ya " tambah ummi kemudian

" Hhhmm iya mi.. Tapi.. Laila lupa tadi ummi nyuruhnya apa " jawabku terbatas bata..

" Ya Allah anak ini, makanya tadi waktu ummi kasih tau di dengar, na aneuk inong saboh, meu sapeu hanjeut ta yu but, tanyoe cit yang hek "  keluar lah kata kata dari mulut ummi bak air terjun mengalir begitu saja.

" Maaf ummi, tapi Laila ka tuwo" jawabku santai biar ummi tidak panik.

" Laila, kamu liat benih padi yang di semai di sawah kita, kira kira udah berapa centimeter panjang nya, udah itu aja, di kira kira aja, gak payah pakai rol untuk ngukur nya " kata ummi udah mulai bercanda

" hhmm iya mi, Laila udah ingat sekarang, tapi mi... " kataku kemudian..

" Tapi apa lagi laila, mau bilang lupa bawa rol untuk ngukur?, di kira kira aja ya sayang .. " suara ummi mulai tinggi sedikit

" Bukan Mi, tapi di sawah kita kelihatan baru di bersihkan, sawahnya bersih dan belum di buat tempat semai bibit " jawabku

"Apa..? Udah beberapa hari yang lalu wak Minah semai benih, udah ummi bayar juga upah nya, gak mungkin wak Minah bohong " suara ummi mulai panik..

" Iya Mi.. Tapi.... " belum habis aku bicara, seseorang merampas handphone ku, dan langsung berbicara dengan ummi ku melanjutkan percakapan ku

"Assalamu'alaikum buk Hajjah,  nyoe ngon Ali buk Hajjah, aneuk pak Umar, aneuk dara dron ka salah lokasi pantauan, nyoe ka dijak pantau bak umong lon tuan " Suara seseorang yang mengaku bernama Ali berbicara dengan ummi lewat ponsel ku

Dan ternyata, aku salah sawah, aku bukan ke sawahnya ummi tapi ke sawah orang, wajahku memerah menahan malu, pada pemuda tersebut, aku mulai memperhatikan Ali, yang lanjut berbicara dengan Ummi ku masih menggunakan ponsel ku.

Siapakah Ali ini, kenapa aku belum pernah melihat nya, katanya tadi anak pak Umar, aku mencoba mengingat siapa orang tuanya.
Aku baru satu minggu kembali ke kampung setelah 6 tahun menempuh pendidikan di dayah, meskipun sudah dibina di dayah untuk menjaga pandangan terhadap lawan jenis, tapi pagi ini hati kecilku di bisiki suara halus menyuruhku menatap pemuda ganteng di depanku, buru buru aku istigfar agar tidak terbawa suasana.

"Nih, handphone kamu, kata buk Hajjah disuruh segera pulang " kata Ali padaku.

"Besok besok pakai GPS ya, biar tidak sesat " Ali mulai bercanda dengan ku

" Maaf bang, saya salah " jawabku singkat sambil merebut handphone ku dari tangannya.
" eit.. Tunggu dulu.. " kata Ali menarik kembali handphone ku, Ali menyimpan nomor nya di handphone ku, dan melakukan panggilan ke nomor nya, seketika nomor aku sudah masuk ke handphone nya.

" siapa nama nya dek? " Tanya Ali pada ku

"Laila" Jawabku datar

Ali mengembalikan handphone ku, setelah dia menyimpan nomor telepon ku di ponselnya. Segera aku rebut handphone ku, dan berlalu dari hadapan nya

"Terimakasih bang, Assalamu'alaikum " ujarku sambil berlalu

"Wa alaikum salam" Aku mendengar suara Ali menjawab salamku tanpa menoleh pada sumber suara.

Perasaanku bercampur aduk, kesal, malu, marah pada kecerobohan ku sendiri, aku berlari kecil meninggalkan pematang sawah, segera kembali ke rumah.


Aku sudah siap dengan omelan omelan ummi yang garing, yang akan menghiasi pagi ku kali ini.
***
Blang bintang, Juli 2020
Ismuziani "ita"

*** 


Catatan :
1. Na aneuk inong saboh, meu sapeu hanjeut ta yu but, tanyoe cit yang hek = Punya anak gadis satu, apa pun tak bisa kita minta tolong, kita juga yang capek.


2. Ka tuwo = Sudah lupa


3.Nyoe ngon Ali buk Hajjah, aneuk Pak Umar, aneuk dara dron ka salah lokasi pantauan, nyoe ka dijak pantau bak umong lon tuan = ini dengan Ali buk Hajjah, anak Pak Umar, anak gadis ibu salah lokasi pantauan, sekarang sedang memantau sawah saya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x