Isar Dasuki Tasim
Isar Dasuki Tasim PNS

Sebagai Guru SMA yang bertugas sejak tahun 1989 di Teluknaga Tangerang. Pernah aktif sebagai anggota FKPPI, Pengurus DPD KNPI di Kabupaten Tangerang dan Propinsi Banten.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Teo, Maestro Bola Cilik

25 Maret 2019   13:22 Diperbarui: 25 Maret 2019   13:37 13 2 0

Berlatih bermain bola

Berlatih bermain bola sudah dilakukan Teo sejak kecil. Ketika masih belajar berjalan, Ayah ku suka mengajakku berlatih main bola. Bola yang diberikan padaku pertama bola pelastik, kemudian menjadi bola dari kulit yang ukurannya kecil. Mulanya ayah ku menendang bola ke arah ku lalu aku menendang kembali ke ayahku, setiap hari berlatih ku lakukan begitu.

Esok harinya begitu juga ayah ku menagjak ke lapangan sepak bola sambil melihat pertandingan sepak bola antara tim tuan rumah dengan tim tamu. Banyak penonton di pinggir lapangan yang menyaksikan pertandingan sepak bola. Karena seringnya di ajak menonton dan belatih sendiri di lapangan teo menjadi mahir menendang bola. Dengan kekuatan penuh bola di tendang kearah kiper, yang kipernya ayah ku sendiri. Cukup keras tendangan Teo, walaupun badannya masih sangat kecil.

Sampai memasuki usia sekolah Teo mulai punya teman usia sebaya. Di halaman sekolah teo dan teman-temannya selalu bermain bola. Guru olah raga selalu  mengarahkan bagaimana mennendang bola dengan baik. Teo begitu antusias mendengarkan penjelasan guru olah raga. Sekali-kali guru olah raga mengajak bertanding dengan sekolah sebelah sebagai lan tanding dengan sekolahku. Disinilah bakat teo mulai terlihat, dari cara mendribel bola sampai memberikan operan kepada temannya begitu lembut dan terlihat sebagai pemain bola yang sudah mahir. Gurunya menyarankan kepada orang tua teo agar berlatih teratru setiap hari.

Latihan tiap hari

Minggu pagi Teo sudah bersiap-siap menuju lapangan sepak bola dekat rumahnya. Mulai jam 8 pagi teman-temannya sudah menunggu untuk berlatih sepak bola. Belum ada pelatih yang bisa mengajarkan bagaimana bermain bola dengan baik. Melalui lari-lari keliling lapangan dan senam agar tidak terjadi keram pada saat bermain bola. Teo yang sudah biasa latihan di sekolah, mulai  mempraktekan di kampungnya. Sambil berbagi dengan tema di kampungnya Teo mengajarkan bagai mana menendang bola dengan baik dan benar.

Selain hari minggu, setiap hari Teo berlatih bola sore hari selepas Ashar Teo dan teman-temannya mulai berlatih bermain bola. Belum juga ada pelatih yang mumpuni, Teo tetap bermain bola dengan teman-temannya. Begitulah yang dilakukakan Teo dan tman-temannya, setiap hari, sampai suatu hari ada remaja yang sama memilkik hobi bermain bola, melihat ada anak-anak berbakat bermain remaja tersebut tertarik untuk melatih Teo dan teman-temannya.

Karena sudah ada pelatih, latihan Teo dan teman-temannya menjadi terarah. Lazimnya sebagai pelatih, pelatih mulai menerapkan disiplin latihan. Jangan sampai terlambat hadir dilapangan kalau tidak mau kena hukuman oleh pelatih. Disiplin sebagai modal utama bila pemain bola ingin menjadi pemain profesional ujar pelatih.

Setiap latihan, teo dan teman-temannya diarahkan teknik-teknik bermain bola, mulai dari strategi menyerang dan strategi bertahan. Sesekali pelatih mengajak Teo dan teman-temannya bertanding dengan tetangga sebelah sekedar mempraktekan hasil latihan dari pelatih. Ternyata Teo memang mempunyai bakat dalam mengolah bola dan bagaimana mengoper bola pada temanya. Pelatih cukup puas dengan pertandingan persahabatan antara tetangga sebelah yang dimenangkan Teo dan teman-temannya 2 -- 0 untuk kemenagan Teo. Pada pertandingan tersebut Teo mencetak Gol melalui sundulan kepala dan satu gol lagi oleh teman Teo, hasil asis Teo dari tendangan bebas.

Seringnya melakukan latih tanding bahkan melalui pertandingan kampung antara Desa sampai dengan pemain SSB yang sudah lama ada di korta tersebut. Teo mulai tertarik untuk bergabung dengan Club Sepak Bola atau Sekolah Sepak Bola. Teo mendekati Ayahnya dan berkata "Yah, boleh ga Teo bergabung dengan Club", ujar Teo kepada Ayahnya, "Boleh, asal serius jangan males-malesan," jawab Ayahnya. Mendengar jaaban Ayahnya Teo sangat gembira.

Daftar ke club sepak bola

Dengan modal persetujuan Ayahnya, Teo berbicara dengan pelatihnya. "Pelatih, boleh ga teo masuk ke club sepak bola", tanya Teo kepada pelatihnya. "boleh, nanti saya carikan club yang bagus", jawab pelatih. Dari sinilah pelatih dan Teo mulai menelusuri tempat club sepak bola yang bagus. Satu satu club yang ada di kota itu di kunjungi dan melihat kelebihan dan kekurangannya. Ada beberapa club yang di kunjungi Teo dan pelatihnya salah satunya club Ciung Wanara. Club ini terkenal dengan pemain-pemain yang berbakat, banyak pemain dari club ini yang masuk pada club galatama setingkat dengan liga yang ada di kota itu. Teo, tertarik untuk masuk ke club tersebut.

Besoknya Teo mendaftarkan diri masuk ke club ciung wanara. Sebelum masuk club Teo di tes bagaimana mendribel bola dan latihan lainnya yang dipersyaratkan oleh club termasuk tes kesehatan. Ternyata masuk sebuah club harus di tes. Ya harus di tes, maksudnya untuk mengetahui sudah sampai mana kemampuan bermain sepak bola sebelumnya. Teo diterima di Club Ciung Wanara, mulai lah latihan seminggu empat kali berlatih di waktu sore hari agar tidak mengganggu kegiatan sekolah. Sistem latihan di club Ciung Wanara senin sampai kamis, jumat dan sabtu dipersiapkan untuk latih tanding atau kompetisi antar club. Cukup padat Teo berlatih di club ciung Wanara.

Beberapa kali berlatih di club Ciung Wanara, teo mulai keliatan bakat bermain sepak bola. Pelatih di club ciung wanara mulai memperhatikan bakat yang dimiliki anggota baru Teo namanya. Dalam beberapa pertandingan  Teo di mainkan pada babak ke 2,  setiap Teo bermain selalu menghasilkan gol yang tidak di sangka-sangka, dari tengah lapangan dengan melewati dua tiga pemain lawan Teo berlari kencang sambil mendribel bola dan penjaga gawang terkecoh oleh Teo dan gol gol gol teriak teman Teo di pinggir lapangan. Menyaksikan teo bermain sepak bola indah membuat para penonton di lapangan mulai terkagum-kagum melihat permainan Teo.

Karena sering mencetak gol dalam setiap pertandingan, akhirnya Teo dipercaya pelatih untuk bermain pul time dengan posisi sebagai striker kedua. Striker pertama belum tergantikan, disamping jam terbangnya lebih lama berada di club ciung wanara, sementara Teo baru beberapa bulan  menjadi anggota club. Hari-hari dilalui Teo dari latihan-latihan dan pertandingan ke pertandingan lainnya di ikuti, Teo mulai dikenal oleh penonton pecinta sepak bola.

Mulai di kenal

Dari pertandingan ke pertandingan berikutnya Teo selalu menjadi perhatian penonton. Bagai mana tidak setiap bola berada di kakinya, sulit untuk di ambil oleh pemain lawan, selalu dapat dilewati. Operan dari Teo selalu menghasilkan gol oleh striker utama. Teo mulai mendapat pujian dari para penonton bahkan sesama pemain. Pujian tersebut tidak membuat Teo sombong, bahkan teo terus bersyukur memiliki bakat terpendam. Teo kadang lebih banyak latihan di luar jam latihan untuk mengasah kemampuannya.

Usia Teo belum sampai 11 tahun tapi kemampuan bermain bola seperti orang dewasa, begitu cantik dalam mempermainkan bola, larinya sagat kencang tidak mudah di ikuti oleh pemain lawan. Pada kesempatan pertandingan melawan SSB sekotanya Teo mulai menjadi perhatian lawan, Teo dijaga ketat selalu di bayang-bayangi pemain lawan, namum bukan Teo namanya bila tidak bisa melewati lawan bahkan mengelabui pemain lawan dengan gerakan tipunya. Tidak jarang bila bola di kaki Teo, menjadi sasaran takling keras dari pemain lawan. Teo mampu menghindari takling keras dari lawan-lawannya. Teo selalu tersenyum bila mendapat takling keras, inilah membuat simpati para penonton dan lawan.

Pertandingan semacam ini menambah jam terbang Teo dalam bermain sepak bola. Teo menjadi dikenal banyak orang. Lawan maupun penonton mengenal permainan Teo yang selalu mengasikan. Bila memdribel bola Teo selalu di elu-elukan oleh penonton. Asiknya membawa bola dan memberikan kepada teman di garis serang, selalu menghasilkan gol. Hatrik pernah dilakukan olegh Teo pada saat bertanding. Gol-gol itu tercipta melalui sundulan kepala dan tendangan bebas. Tendangan bebas yang dilakukan oleh Teo mirip tendangan melengkung yang dilakukan oleh David Beckam atau Roberto Carlos pemain brasil.