Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Transaksi Tidak Wajar dan Mencurigakan, Apa Saja Itu?

28 September 2022   05:31 Diperbarui: 28 September 2022   18:09 1741
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Gubernur Papua Lukas Enembe saat ini sedang menjadi pusat perhatian media nasional berkaitan dengan kasus dugaan korupsi. 

Lukas Enembe sudah dipanggil sebanyak dua kali agar datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani proses pemeriksaan.

Tapi, sampai tulisan ini ditulis, Lukas Enembe belum memenuhi panggilan KPK dengan alasan kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan.

Terlepas dari kasus tersebut, jika membaca sejumlah referensi yang menuliskan jejak perjalanan karier seorang Lukas Enembe, harus diakui, Lukas punya prestasi yang cemerlang.

Namun demikian, tulisan ini tidak bermaksud menguraikan perjalanan karier putra asli Papua Pegunungan (asal Kabupaten Tolikara, tapi pernah menjadi Bupati Puncak Jaya) tersebut.

Tulisan ini juga tidak bermaksud membahas kasus yang disangkakan kepada Lukas Enembe, karena masih perlu menunggu proses yang sedang ditangani KPK.

Hanya saja, Lukas Enembe dalam pemberitaan di sejumlah media massa dikaitkan dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Temuan tersebut menyangkut transaksi tidak wajar atau transaksi mencurigakan yang memang menjadi tugas PPATK untuk meneliti berdasarkan laporan yang diterimanya dari bank atau lembaga jasa keuangan lainnya.

Nah, tanpa dikaitkan dengan kasus Lukas Enembe, tulisan ini mencoba memaparkan apa saja yang termasuk dalam transaksi mencurigakan (suspicious transaction).

Saat ini, boleh dikatakan hampir semua orang sudah familiar dengan transaksi perbankan. Soalnya, hampir semua orang pula sudah punya rekening di bank.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun