Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Akahkah Gerindra Usung Ahmad Riza Patria di Pilgub DKI Jakarta?

31 Januari 2021   00:01 Diperbarui: 31 Januari 2021   00:02 316 62 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Akahkah Gerindra Usung Ahmad Riza Patria di Pilgub DKI Jakarta?
dok. kompas.com

Belum begitu jelas, apakah Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta akan digelar sesuai jadwal semula yakni tahun 2022 atau ditunda menjadi tahun 2024. Namun demikian, bursa bakal calon gubernur sudah ramai di media massa, antara lain banyak yang menjagokan Tri Rismaharini, mantan Wali Kota Surabaya yang sekarang menjadi Menteri Sosial.

Risma disebut-sebut menjadi penantang yang paling potensial melawan petahana  Anies Baswedan. Itu pun bila Anies ada partai politik yang mengusung, mengingat Anies bukan orang partai, meskipun pada Pilgub 2017 diusung oleh Gerindra dan PKS. 

Bisa jadi PKS masih tertarik mengusung Anies karena Anies dikenal punya perhatian lebih terhadap pembangunan mental spiritual yang sejalan dengan visi dan misi PKS. Tapi, sejak Gerindra bergandengan mesra dengan PDI Perjuangan, yang ditandai dengan masuknya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di kabinet sekarang, diragukan, atau paling tidak masih dipertanyakan, apakah akan kembali mengusung Anies.

Baru-baru ini ada berita menarik, Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis, meminta Anies mundur dari jabatannya, dengan alasan Anies telah gagal mengendalikan pandemi Covid-19 di DKI Jakarta. Lontaran itu tampaknya bukan suara resmi Gendiri, hanya sebagai aspirasi pribadi.

Buktinya, Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, yang juga Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, sudah menegur Ali Lubis. Tentu Riza gerah juga, bila ia tidak memperingatkan anak buahnya, nanti malah dianggap setuju dengan Ali Lubis. 

Padahal, publik juga bisa menfasirkan, bila Anies dinilai gagal, maka kegagalan tersebut sekaligus menjadi kegagalan Riza. Bukankah tugas utama seorang wakli gubernur adalah membantu gubernurnya? Maka, Riza tentu tidak ingin "menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri".

Kembali ke soal Pilgub DKI Jakarta, nama Riza memang tidak banyak disebut-sebut sebagai cagub, meski ia berasal dari partai yang menempatkan wakil yang relatif banyak di DPRD DKI Jakarta dengan 19 kursi (peringkat kedua setelah PDIP).

Namun demikian, dengan perannya sebagai wagub, peluang Riza sebetulnya cukup terbuka. Apalagi ia lumayan sering tampil di depan jurnalis dan karenanya wajahnya juga rajin nongol di layar kaca. Bahkan, Riza sering blusukan, termasuk dalam menyiapkan lahan pemakaman bagi jenazah yang meninggal karena Covid-19.

Hebatnya, Riza pintar memilih kata-kata sehingga tetap terkesan sejalan dengan Anies, bukan seperti yang dikhawatirkan sebelumnya akan menjadi matahari kembar. Dalam setiap penjelasannya di depan jurnalis, Riza sering menyebutkan kebijakan, instruksi, atau hasil koordinasi dengan Gubernur Anies Baswedan.

Dengan pernyataan seperti itu, Riza terbebas dari tudingan mencoba membangun panggung sendiri untuk mendongkrak popularitasnya. Lagipula, ada kemungkinan Anies sengaja meminta Riza yang lebih banyak tampil, karena komunikasinya yang bagus dengan pemerintah pusat. Sementara itu, Anies sendiri sepertinya "kurang disukai" pihak pusat dan beberapa kali melontarkan pendapat yang tidak sejalan dengan kebijakan pusat.

Sejauh ini pasangan Anies-Riza boleh dikatakan kompak. Mungkin ada saja perbedaan pendapat antar mereka berdua, tapi tidak sampai mencuat ke permukaan. Tapi, sekali lagi, mengulang duet Anies-Riza pada periode berikutnya, masih jadi tanda tanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN