Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Golkar Sudah Putuskan Mendukung Gibran, PDIP "Terpaksa" Ikutan?

10 Maret 2020   00:07 Diperbarui: 10 Maret 2020   00:07 1528 22 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Golkar Sudah Putuskan Mendukung Gibran, PDIP "Terpaksa" Ikutan?
Dok. Tempo.co

Dalam politik, momen pengumuman untuk mengusung calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada, merupakan hal yang penting. Bila terlalu lama mempertimbangkan segala sesuatu, bisa berakibat tidak bagus.


Golkar sebagai salah satu partai yang sudah banyak makan asam garam perpolitikan,  tampaknya tahu kapan harus mengumumkan siapa calon yang direkomendasikan buat pilkada di Solo dan Medan.

Dua daerah tersebut mendapat prioritas karena selalu diburu para jurnalis. Hal ini berkaitan dengan apa yang disebut oleh sebagian pengamat politik sebagai akan terbangunnya "politik dinasti" dari Presiden Jokowi

Tapi soal dinasti ini tidak harus berarti negatif. Karena semua warga yang memenuhi syarat, berhak untuk maju di pilkada atau pemilihan lain yang memerlukan suara dari rakyat. Toh akhirnya rakyat yang akan menentukan.

Soalnya putra sulung presiden, Gibran Rakabuming Raka, sudah menyatakan tekadnya untuk menjadi Wali Kota Solo. Sama halnya dengan menantu presiden, Bobby Nasution, di Kota Medan.

Tulisan ini lebih terfokus pada Pilkada Solo karena Gibran hanya mau maju bila diusung oleh PDIP. Masalahnya, PDIP sendiri, melalui DPC Solo telah lebih dahulu menjagokan pasangan calon Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.

Achmad Purnomo sekarang adalah Wakil Wali Kota Solo, sedangkan Teguh Prakoso adalah Ketua DPRD Kota Solo. Keduanya adalah kader PDIP setempat.

Ditolak oleh DPC Solo, tidak membuat Gibran kehilangan akal. Ia pun menyambangi DPP PDIP dengan menemui sang ketua umum, Megawati Soekarnoputri.

Nah, sementara DPP PDIP masih menimbang- imbang, mau mengusung Gibran atau Achmad Purnomo, Golkar tahu-tahu bergerak cepat, ibarat bermaksud mem-fait accompli, atau semacam "memaksa" PDIP untuk ikut bergabung.

Dilansir dari tempo.co (9/3/2020), Golkar sudah merekomendasikan Gibran dan Bobby untuk diusung di Solo dan Medan. Bahkan Golkar tidak akan mengubah keputusannya andaikan PDIP tidak mengusung Gibran. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN