Irmina Gultom
Irmina Gultom Apoteker

Pharmacist - Universitas 17 Agustus 1945 | Books and movie addict | Writing and photography lovers | IG: irmina_gultom | No one can tell your story, so tell it yourself. No one can write your story, so write it yourself

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

[Thai Picnic] Siam Niramit yang Mengundang Decak Kagum

14 November 2017   14:02 Diperbarui: 14 November 2017   14:42 467 3 2
[Thai Picnic] Siam Niramit yang Mengundang Decak Kagum
Hall Outdoor Siam Niramit Theatre (Dokpri)

Setelah mengunjungi Wat Pho dan Wat Arun, tujuan saya selanjutnya adalah menonton pertunjukkan seni di Bangkok. Ada dua opsi yang membuat saya galau waktu itu. Nonton Cabaret Show atau Siam Niramit Show. Dan lagi-lagi, berselancar di dunia maya sambil membaca review-review traveler lain sangat membantu saya dalam menentukan pilihan. Cabaret Show yang paling bagus (katanya) ada di Pattaya atau Phuket. Sementara di Bangkok, show yang paling terkenal adalah Siam Niramit.

Siam Niramit Show yang digelar di Thailand Cultural Centre, merupakan pertunjukkan teater yang mengisahkan tentang sejarah terbentuknya Negara Thailand serta budaya kota tuanya. Panggung Siam Niramit diklaim sebagai panggung teater tertinggi di Asia Tenggara dan telah mendapatkan pengakuan Guiness Book of Record. Keren yah!

Pada hari kunjungan saya, kebetulan saya dan keluarga tiba lebih awal. Namun ternyata saat itu lapangan parkir sudah lumayan penuh oleh bus-bus wisata yang membawa turis yang kebanyakan berasal dari Tiongkok. Show dimulai pada pukul 8 malam waktu setempat dan satu jam sebelumnya ada pre-attraction berupa tari-tarian dengan musik tradisional di hall outdoor, yang dimulai sekitar pukul 7. Ada sekitar empat macam tarian dan di akhir acara, penonton akan diajak menari bersama. Seru!

Pertunjukkan Tari Tradisional (Dokpri)
Pertunjukkan Tari Tradisional (Dokpri)

Sebelum tarian tradisional, pengunjung bisa melihat-lihat Thai Village, dimana ada sebuah area yang ditata seperti desa tradisional Thailand lengkap dengan rumah-rumah tradisionalnya. Kita juga bisa mencoba makanan khas Thailand yang dibuat langsung disana serta melihat cara pembuatan tenun kain Thailand. Selain Thai Village, pengunjung juga bisa bermain games di stand-stand yang disediakan, berbelanja di toko souvenir, memberi makan gajah, hingga berfoto dengan kru panggung yang mengenakan kostum-kostum yang indah. Oleh sebab itu saat berkunjung ke Siam Niramit, jangan lupa datang lebih awal.

Usai tarian tradisional selesai, pengunjung akan langsung diarahkan ke gedung teater. Kamera profesional, handycam dilarang keras masuk. Peralatan ini bisa dititipkan di loker yang sudah disediakan. Kita tidak bisa menyelundupkan alat-alat ini karena sistem pemeriksaannya dua lapis! Metal detector dan petugas pemeriksa.

Masuk ke dalam teater, saya langsung merasa takjub. Teater berbentuk setengah lingkaran itu boleh dibilang sangat besar. Kursinya juga nyaman seperti di bioskop-bioskop Jakarta. Sebelum pertunjukkan dimulai, kami diperlihatkan video tentang Alm. Raja Bhumibol Adulyadej selama masa pemerintahannya. Begitu cintanya rakyat Thailand pada pemimpinnya, pikir saya waktu itu, hingga mereka tampak sangat menghormati dan menyayangi raja mereka. Usai mendengarkan lagu kebangsaan Thailand (pengunjung wajib berdiri), pertunjukkan pun dimulai.

Ilustrasi Perdagangan Thailand-China (SUmber: go-beyond-thailand.com)
Ilustrasi Perdagangan Thailand-China (SUmber: go-beyond-thailand.com)

Sesi pertama bercerita tentang sejarah Thailand, dimulai dari cerita tentang Kerajaan Kuno Lanna, awal mula perdagangan antara Thailand dan China yang sekaligus menjadi awal munculnya keturunan campuran Thailand & China, kisah warisan pendudukan bangsa Khmer dan terakhir kisah tentang kota tua Ayutthaya. Satu hal yang membuat saya paling terpesona di bagian ini adalah, sungai buatannya asli! Jadi di depan panggung ada sungai buatan yang kelihatannya cukup dalam karena pemainnya bisa menyelam. Cerita tentang pemuda dari China yang jatuh cinta pada gadis Thailand juga ditampilkan sangat lucu.

Sesi kedua memperlihatkan konsep pandangan masyarakat Thailand tentang tiga dunia yakni neraka, surga dan hutan mistis Himapaan yang terletak diantara surga dan bumi. Di hutan ini hidup hewan-hewan magis yang ada dalam cerita-cerita mitologi.

Sedangkan sesi ketiga menceritakan tentang festifal-festival khas Thailand seperti Songkran, Parade Hantu Phithakhon, dan Loy Krathong. Bahkan gajah yang tadinya ada diluar juga ikutan main di panggung loh, walaupun Cuma mondar-mandir saja. Hihihi..

Ilustrasi Surga (Sumber: orientalescape.com)
Ilustrasi Surga (Sumber: orientalescape.com)

Melihat seluruh rangkaian pertunjukkan mulai dari kostum-kostum para pemain yang bling-bling dan penuh warna, properti-properti panggung, hingga pergantian layar dan setting yang sangat cepat namun sinkron dengan cerita yang ditampilkan, lighting dan special effect yang luar biasa, membuat saya terus berdecak kagum sehingga mata saya terus fokus ke arah panggung. Sayang sekali saya tidak punya fotonya karena pengunjung memang dilarang mengambil foto apalagi merekam selama pertunjukkan berlangsung. Durasi 1.5 jam pun jadi tidak terasa dan mata pun tak mengantuk meski hari sudah semakin malam. Pokoknya benar-benar tidak rugi deh bayar tiket yang lumayan mahal.

Ilustrasi Kota Tua Ayutthaya (Sumber: orientalescape.com)
Ilustrasi Kota Tua Ayutthaya (Sumber: orientalescape.com)

Bagi kompasianer yang kebetulan mau piknik ke Bangkok, saya sangat merekomendasikan show ini untuk menambah wawasan. Saya juga menyarankan untuk membeli tiket online, karena kalau beli on site takutnya keburu kehabisan. Show diadakan setiap hari dan hanya satu kali sehari setiap pukul delapan malam. Tiket bisa dibeli langsung di website resmi atau bisa juga dibeli online melalui agen lokal Indonesia. Untuk show ini, saya beli di agen lokal Indonesia Liburan Keren. Selain karena bisa bayar dalam Rupiah, harganya juga jauh lebih murah. Kita bisa memilih untuk hanya beli tiket show-nya saja atau termasuk makan malam prasmanan di restoran teater. Awalnya memang agak was-was tertipu, apalagi setelah membayar kita hanya mendapat bookingan tiket via email. Tapi ternyata Liburan Keren memang bisa dipercaya. Tiket asli beserta nomor kursi harus ditukar langsung dengan bukti booking di loket saat tiba di sana.

Lalu bagaimana caranya ke sana? Jika tidak menggunakan jasa travel atau penjemputan, saran terbaik saya adalah menggunakan MRT atau BTS karena jalan menuju ke sana luar biasa macet pada saat rush hour. Mirip-mirip Jakarta gitu deh.

Bagi yang menggunakan BTS dapat menggunakan BTS Sukhumvit Line (kalau di peta warna jalurnya hijau muda), turun di stasiun Mo Chit lalu keluar dari stasiun. Setelah itu ganti MRT (kalau di peta warna jalurnya biru muda) di stasiun Chatuchak Park (letaknya berdekatan) dan turun di stasiun Thailand Cultural Centre lalu keluar di Exit 1. Dari sana, akan ada shuttle bus gratis untuk pengunjung Siam Niramit yang mulai beroperasi setiap lima menit mulai pukul 17.30.

Sejenak saya berpikir, kira-kira nanti Indonesia juga punya pertunjukkan teater semacam ini tidak ya? Tentu Indonesia punya banyak kisah budaya yang lebih menarik dan sangat indah jika ditampilkan dalam panggung teater semacam ini. Oh ya, di pertunjukkan Siam Niramit ini rupanya juga ada penampilan permainan Angklung. Namun tetap saja kalau urusan Angklung, pertunjukkan Saung Angklung Udjo di Bandung lebih keren! Kamu pernah ke sana?