Mohon tunggu...
Ircham Arifudin
Ircham Arifudin Mohon Tunggu... Wiraswasta - Kompasianer Brebes Club (KBC-53): penulis receh sekaligus penikmat kopi tanpa gula

menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Menjaga Kesehatan Psikis Bagian dari Menjaga Imun

26 Juli 2021   02:31 Diperbarui: 26 Juli 2021   13:11 40 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjaga Kesehatan Psikis Bagian dari Menjaga Imun
-penulis receh-

Kondisi psikis akan mempengaruhi kondisi fisik (daya tahan tubuh) seseorang, jika kondisi psikisnya baik, kemungkinan besar fisiknya akan lebih kuat. Apalagi saat ini hampir satu setengah tahun kita mengalami masa pandemi  covid19, tentunya menjaga kesehatan psikis merupakan salah satu prioritas yang harus kita lakukan setiap harinya.

Diantara cara menjaga kesehatan psikis dalam upaya menjaga imunitas tubuh, kita dapat melakukan hal-hal berikut:

  1. Berusaha untuk memfilter informasi tentang covid19. Hampir seluruh media saat ini memberitakan tentang covid dan perkembangannya, saat kita buka medsos pun banyak sekali informasi-informasi tentang covid, bagaimana caranya memfilter informasi tentang covid19 ? Usahakan kita hanya menerima informasi tentang covid19 dari sumber terpercaya dan dapat dipastikan kebenarannya, misalnya dari kanal resmi pemerintah, atau kanal gugus tugas covid19. Dan usahakan juga untuk menghindari informasi/berita yang tidak jelas yang membuat panik, jangan mudah terpancing dengan judul berita/informasi yang bersumber dari akun perorangan atau akun yang tidak jelas, jika kita mau mengetahuinya ya kita baca berita/informasi tersebut sampai selesai atau kita ga perlu menghiraukan berita/informasi tersebut. akan lebih baik kita manfaatkan waktu tersebut untuk aktivitas lainnya.
  2. Berusaha untuk selalu menjaga kesehatan diri dan dan lingkungan di mana kita tinggal, upaya ini dapat mengurangi kecemasan diri. Menjaga kesehatan diri dengan menjaga pola hidup sehat, berusaha untuk secara rutin menghirup udara segar dan merasakan kehangatan matahari tiap pagi (30-60 menit) akan memberikan ketenangan dan sugesti produktif bagi diri kita.
  3. Berusaha untuk selalu berfikir positif. Misalnya kita berfikir positif dengan selalu menjaga daya tahan tubuh, melaksanakan protokol kesehatan dan mematuhi himbauan dari pemerintah, maka potensi/resiko kita tertular covid sangat kecil. Atau berfikir positif bahwa instruksi untuk tetap di rumah saja memberikan peluang kepada kita untuk lebih banyak waktu dan lebih dekat dengan keluarga, juga peluang kita untuk bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan lebih banyak waktu yang dapat dimanfaatkan untuk berdoa dan beribadah. Hindari membuang-buang waktu untuk berfikir negatif atau berfikir sesuatu yang bukan kapasitas kita.
  4. Berusaha untuk tetap menjalin komunikasi dengan orang-orang terdekat (keluarga lain, teman, sahabat, dll.) meskipun lewat online, medsos, chatting, video call, dan media online lainnya. Usahakan setiap hari kita tetap untuk saling terhubung dengan mereka, saling berbagi dukungan, atau sekedar menyapa dan bertanya kabar.

Disamping hal-hal tersebut, terhadap keluarga se-rumah (baik dengan suami/istri maupun anak-anak) kita dapat melakukan hal-hal berikut:

  1. Saling memahami dan saling berbagi antar anggota keluarga. Dalam situasi pandemi seperti saat ini, tiba-tiba muncul rasa khawatir, cemas, dan perasaan lainnya antar anggota keluarga, ini merupakan reaksi yang sangat wajar. Sepatutnya kita tidak perlu menyalahkan diri, pasangan, atau anak-anak kita, juga hindari emosi negatif seperti marah-marah yang tidak jelas apalagi yang berlebihan. Akan lebih baik jika kita bisa menerima perasaan-perasaan tersebut dengan mengelolanya menjadi hal-hal yang positif, kita bisa menciptakan suasana family time setiap harinya di dalam rumah. Jika memungkinkan, kita ajak seluruh anggota keluarga untuk olahraga bersama, bersama-sama berjemur di pagi hari di halaman rumah, bermain bersama, atau sekedar berbagi cerita.
  2. Saling bercerita dan mendengarkan. Diantara cara mengontrol dan mengelola emosi negatif yang dapat kita lakukan adalah dengan mengeluarkannya melalui mengobrol/berbagi cerita dengan anggota keluarga. Saat satu bercerita, anggota keluarga yang lain perlu mendengarkan. Dengarkan cerita dengan seksama dan empatik, sesekali berikan respons/dukungan positif kepada anggota keluarga yang bercerita tersebut. Jangan terburu-buru memberikan solusi apalagi kesannya menasehati.
  3. Saling tularkan kebahagiaan. Sempatkanlah waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan berdua atau bersama seluruh anggota keluarga, dimulai dari aktivitas-aktivitas yang ringan dan sederhana maupun aktivitas ibadah bersama seperti shalat berjamaah, saling mendoakan, saling menyimak dan membaca Al-qur'an, prinsipnya lakukan aktivitas yang bisa mendatangkan kehangatan dan kebahagiaan dalam keluarga.
  4. Dan masih banyak hal-hal menarik lainnya yang dapat kita lakukan bersama keluarga.

Wallahu A'lam...

Penulis Receh: KBC-53

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x